Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pemenggalan Kata

oleh: abrahamishaq     Pengarang : Sunu Wasono
ª
 
Pemenggalan Kata

Ada tiga ketentuan pemenggalan kata dalam pedoman. Barangkali penting untuk diingat dan ditekankan dalam konteks pemenggalan kata adalah pengertian pemenggalan kata itu sendiri. Selama ini ada kesan bahwa pemenggalan kata identik dengan penyukuan kata. Perlu sitegaskan bahwa pemenggalan kata berkaitan dengan bagaimana memenggal kata. Oleh karena itu, pemenggalan kata berhubungan atau berurusan dengan tulisan. Ketentuan tentang pemenggalan kata berkenaan dengan bagaimana sebuah kata terpaksa harus dipenggal ketika kata itu tidak dapat ditulis penuh (utuh) karena ruang untuk kata tersebut “habis” sehingga harus berpindah ke ruang/posisi di bawahnya atau larik berikutnya. Sementara itu, penyukuan berkaitan dengan soal bagaimana sebuah kata diucapkan. Kita berbicara tentang pemenggalan kata ketika kita berbicara tentang penulisan (bahasa tulis) dan kita berbicara tentang penyukuan ketika kita berbicara tentang (cara) pengucapan. Jadi, yang terakait dalam penyukuan adalah bagaimana sebuah kata diucapkan. Kata pertujukan, misalnya, umumnya diucapkan penutur bahasa Indonesia dengan per-tun-ju-ka, tetapi dari segi pemenggalan kata, kata tersebut akan dipenggal menjadi per-tun-juk-an. Demikian juga dengan kata April yang cenderung akan diucapkan A-pril, padahal dalam ketentuan pemenggalan kata, kata itu dipenggal Ap-ril.
Perbedaan tersebut perlu dipahami agar dalam menulis kebiasaan yang sudah melekat dan mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari, maksudnya kebiasaan pengucapan tidak menyusup dan mempengaruhi kita ketika menulis. Dalam konteks pemenggalan kata, ketiga ketentuan termuat dalam Pedoman harus dicermati. Selain contoh yang telah disebutkan, ada contoh (kasus) lain yang perlu mendapatkan perhatian. Sering dijumpai kata saudara, aula, pulau dipenggal menjadi sa-u-da-ra, a-u-la, pu-la-u. jelas, pemenggalan ini tidak benar. Yang benar sesuai dengan pedoman adalah sau-da-ra, au-la, pu-lau. Selanjutnya, keseluruhan ketentuan pemenggalan kata dapat dilihan dalam pedoman

Sunu Wasono, Karya Tulis Ilmiah Sosial: Menyiapkan, Menulis, dan Mencermatinya
Yayasan Obor Indonesia, 2004

Diterbitkan di: 17 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Permainan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    menyehatkan pemenggalan katanya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    PEMENGGALAN UNIVERSITAS DAN MENYIASATI GIMANA ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pemenggalan kata permainan ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    per-mai-nan 19 Maret 2013
  1. Jawaban  :    PER-MA-IN-AN 04 Maret 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan pemisahan suku kata yang terdapat dalam empat kaidah Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pemenggalan kata berkinerja Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pedoman pemenggalan kata Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana memengga kata ekstrakurikuler?dan apa alasannya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    linkungan? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dcdsadddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd 12 Maret 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Cara menceraikan kata dengan benar. contoh : melukai = me-lu-ka-i atau me-lu-kai memukuli = me-mu-kul-i atau me-mu-kuli Ditunggu sekali informasinya. Thanks Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.