Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Inovasi Pendidikan

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Inovasi Pendidikan

oleh: manissekali     Pengarang : ifadewisri
ª
 

Agar kita dapat memahami tentang perlunya perubahan pendidikan atau
kebutuhan adanya inovasi pendidikan yang sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan pendidikan madrasah, yaitu : a. Kegiatan belajar mengajar, b. Faktor
internal dan eksternal, c. sistem pendidikan (pengelolaan dan pengawasan).
a. Faktor Kegiatan Belajar Mengajar
Tujuan belajar yang utama adalah bahwa apa yang dipelajari itu
berguna dikemudian hari, yakni membantu kita untuk dapat belajar terus
dengan cara yang lebih mudah. Hal ini dikenal sebagai transfer belajar.
Transfer tergantung pada penguasaan prinsip-prinsip umum atau struktur
mata pelajaran. Makin umum atau fundamental prinsip-prinsip yang
dikuasai makin besar bidang transfernya terhadap masalah-maslah baru.
Selain itu tujuan pelajaran bukan hanya penguasaan prinsip-prinsip
fundamental, melainkan juga mengembangkan sikap yang positif terhadap
belajar. Penelitian dan penemuan serta pemecahan masalah atas
kemampuan sendiri.
Yang menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan kegiatan belajar
mengajar ialah kemampuan guru sebagai tenaga profesional. Guru sebagai
tenaga yang telah dipandang untuk mengelola kegitan belajar mengajar
agar dapat mencapai tujuan tertentu, yaitu terjadinya prubahan tingkah laku
siswa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan tujuan institusional
yang telah ditentukan. Pengajaran yang efektif dapat ditinjau dari pengajaran guru : kemampuan, metode/cara pengajaran guru, dan bahkan
hubungan guru dengan murid.
Kendati demikian, kesadaran umum akan besarnya tanggung jawab
seorang guru itu belumlah terwujud dalam usaha mereka untuk mengajar
dengan pertimbangan-pertimbangan yang saksama. Tidaklah
mengherankan jika pengetahuan para guru tentang proses instruksional
relatif masih kurang, sebagaian besar telah dilatih dengan cara-cara yang
mendekati mistik. Begitu juga pengalaman praktek mengajar biasanya
tidak menolong sicalon guru mempelajari bagaimana mengajar, ini berbeda
dengan yang telah menjadi keyakinan kuat dari banyak pengamat.
Sebenarnya, si calon guru hanya belajar tentang bagaimana “menghabiskan
jatah waktunya”. Bahkan sudah beberapa tahun-pun. Sebagai guru, situasi
tersebut tidak banyak mengalami perubahan.
Pandangan tersebut, menimbulkan peluang untuk munculnya pendapat
bahwa profesional guru diragukan bahkan ada yang mengatakan bahwa
jabatan guru itu “semi profesional” ( setengah profesional). Dengan adanya
kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan belajar
mengajar tersebut, maka dapat merupakan sumber motivasi perlunya ada
inovasi pendidikan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Guru harus
menyegarkan informasinya tentang perubahan-perubahan dalam disiplin ilmunya ; teknologi umum, ilmu informasi, lingkungan, menguasai
pengajaran dan disesuaikan dengan perkembangan informasi baru.
b. Faktor internal dan eksternal
Perencana inovasi pendidikan harus memperhatikan mana kelompok
yang mempengaruhi dan kelompok yang dipengaruhi oleh madrasah (sistem
pendidikan). Faktor internal yang mempengaruhi pelaksanaan sistem dengan
sendirinya juga inovasi pendidikan adalah pengelola (kepala madrasah,
guru, dan siswa). Siswa sangat besar pengaruhnya terhadap proses inovasi
karena tujuan pendidikan untuk mencapai perubahan tingkah laku siswa.
Jadi siswa sebagai pusat perhatian dan bukan pertimbangan dalam
melaksanakan berbagai macam kebijakan pendidikan.
Siswa merupakan obyek utama dalam proses belajar mengajar siswa
dididik oleh pengalaman belajar mereka, dan kualitas pendidikan hanya
bergantung pada pengalaman, kualitas pengalaman, sikap, termasuk
sikapnya pada pendidikan. Belajar dipengaruhi oleh orang yang
dikaguminya.
Faktor eksternal yang mempunyai pengaruh dalam proses inovasi
pendidikan ialah orang tua/penilik madrasah. Orang tua murid ikut
mempunyai peranan dalam menunjang kelancaran proses inovasi
pendidikan, baik ia sebagai penunjang secara moralmembantu dan
mendorong kegiatan siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar
sesuai dengan yang diharapkan madrasah, misal : BP3/SPP.
Para ahli pendidik merupakan faktor internal, misal : guru,
administrator pendidikan, konselor, terlibat secara langsung dalam proses
pendidikan di madrasah. Para ahli diluar organisasi madrasah tetapi terlibat
dalam kegiatan madrasah : para pengawas, inspektur, penilik madrasah,
konsultan, dan mungkin juga pengusaha yang membantu pengadaan fasilitas
madrasah. Begitu juga para penatar guru, staf pengembangan dan peneliti
pendidikan. Yang terpenting bahwa seorang yang akan merencanakan
inovasi pendidikan harus memperhatikan faktor internal dan eksternal.
c. Sistem pendidikan (pengolaan dan pengawasan)
Dalam penyelenggaraan pendidikan di madrasah diatur dengan
aturan yang dibuat oleh pemerintah. Pendidikan Nasional diatur oleh
Diknas, Pendidikan Agama diatur oleh Depag. Dalam rangka untuk
mengembangkan dan meningkatkan kwalitas pendidikan perlunya
pengelolaan sistem pendidikan disesuaikan dengan tuntutan zaman. Hal ini
pada umumnya menyangkut ; pertama-tama pendektan para pengelola
terhadap perkembangan pendidikan yang harus melakukan perencanaan
jangka pendek dan jangka panjang di dalam kerangka mana segala reformasi
dan inovasi harus dijalankan pendidikan kini dianggap sebagai suatu bagian esnsial
dari suatu administrasi pendidikan yang modern. Aspek kedua dari
penyesuaian cara pengelolaan adalah perbaikan-perbaikan dalam struktur
administrasi. Introduksi teknik-teknik manajemen baru dapat membantu
dalam mengadakan reformasi administrasi dan mengintroduksikan banyak
inovasi, seperti sistem analisa penggunaan komputer dan sebagainya.
Diterbitkan di: 25 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.