Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Perkembangan Potensi Peserta Didik (Siswa)

Perkembangan Potensi Peserta Didik (Siswa)

oleh: Priasukses     Pengarang : ferindray
ª
 

Setiap peserta didik (siswa) akan mengalami perkembangan mulai sejak bayi
sampai menjadi manusia dewasa. Pada masa kanak – kanak, siswa senantiasa
melakukan usaha penyesuaian terhadap lingkungannya, terutama lingkungan
sekolahnya dan masyarakat. Oleh karena itu untuk membangun segi kognitif, afektif
dan psikomotorik diperlukan adanya pendidikan sehingga dapat berpengaruh besar
terhadap perkembangan mereka kelak.
Aspek perkembangan dalam diri anak tidak lepas pada pertumbuhannya.
Perbedaannya pertumbuhan berkaitan dengan penyempurnaan struktur dan aspek –
aspek jasmaniah atau fisik. Sedangkan perkembangan berkaitan dengan aspek – aspek psikis atau rohaniah dan makna kematangan. Dalam skripsi ini lebih ditekankan pada
perubahan perkembangan peserta didik pada tingkat prasekolah / Taman Kanak –
Kanak. Perkembangan ini dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Menurut Nana Syaodih Sukmadinata dalam bukunya Landasan Psikologi
Proses Pendidikan mengatakan bahwa perilaku kegiatan Individu dikelompokkan
menjadi tiga kategori yaitu: Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik.
1. Pengembangan Aspek Kognitif
Perkembangan Kognitif merupakan proses – proses mental yang
meliputi pemahaman tentang dunia, penemuan pengetahuan, pembuatan
pertandingan berpikir, dan mengerti. Selain itu kognitif juga merupakan teori –
teori perkembangan peserta didik dalam mempelajari bagaimana cara manusia
mendapatkan informasi pengetahuan, bagaimana mengingat, menghubungkan
satu gagasan / konsep dengan gagasan / konsep lain. Intinya kognitif merupakan
proses pemikiran Internal yang mangantarkan pada prestasi yang diharapkan.
Menurut Bloom bahwa kognitif meliputi pengetahuan (merupakan kemampuan
mengingat atau mengenali fakta dan gagasan berdasarkan permintaan),
pemahaman (kemampuan menggunakan pengetahuannya yang sudah diingat
kurang lebih sama dengan yang sudah diajarkan), aplikasi (kemampuan
menggunakan gagasan – gagasan / prinsip umum terhadap situasi tertentu),
analisas (kemampuan untuk mengelompokkan sebuah gagasan / wacana dan
mengevaluasi masing – masing kelompok tersebut, sintesa (kemampuan untuk untuk berusaha menemukan hal – hal yang baru), evaluasi (kemampuan untuk
memberikan hasil terhadap usaha yang telah dilakukan).
Kognitif anak usia Taman Kanak – Kanak umumnya masih perlu
pembelajaran dan dipantau terus dan diberikan latihan – latihan yang positif,
dalam hal ini adalah belajar. Adapun ciri – ciri kognitif anak usia Taman Kanak –
Kanak yaitu sebagai berikut:
a) Anak Prasekolah umumnya telah terampil berbahasa sehingga sebaiknya anak
diberi kesempatan untuk berbicara dan dilatih pendengarannya.
b) Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan,
mengagumi, kasih sayang.
Dapat disimpulkan bahwa kognitif merupakan kemampuan berfikir
secara simbolis dan dapat memahami sesuatu secara bermakna (meaning full).
Kegiatan menulis, membaca, menulis merupakan bagian dari kognitif. Intinya
pengaturan diri (self regulation) merupakan penggunaan kognisi yang sudah
dikoordinasikan.
2. Pengembangan Aspek Afektif
Perkembangan afektif merupakan perkembangan yang meliputi emosi
atau perasaan yang dimiliki peserta didik dan perlu mendapatkan perhatian.
Menurut Patty F, bahwa emosi merupakan reaksi individu terhadap suatu
perubahan pada situasi yang terjadi secara tiba – tiba. Reaksi tersebut dapat
berupa terkejut, takut, sedih, marah, atau gembira, cinta, ingin tahu terhadap suatu kejadian. Menurut Kartwol, bahwa afektif meliputi kegiatan menerima,
merespon, menilai, mengorganisasikan, melakukan karakteristik.
Perkembangan afektif akan terlihat ketika siswa belajar kelompok.
Dengan bekerja secara tim dan mengevaluasi keberhasilan sendiri oleh kelompok,
merupakan iklim yang bagus dimana setiap anggota kelompok menginginkan
semuanya memperoleh keberhasilan. Contohnya partispasi siswa dalam kerja
kelompok, menghargai pendapat siswa.
3. Pengembangan Aspek Psikomotorik
Perkembangan Psikomotorik adalah perkembangan mengontrol
gerakan – gerakan tubuh memalui kegiatan – kegiatan yang terkordinasi antara
susunan syaraf pusat, dan otot. Proses koordinasi motorik dimulai dengan gerakan
– gerakan kasar (gross movement) yang melibatkan bagian – bagian besar dari
tubuh dalam fungsi duduk, berjalan, lari, meloncat, dan lainnya. Setelah itu
dilanjutkan dengan kordinasi halus (finer coordination) yang melibatkan otot –
otot halus dalam fungsi meraih, memegang, melempar, menulis, menggambar,
mewarna, dan lainnya yang keduanya (yaitu motorik kasar dan halus diperlukan
dalam kehidupan sehari – hari.  Kemampuan – kemampuan psikomotorik akan
mengarah pada terbentuknya kemampuan ketrampilan (skill) yang nantinya akan
bermanfaat saat anak tersebut berada pada luar lingkungan lembaga pendidikan.
Pemberdayaan potensi yang meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik pada
pendidikan anak usia dini (taman kanak – kanak) akan menjadi cikal bakal
pembentukan karakter dan sebagai titik awal dari pembentukan SDM yang berkualitas yang memiliki wawasan, intelekual, kepribadian, bertanggung jawab,
serta semangat mandiri. Kemampuan hidup tersebut tidak lain adalah agar anak
mempunyai ketrampilan hidup (life skill) dan siap menerima pendidikan selanjutnya
Diterbitkan di: 24 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    MAKALAH TENTANG POTENSI DASAR ANAK DIDIK DI TK Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.