Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kompetensi Profesionalisme Guru

Kompetensi Profesionalisme Guru

oleh: myhoney     Pengarang : andik
ª
 

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai yang
direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Maksudnya kompetensi
tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perbuatan secara
professional dalam menjalankan fungsi sebagai guru.
Standar kompetensi guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau
dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan prilaku perbuatan bagi
seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai dengan
bidang tugas, kualifikasi, dan jenjang pendidikan.
Standar kompetensi guru dipilah ke dalam tiga komponen yang saling kait
mengait yakni pengelolaan pembelajaran, pengembangan profesi, penguasaan
akademik. Tiap-tiap komponen standar kompetensi guru tersebut terdiri atas beberapa
kompetensi secara keseluruhan meliputi tujuh kompetensi dasar yaitu penyusunan
rencana penbelajaran, pelaksanaan interaksi belajar mengajar, penilaian prestasi
belajar peserta didik, pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta
didik, pengembangan profesi, pemahaman wawasan kependidikan, dan penguasaan
bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan).
Guru professional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian
khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya
sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Dalam kewenangan profesionalnya,
guru dituntut memiliki seperangkat kemampaun yang beraneka ragam.
Persyaratan khusus yang harus dipenuhi bagi seorang guru professional
adalah sebagai berikut:
a. Menuntut adanya ketrampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu
pengetahuan yamg mendalam.
b. Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan
bidang profesinya.
c. Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.
d. Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang
dilaksanakannya.
e. Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.
f. Memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya.
g. Memiliki klien atau objek layanan yang tetap, seperti dokter dengan
pasiennya, guru dengan muridnya.
h. Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya dimasyarakat.
Atas dasar persyaratan tersebut, jelaslah jabatan professional harus ditempuh
melalui jenjang pendidikan yang khusus mempersiapkan jabatan itu. Demikian pun
dengan profesi guru, harus ditempuh melalui jenjang pendidikan pre service
education seperti pendidikan guru sekolah dasar, IKIP dan fakultas keguruan di luar
lembaga IKIP.
Pembinaan profesionalisme guru dapat dilakukan melalui kegiatan
peningkatan kualifikasi melalui jenjang pendidikan formal, peningkatan kompetensi
melalui pendidikan dan pelatihan, peningkatan kompetensi melalui kegiatan yang
dirancang oleh organisasi profesi, belajar mandiri
Diterbitkan di: 16 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Pendidikan formal apa sajakah yang harus ditempuh oleh seorang guru? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.