Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Studi ISLAM DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGI PENGETAHUAN

Studi ISLAM DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGI PENGETAHUAN

oleh: zumaroh    
ª
 
A. Pendahuluan
Di penghujung akhir abad ke-20, metodologi studi islam (MSI) mulai mendapat perhatian serius. Departemen Agama RI menjadikannya sebagai mata kuliyah baru yang wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswa IAIN pada semua fakultas dan jurusan sejak munculnya kurikulum IAIN 1997. Para dosen yang merasa MSI adalah mata kuliyah yang benar-benar baru, sehingga terkesan sejak berabad-abad yang lalu masyarakat muslim belum pernah memiliki metodologi dalam memahami islam. Tentu kesan ini tidak benar yang mana makna dari MSI sesungguhnya lebih merupakan pengembangan dari metodologi Studi Islam klasik.yang mana bukan berarti sebelumnya belum pernah ada sama sekali tapi merupakan pengembangan dari sesuatu yang telah ada sebelumnya.
Tulisan ini mendiskusikan prinsip-prinsip MSI sebagai mata kuliyah mandiri dan dasar-dasar teoretik pendekatan sosiologi pengetahuan dalam pengkajian islam khususnya ilmu kalam dan ushul fiqh.
B. Metode vs metodologi
Metodologi berasal dari tiga kata yunani, meta, hetodos, dan logos. Meta berarti menuju, melalui, dan mengikuti. Hetodos berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu. Metode merupakan langkah-langkah praktis dan sistematis yang ada dalam ilmu-ilmu tertentu yang sudah tidak dipertanyakan lagi karena sudah bersifat aplikatif. Metode dalam sebuah ilmu dapat mengantarkan seseorang untuk mencapai kebenaran dalam ilmu tersebut.
Ketika metode digabungkan dengan kata logos maknanya berubah. Logos berarti ”studi tentang” atau “teori tentang”. Oleh karena itu metodologi bukan sekedar kumpulan cara yang sudah diterima tapi berupa kajian tentag metode. Dalam metodologi dibicarakan kajian tentang cara kerja ilmu pengetahuan.pendek kata, bila dalam metode tidak ada perdebatan, refleksi, dan kajian atas cara kerja ilmu pengetahuan, sebaliknya dalam metodologi terbuka luas untuk mengkaji, mendebat dan merefleksi cara kerja suatu ilmu. Maka dari itu metodologi menjadi bagian dari sistematika filsafat, sedangkan metode tidak.
Bila demikian terkait dengan Studi Islam yang benar metodologi atau metode? Kedua-duanya benar tergantung maksud dan tujuan penggunaan istilah itu. Istilah Metodologi Studi Islam digunakan ketika seseorang ingin membahas kajian-kajian seputar ragam metode yang bisa digunakan dalam studi islam. Metodologi Studi Islam mengenalkan metode-metode yang sebatas teoretis. Seseorang yang mempelajarinya juga belum menggunakannya dalam praktek berbeda halnya dengan istilah Metode Studi Islam yang digunakan ketika seseorang telah menetapkan sebuah metode dan akan menggunakannya secara konsisten dalam kajian keislamannya.
Itulah perbedaan antara metode dan metodologi, pendeknya, Metode Studi Islam merupakan aplikasi seseorang dari salah satu metode yang telah dipilihnya dalam mengkaji islam. Metode Studi Islam tidak lagi mengandung perdebatan seputar metode yang digunakannya. Ia cukup menerima dan menggunakannya secara konsisten. Sementara Metodologi Studi Islam sangat teoritis dan dapat diperdebatkan .
C. Simpati dan empati
Tuntutan akan perlunya pengembangan Metodologi Studi Islam memang tidak berdiri sendiri namun juga dipengaruhi oleh perkembangan studi agama-agama di dunia. Sebagaimana dimaklumi, sejak kolonialisme gulung tikar dan mandapat ancaman keras pada pertengahan abad ke-20, kajian-kajian agama di barat berubah tujuan. Bila semula dimanfaatkan untuk mendukung kolonialisme, sejak berakhirnya kolonialisme kajian agama dilakukan semata-mata untuk kepentingan ilmiah. Perubahan itu begitu mencolok sejak era 1960-an dimana Studi agama-agama mulai diakui sebagai sebuah disiplin dengan berdasar pada keragaman teori, metode, dan data-data agama yang dibantu oleh disiplin lain dalam ilmu-ilmu sosial humaniora.
Studi agama sebagai disiplin baru memiliki akar kajian pada empat rumpun ilmu, diantaranya:
1. Ilmu-ilmu humaniora tradisional seperti filologi, filsafat, kritik teks dan sejarah.
2. Ilmu-ilmu teologi seperti studi bible dan sejarah gareja
3. Ilmu-ilmu sosial seperti antropologi, linguistik, psikologi
4. Studi kawasan terutama studi ketimuran seperti asia timur,asia selatan, asia tenggara dan timur tengah.
Keempat rumpun ilmu itu bersatu padu memperkaya studi agama dibarat.akhirnya lambat tapi pasti, studi agama menjadi sebuah aktifitas akademik dibanyak universitas dibarat. Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini biasanya mempelajari aspek tertentu dari agama tertentu misalnya aspek bahasa, sejarah, geografi, ekonomi, politik, geologi dan sosiologi dari suatu agama.
Perkembangan studi agama di barat itu berpengaruh besar pada studi islam di tanah air. Islam adalah agama yang luas dan kompleks. Islam tidak hanya mengatur persoalan fiqh, tapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, pemikiran, ekonomi, politik, pendidikan dan yang lainnya. Itu sebabnya, upaya untuk memahamiislam tidak bisa dilakukan hanya dari satu aspek saja. Setiap aspek perlu dikaji dengan metode yang tepat dan pendekatan yang relevan.
Mempelajari islam dalam konteks kehidupan modern bagaikan melihat sebuah benda dalam ruangan gelap.kembali pada pertanyaan bagaimana wujud MSI yang tepat? Dari berbagai pandanga yang ada, dapat diringkas sebagai berikut:
a. Untuk kajian yang bersifat doktriner, metode yang telah dirintis sejak zaman asy-syafi’i dengan ilmu ushul fiqh lengkap dengan segala cabangnya ,pengembangan di sana-sini bisa dilakukan sepanjang relevan dengan kebutuhan zaman.
b. Untuk kajian yang bersifat kebudayaan, dalam arti mencakup wilayah kreasi manusia terkait dengan kebutuhan keberagamaannya dapat menggunakan metode yang sudah berkembang dalam penelitian budaya.
c. Untuk kajian yag bersifat sosial kemasyarakatan dapat digunakan metode yang sudah berkembang dalam ilmu-ilmu sosial.
Diterbitkan di: 02 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa harus ada pendekatan dalm mata kuliah studi islam? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    metode apa sajakan yang digunakan dalam memepelajari studi islam? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dapat kah islam didekati dengan ilmiah? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara memperoleh pengetahuan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pendekatan sering di akui oleh masyarakat Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.