Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Unsur intrinsik karya sastra

Unsur intrinsik karya sastra

oleh: nimbus2ribu     Pengarang : nimbus2ribu
ª
 
Unsur Intrinsik Karya Sastra
adalah unsur-unsur yang secara organik membangun sebuah karya sastra dari dalam
Contoh unsur intrinsik
• Contoh-contoh Unsur IntrinsikMenurut M. Saleh Saad
tokoh, peristiwa, latar, alur, dan pusat pengisahan.
• Unsur intrinsik prosa menurut Stanton adalah:
(1) tokoh
(2) alur
(3) latar,
(4) judul
(5) sudut pandang
(6) gaya dan nada
CATATAN
Ada sementara orang yang masih memisahkan istilah struktur (bentuk) dengan tema/ amanat/ is. Akan tetapi pada perkembangan terakhir cenderung memandang struktur sebagai keseluruhan bangunan karya sastra.
Jadi isi, tidak terpisah dari bentuk.
secara umum unsur-unsur intrinsik karya sastra prosa adalah:
1. Tokoh /karakter
2. Alur / plot
3. latar/ setting
4. sudut pandang (point of view)
5. tema
6. amanat

 Karakter adalah orang yang mengambil bagian dan mengalami peristiwa-peristiwa atau sebagian peristiwa-peristiwa yang digambarkan di dalam plot.
 Plot adalah rangkaian peristiwa yang satu sama lain dihubungan dengan hukum sebab-akibat.
 Latar adalah latar peristiwa yang menyangkut tempat, ruang, dan waktu. Tema adalah gagasan pokok yang terkandung dalam drama yang
 berhubungan dengan arti (mearning atau dulce) drama itu; bersifat lugas, objektif, dan khusus.
 Amanat adalah pesan yang hendak disampaikan oleh pengarang kepada pembaca yang berhubungan dengan makna (significance atau utile) drama itu; bersifat kias, subjektif, dan umum.
PEMBEDAAN TOKOH
A. Dilihat dari segi peranan/ tingkat pentingnya/ keterlibatan dalam cerita
1. tokoh utama (main/ central character)
yaitu tokoh yang diutamakan
penceritaannya
2. tokoh tambahan (peripheral character)
penceritaan relatif pendek (tidak
mendominasi)
B. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh
1. Protagonis
memberikan simpati, empati, melibatkan diri secara emosional terhadap tokoh tersebut. Tokoh yang disikapi demikian disebut tokoh protagonis.
• Tokoh protagonis adalah tokoh yang:
1. kita kagumi
2. Pengejawantahan norma-norma
3. pengejawantahan nilai-nilai ideal
4. menampilkan sesuatu sesuai dengan pandangan kita
5. pengejawantahan harapan-harapan kita
2. Antagonis
- tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik
- beroposisi dengan tokoh protagonis
- Peran antagonis dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. tokoh antagonis
2. kekuatan antagonis (tak disebabkan
oleh seorang tokoh)
Contoh: bencana alam, kecelakaan, nilai-nilai sosial, lingkungan alam, nilai moral, kekuasaan dan kekuatan yang lebih tinggi, dan sebagainya.
Bagaimana memilah antara tokoh antagonis dan protagonis?
• menentukannya memang tidak mudah
• tokoh yang tak mencerminkan harapan dan norma kita kadang justru yang diberi simpati
• kemungkinan tokoh yang lebih banyak diberi kesempatan untuk mengemukakan visinya lebih banyak mendapat simpati.
• misalnya seorang penjahat jika cerita ditulis dari kacamata seorang penjahat, maka simpati akan tertuju padanya.
• pencuri, pembunuh, pemerkosa, penipu, bisa mendapatkan simpati pembaca jika diberi kesempatan untuk menyampaikan visinya, walaupun secara faktual ia dibenci oleh masyarakat.
C. Berdasarkan Perwatakannya
1. Tokoh Sederhana/ Simple/ Flat
Tokoh yang hanya mempunyai satu kualitas pribadi (datar, monoton, hanya mencerminkan satu watak tertentu). Biasanya dapat dirumuskan dengan satu kalimat

2. Tokoh Bulat/ Complex/ Round
Diungkap berbagai kemungkinan sisi kehidupan, kepribadian, dan jati dirinya. Bertentangan, sulit diduga, dan mempunyai unsur surprise.
Keduanya tidak bersifat bertentangan, hanya merupakan gradasi saja.
D. Berdasarkan berkembang atau tidaknya perwatakan tokoh
• Tokoh Statis
adalah tokoh tak berkembang yang secara esensial tidak mengalami perubahan atau perkembangan perwatakan sebagai akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi.
• Tokoh Berkembang
• mengalami perkembangan perwatakan dalam penokohan yang bersifat statis biasanya dikenal tokoh hitam dan tokoh putih
E. Berdasarkan Kemungkinan Pencerminan Tokoh terhadap Manusia dari Kehidupan Nyata
• Tokoh Tipikal
pada hakekatnya dipandang sebagai reaksi, tanggapan, penerimaan, tafsiran pengarang terhadap tokoh manusia di dunia nyata. Contoh guru, pejuang, dan lain-lain.
• Tokoh Netral
tokoh cerita yang bereksistensi demi cerita itu sendiri. Ia benar-benar merupakan tokoh imajiner yang hanya hidup dan bereksistensi dalam dunia fiksi.

Diterbitkan di: 23 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan sudut pandang serba tahu ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa itu extrinsik? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa itu intrinsik? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    intrisik adalah merupakan bagian terpenting dalam sebuah karangan karena unsur intrisik sastra merupakan unsur pembangun sebuah karangan yang terdapat didalam karangan itu sendiri. 12 Nopember 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.