Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Metodologi STUDI TASAWUF TAREKAT QODIRIYAH DAN NAQSABANDIYAH

Metodologi STUDI TASAWUF TAREKAT QODIRIYAH DAN NAQSABANDIYAH

oleh: zumaroh    
ª
 
Tarekat ini sudah berkembang sejak berkembangnya agama islam baik dimasa nabi muhammad SAW sampai setelah wafatnya beliau. Dan tarekat ini telah ada di Indonesia sejak perkembangan islam , yang di gerakan oleh para muballigh islam (wali songo) yang pada zaman dahulu disebut dengan tarekat mu’tabaroh.
Dan sekarang Anggotanya sangat banyak, namun jumlahnya tidak di ketahui secara pasti. Di daerah magelang kegiatan ketarekatan diadakan satu bulan sekali, tepatnya di pondok pesantren Suryalaya Magelang, kalau di tingkat cabang diadakan satu minggu sekali bertempat di rumah anggota secara bergiliran. Sedangkan kegiatan yang ada di dalamnya antara lain terbangan , dan dzikir. hidangan snack tetap ada sebagaimana pengajian umumnya meskipun tidak begitu mewah.
Pedoman dari ajaran tarekat ini diambil dari kitab manakib syeikh abdul qodir jailani, dengan tujuan tarekat sebagai berikut :
1. Mengharapkan rahmat Allah, keberkahan serta kifarat dosa
2. Mengembangkan dan melestarikan pengamalan tarekat qodiriyah naqsabandiyah sebagai salah satu jalan untuk mendapatkan ridho Allah, kasih sayang dan mengenal lebih dekat kepadanya
3. Tercapainya insan dan hamba allah yang beriman, bertaqwa, beramal sholeh dan berakhlak mulia dan sufistik
Sedangkan acara manakib ini biasanya beragendakan acara sebagai berikut :
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci alquran
3. Pembacaan tanbih
4. Pembacaan tawasul
5. Pembacaan manakib seykh abdul qodir jaelani
6. Dakwah islam oleh mubaligh
7. Pembacaan sholawat bani hasyim
Pengikut tarekat ini biasanya melakukan dzikir setelah sholat fardhu dan sholat sunnah(tahajud dan dhuha) dengan membaca tahlil sebanyak 165x. pembacaan dzikirnya pun di anjurkan dengan suara keras dan menghujam, tarekat ini yakin bahwa dengan cara dzikir seperti itu akan menghancurkan kerasnya hati.
Sedangkan tawasul dalam tarekat ini memiliki arti bahwa, seorang muslim haruslah memiliki wasilah , tarekat ini yakin, bahwa bacaan tahlil dan alfatihah yang kita niatkan pahalanya untuk di sampaikan kepada orang tertentu akan sampai atas kehendak Allah.
Diterbitkan di: 02 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.