Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Teknik-teknik sampling

oleh: abrahamishaq     Pengarang : Drs. Cholid Narbuko Drs. H. Abu Achmadi
ª
 
TEKNIK-TEKNIK SAMPLING
Pada dasarnya ada dua macam teknik sampling: yaitu teknik Random Sampling dan Non Random Sampling. Dala tulisan ini akan dijelaskan secara singkat keduanya untuk memberkan petunjuk praktis bagi para pembaca untuk melaksanakan penelitian sampling, seperti yang dijelaskan oleh Prof. Sutrisno Hadi, MA.
A. Teknik Random Sampling
Teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana semua individu populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Random sampling yang juga diberi istilah pengambilan sampel secara rambang atau acak yaitu pengambilan sampel yang tanpa pilih-pilih atau tanpa pandang bulu, didasarkan atas prinsip-prinsip matematis yang telah diuji dalam praktek. Karena dipandang sebagai teknik sampling yang paling baik dalam penelitian.
Sampel yang diperoleh secara rambang lebih mantap bila dibanding dengan insidental, sebab cara ini kurang menggunakan prinsip ilmiah yang baik.
Dalam praktek, prosedur random sampling meliputi:
1) Cara undian
2) Cara ordinal
3) Cara randomisasi dari tabel bilangan random
Untuk memperoleh gambaran akan dijelaskan singkat mengenai tiga prosedur tadi
1) Cara undian
Pengambilan sampel secara undian ialah seperti layaknya orang melaksanakan undian. Adapun langkah-langkahnya adalah:
a. Membuat daftar yang berisi semua subjek, objek, peristiwa atau kelompok-kelompok yang akan diselidiki
b. Member kode yang berupa angka-angka untuk semua yang diselidiki dalam no 1)
c. Menulis kode tersebut masing-masing pada selembar kertas kecil
d. Menggulung setiap kertas kecil berkode tersebut.
e. Memasukkan gulungan-gulungan kertas tersebut ke dalam kaleng atau tempat sejenis
f. Mengocok baik-baik kaleng tersebut
2) Cara Ordinal
Cara ini dilakukan dengan memilih nomor-nomor genap atau kelipatan tertentu. Langkahnya:
a. Membuat daftar yang berisi semua subjek, objek peristiwa atau kelompok yang akan diselidiki lengkap dengan nomor urutnya
b. Mengambil nomor-nomor tertentu, misalnya nomor-nomor gasal atau genap semua nompr-nomor kelipatan tertentu
3) Cara randomisasi dan Tabel Bilangan Random
Cara ini menuntun para peneliti untuk memilih anggota sampel dengan langkah:
a. Membuat daftar nomor dan nama subjek
b. Membuat tabel yang berisi nomor-nomor subjek
c. Menjatuhkan pensil secara sembarang pada petak-petak tabel yang berisi nomor-nomor sampai diperoleh sebanyak anggota sampai dibutuhkan
Ditinjau dari terbatas tidaknya populasi, maka random sampling dibedakan menjadi random sampling tak terbatas dan terbatas. Random sampling tak terbatas adalah populasinya yang sudah terdaftar secara keseluruhan tanpa memilih anggota sampel, tanpa menggunakan syarat-syarat tertentu.
Karenanya disebut juga random sampling tak bersyarat. Sedang yang lain disebut random sampling terbatas atau random samling bersyarat, yaitu pengambilan sample yang bukan dari seluruh daerah atau cluster populasi.
B. Teknik Non Random Sampling
Teknik non random sampling adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua angota polulasi diberi kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. Penelitian-penelitian pendidikan, psikologi, ada kalanya menggunakan teknik ini, karena pertimbangannya faktor-faktor tertentu misalnya: umur, tingkat kesewasaan, tingkat kecerdasan, dan lain-lain.
1. Macam-macamnya
Semua teknik sampling yang tidak tergolong dalam random sampling adalah tergolong dalam jenis-jenis teknik sampling non random. Macam-macam sampling dalam non random sampling adalah:
a) Proportional sampling
b) Stratified sampling
c) Purposive sampling
d) Quota sampling
e) Double sampling
f) Area probability sampling
g) Cluster sampling

Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
a) Teknik Proportional sampling
Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel dari tiap-tiap sub populasi dengan memperhitungkan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. Cara ini dapat member landasan generalisasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada apabila tanpa memperhitungkan besar-kecilnya sub populasi dan tiap-tiap sub populasi

b) Teknik Stratified Sampling
Teknik ini biasa digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat
Penelitian pendidikan sering menggunakan teknik ini, misalnya apabila meneliti tingkat-tingkat pendidikan tingkat kelas
Langkah-langkahnya:
a. Mencatat banyaknya tingkatan yang ada dalam populasi
b. Menentukan jumalh tingkatan pada sampel berdasarkan a) tersebut
c. Memilih anggota sampel dari masing-masing tingkatan pada a) dengan teknik proportional sampling
Contoh:
Penelitian untuk mengetahui prestasi belajar rata-rata suatu SMP maka samplenya adalah murid kelas I, II, dan kelas III
Sampel yang diperoleh denga teknik itu, disebut sratified sampel
c) Teknik Pusposive Sampling
Teknik ini berdasarkan pada ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang diperkirakan mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat yang ada dalam populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Jadi ciri-ciri atau sifat-sifat spesifik yang ada atau dilihat dalam populasi dijedikan kunci untuk mengambil sampel

d) Teknik Quota Sampling
Teknik ini menghendaki pengambilan sampel dengan mendasarkan diri pada Quontum (di Indonesia = kontum). Peneliti harus terlebih dahulu menetapkan jumlah subjek yang akan diselidiki. Subjek-subjek populasi harus ditetapka kriterianya untuk menetapkan criteria sampel
e) Teknik Double Sampling
Yaitu pengambilan sampel yang mengusahakan adanya sampel kembar. Yang dimaksud dengan sampel kembar adalah sampel yang diperoleh misalnya secara angket (terutama angket yang dikirim lewat pos). dari cara itu, ada angket yang kembali dan ada yang tidak kembali. Masing-masing kelompok dicatat , kemudia bila angket yang tidak kembali dipertegas dengan individu. Jadi sampling kedua ini berfungsi mencek sampling pertama (yang angketnya kembali)

f) Teknik Area Probality Sampling
Teknik ini menhendaki cara pengambilan sampel yang mendasarkan pada pertimbangan area (daerah-daerah) yang ada pada populasi. Artinya daerah yang ada pada populasi di bagi-bagi menjadi beberapa daerah kecil
Sampel yang diperoleh dengan teknik ini disebut area sampel.
g) Teknik Cluster Sampling
Teknik ini menghendaki adanya kelompok-kelompok dalam pengambilan sampel berdasrkan atas kelompok-kelompok yang ada pada polulasi. Jadi populasi sengaja -dipandang berkelompok-kelompok, kemudia kelompok itu tercermin dalam sampel

Diterbitkan di: 28 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisa gak saya minta daftar pustaka dari buku ini? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.