Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Teori Pengharapan Victor Vroom

Teori Pengharapan Victor Vroom

oleh: manissekali     Pengarang : khoiril
ª
 

Expectancy theory disebut juga teori nilai pengharapan Vroom,
toeri ini menyatakan bahwa: seseorang akan bekerja dengan memotivasi
yang tinggi, bila dia mempunyai harapan-harapan yang baik dari hasil
pekerjaannya. Victor Vroom dalam bukunya Handoko, menyatakan bahwa
orang akan termotivasi untuk bekerja bila mereka:
1. Mengharapkan usaha-usaha yang ditingkatkan akan mengarah pada
peningkatan balas jasa tertentu (dapat dikodekan B)
2. Menilai balas jasa sebagai hasil dari usaha-usahanya (Kode U)
Teori ini dapat membentuk rumus sebagai berikut:
Motivasi (M) = B x U
3. Teori Pengharapan Porter-Lawler
Teori pengharapan ini merupakan teori motivasi dengan versi
orientasi masa mendatang, dan juga menekankan antisipasi tanggapantanggapan
atau hasil-hasil.
Menurut teori ini, sesuatu usaha atau perilaku seseorang itu
terbentuk atau dipengaruhi oleh nilai penghargaan yang diharapkanorang
tersebut dikombinasikan dengan persepsinya tentang kemungkinan
penghargaan yang akan diterima, di mana bila kenyataan panghargaan yang diterima memuaskan akan berpengaruh baik para perilaku di masa
mendatang, dan sebaliknya.
Berkaitan dengan teori tersebut, D. A. Nadler dan Edward E.
Lawler dalam bukunya A. Mohyi memberikan beberapa implikasi sebagai
tindakan bagi para pemimpin agar dapat memotivasi bawahannya dengan
baik, yaitu:
1. Pemberian penghargaan yang sesuai dengan kebutuhan.
2. Penentuan prestasi yang diinginkan.
3. Pembuatan tingkat prestasi yang dapat dicapai.
4. Penghubuingan penghargaan dengan prestasi.
5. Penganalisaan faktor-faktor apa yang bersifat berlawanan dengan
efektifitas penghargaan.
6. Penentuan penghargaan yang mencukupi atau memadai.
Sedangkan implikasi-implikasi bagi organisasi antara lain:
a. Sistem penghargaanorganisasi harus dirancang untuk memotivasi
perilaku yang diinginkan.
b. Pekerjaan itu sendiri dapat dibuat sebagai pemberian penghargaan
secara intrinsik.
c. Atasan langsung mempunyai peranan penting dalam proses motivasi.
Diterbitkan di: 25 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    victor vroom menjelaskan seseorang dimotivasi kinerjannya meningkat imbalan yg diperoleh juga meningkat kemudian yg bersangkutan kecewa dan motivasinya menurun .jelaskan bagaimana hal tsb bisa terjadi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.