Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Teori Keadilan dan Ketidakadilan

Teori Keadilan dan Ketidakadilan

oleh: manissekali     Pengarang : khoiril
ª
 

Teori ini menyatakan bahwa orang akan selalu cenderung
membandingkan antara:
1. Masukan-masukan (pengorbanan) yang mereka berikan pada
pekerjaannya, misalnya dalam bentuk pendidikan, pengalaman, latihan
dan usaha dengan,
2. Hasil-hasil (kompensasi, penghargaan) yang mereka terima, atau juga
mereka membandingkan balas jasa yang diterima oleh bawahan lain
dengan diterima dirinya untuk pekerjaan yang sama.
Hasil dari pembandingan tersebut, bila mereka merasa terjadi
ketidakadilan maka perilaku cenderung negative, dan bila mereka merasa
terjadi keadilan cenderung perilakunya positif.
Langkah dan Bentuk-bentuk Motivasi.
Didalam memotivasi bawahan ada beberapa petunjuk atau langkahlangkah
yang perlu diperhatikan oleh setiap pemimpin diantaranya adalah :
a. Pemimipin harus memahami semua perilaku bawahan, apa sebab perilaku,
berperilaku, kekuatan-kekuatan, motif-motif yang paling kuat, tujuan yang
ingin dicapai, harapan yang diinginkan.
b. Didalam memotivasi bawahan pemimpin harus berorientasi kepada
kerangka acuan orang sebab motivasi adalah untuk bawahan bukan untuk
pemimpin, oleh karenanya motivasi harus memungkinkan bawahan untuk
berperilaku dan berbuat sesuai dengan tingkat kebutuhan yang diharapkan.
c. Tiap-tiap orang tidak sama dalam memuaskan kebutuhan, sebab masingmasing
individu mempunyai latar belakang kehidupan pribadi,
pendidikan, pengalaman, cita-cita dan harapan yang berbeda-beda pula.
d. Setiap pekerjaan mempunyai segi-segi teknis, ekonomi, social dan
psikologi. Oleh karena itu harus selalu dimengerti oleh setiap pemimpin,
bahwa masing-masing segi mempunyai daya dorong yang berbeda-beda.
e. Setiap pemimpin harus memberikan keteladan sebanyak mungkin, sebab
dengan keteladanan, bawahan akan memperoleh motivasi dan contohcontoh
secara konkrit.
f. Pemimpin mampu menggunakan keahlian dalam berbagai bentuk
misalnya :
1. Menciptakan iklim
2. Membuat pekerjaan berarti
3. Memberikan ganjaran
4. Berbuat dan bersikap adil
5. Bergaullah dengan bawahan.
g. Pemimpin harus mampu berfikir realistik.
Harus disadari oleh setiap pemimpin, bahwa setiap pemimpin tidak
akan dapat memberikan motivasi kepada semua bawahan, sehingga akibatnya
pada suatu ketika sesuatu tidak berlangsung semestinya.
Dari berbagai langkah-langkah tersebut diatas dapat diambil
kesimpulan bahwa didalam memotivasi bawahan ada dua macam tehnik atau
bentuk-bentuk yaitu sebagai berikut :
1. Motivasi Positif (Intensif Positif) yaitu pemimpin memotivasi bawahan
dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan
memotivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat, karena
manusia pada umumnya senang menerima yang baik saja.
2. Motivasi Negatif (Intensif Negatif) yaitu pemimpin memotivasi bawahan
dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaannya kurang
baik (prestasi rendah). Dengan memotivasi negatif ini semangat kerja
bawahan dalam jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
Pada dasarnya kedua jenis motivasi diatas, dalam prakteknya sering
digunakan pemimpin disuatu lembaga. Pengguanaannya harus tepat dan
seimbang, supaya dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. Dan
mayoritas motivasi positif efektif untuk jangka panjang, sedangkan mtivasi
negatif efektif untuk jangka pendek, akan tetapi pemimpin harus konsisten
dan adil dalam menerapkannya.

Diterbitkan di: 25 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.