Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian al-ariyah (pinjam meminjam)

Pengertian al-ariyah (pinjam meminjam)

oleh: alimasykur    
ª
 
BAB. 1
PINJAM-MEMINJAM (العارية)

Pinjam meminjam atau yang dalam istilah disebut ‘ariyah ialah transaksi atas manfaat suatu barang tampa imbalan dalam arti sederhana ialah memnyerahkan suatau wujud barang untuk dimanfaat tampa imbalan.
Sehubungan dengan ta’rif di atas maka bila barang yang dimanfaatkan itu harus dengan imbalan tertentu dia dinamai sewa menyewa atau ijarah, bukan ariyah. Karena yang ditransaksikan dalam hal ini hanya manfaatnya, yang dapat dikuasai oleh yang meminjam hanyalah manfaatnya sedangkan wujud bendanya tetap milik bagi yang punya yang harus dikembalikan. Bila yang dikembalikan itu bukan wujud barangnya, tetapi nilai atau harganya atau dalam bentuk lain, tidak dinamakan pinjam-meminjam, tetapi utang piutang.
Transaksi dalam bentuk ariyah ini adalah suatu usaha tolong menolong oleh karena itu hukumnya boleh atau mubah sapanjang yang demikian itu dilakukan sesuai dengan ketetuanya. Dasar kebolehanya dari alquran adalah umum firman Allah dalam surat al-maidah ayat 2.
وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الاِثم والعدوان
Dan bertolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan untuk suatu dosa dan permusuhan.
Dalil dari hadist nabi adalah apa yang disampaikan oleh ya’la bin umayah menurut riwayat ahmad, abu daud dan al-nasai:
عن يعلى بن اميه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اذا اتتك رسلى فاعطهم ثلاثين درعا قلت يارسول الله اعارية مضمونة او عارية مؤداة قال بل عارية مؤداة
Dari ya’la bin umayyah yang berkata : berkata rosululloh SAW. Bila datang kepadamu utusanku berikanlah kepada mereka tiga puluh baju besi, saya berkata : apakah pinjaman yang dijamin atau pinjaman yang dibayar, nabi menjawab, pinjaman yang dibayar.

Hadits Nabi yang lain adalah apa yang dilakukan oleh Nabi menurut yang disampaikan Anas:
كان فزع بلمدينة فاستعار التى صلى الله عليه و سلم فرسا من ابى طلحة
Suatu ketika terjadi keadaan yang menakutkan di madinah, maka Nabi meminjam kuda dari Abu Thalhah.
Alasan mubahnya hukum ‘ariyah itu adalah untuk memudahkan pergaulan hidup manusia dengan jalan tolong menolong dan tidak ada pihak yang dirugikan. Transaksi dalam bentuk ‘ariyah ini telah terlaksana dengan ucapan atau tindakan yang menunjukan telah terjadi saling suka sama suka diantara pihak-pihak yang melakukan transaksi.
Unsur yang terlibat dalam transaksi ini adalah :
1. المعيرPemilik barang yang menyerahkan manfaat barangnya yang disebut orang yang meminjamkan.
2. المسعيرOrang yang menggunakan manfaat dari harta yang dipinjamkan yang disebut n peminjam.
3. Baik peminjam atau yang meminjamkan disyaratkan keduanya telah berkemampuan untuk bertindak dan berbuat kebajikan dan mampu membuat perjanjian, yaitu telah dewasa, berakal sehat, cakap atas harta dan berbuat dengan kesadaran dan pilihan sendiri dan tidak dalam keadaan terpaksa.
4. Sedangkan syarat untuk barang yang dipinjamkan adalah dapat dimanfaatkan tampa mengurangi wujud barangnya, dapat diserahkan dan dimanfatkan untuk kepentingan yang tidak bertentangan dengan agama.
Hal ini mengandung arti bahwa bila barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan seperti rumah yng tiak dapat dipakai atau setelah dimanfaatkan wujudnya berkurang atau hilang seperti sebuah korek api, atau tidak dapat diserahkan seperti masih dalam jaminan pihk tertentu atau manfaatnya manimbulkan kerusakan seperti sebuah bom, maka transaksi tersebut tidak sah.
Barang yang dipinjam dapat dipinjamkan atau disewakan oleh peminjam selama yang demikian tidak akan mengurangi manfaatnya dan telah ada persetujuan dari pemiliknya dan dapat dikembalikan sewaktu diminta oleh pemiliknya, tidak dapat menjual atau menghibahkanya karena yang dimilikinya hanyalah manfaatnya dan bukan barangnya. Barang yang dipinjam berada dalam tanggungan si peminjam dan bila rusak atas kelalaian si peminjam maka si peminjam harus menggantinya.
Waktu peminjaman sesuai dengan perjanjian. Bila pinjaman tidak ditentukan waktunya peminjam boleh mengembalikanya bila dia telah mampu mengembalikanya. Namun si peminjam dapat meminta kembalikan barang yang dipinjamkan selama tidak merugikan pihak yang meminjam. Umpamanya meminta kembali lahan pertanian menjelang masa panen.
Diterbitkan di: 31 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    manfaat ariyah dong apaan? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.