Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Observasi atau pengamatan

Observasi atau pengamatan

oleh: abrahamishaq     Pengarang : Sukarwati
ª
 
Observasi atau pengamatan
Observasi dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta yang berdasarkan pengamatan peneliti. Macam-macam observasi sangat tergantung dari problem dan tujuan penelitian. Dalam banayak pengalaman, observasi dapat dibedakan berdasarkan beberap a criteria. Misalnya, kalau observer (pengamat) terlibat dalam observasi, maka criteria ini dapat dibedakan menjadi :
(1) Observer menjadi pengikut serta atau pelaku dalam sasaran (participant observer) misalnya untuk melakukan observasi atas kehidupan masyarakat desa, maka peneliti harus hidup di dalam masyarakat itu sendiri, menjadi salah seorang pelaku. Penelitian ilmu-ilmu social-ekonomi seperti antropologi, dan seringkali peneliti tinggal di desa berhari-hari untuk memahami kehidupan sampel secara utuh
(2) Observasi dimana observer hanya menjadi penonton saja (non participant). Untuk melakukan observasi atas kehidupan masyarakat desa tersebut di atas, observer tidak perlu menjadi penduduk desa tersebut, melainkan cukup ia melakukan peninjuan-penunjaun (atau tinggal sementara di desa itu). Berdasarkan criteria penguasaaan situasi, observasi seperti ini dapat dibedakan menjadi:
a. Observasi diatur terlebih dahulu (controlled observation) observasi ini dimaksudkan untuk memahami sifat-sifat umum, aspek-aspek penting, controlled observation ini merupakan inti dari metode eksperimen, karena setiap peristiwa yang terjadi diamati dengan cermat oleh peneliti
b. Observasi yang tidak diatur terlrbih dahulu (uncontrolled observation)

Syarat-syarat melakukan observasi

Agar pekerjaan observasi ini memperoleh hasil yang baik, maka syarat-syarat di bawah ini harus dipenuhi
1. Peneliti perlu menguasai teknik-teknik tertentu dalam observasi
2. Peneliti pelu bekerja seefisien mungkin
3. Peneliti perlu melakukan observasi pada keadaan yang wajar, dalam arti bahwa dalam melakukan observasi hendakna yang diobservasi adalah hal-hal yang sewajarnya dan ada padanya. Hindarkan jawaban yang ektremdan mentimpang.
4. Peneliti perlu menggunakan waktu yang cukup. Waktu yang cukup ini sangat diperlukan agar petugas yang mengadakan observasi tidak tergesa-gesa, sehingga apa yang dilihat dan dicatat itu adalah peristiwa yang sebenarnya
5. Peneliti harus mampu mengumpulkan informasi yang menyeluruh. Oleh karena itu rancangan observasi yang mataang, waktu yang cukup, dana dan daya yang memadai sangatlah diperlukan.

Alat-alat yang diperlukan sebelum melakukan observasi
1. Buku catatan : sering disebut sebagai field notes hendaknya berbentuk buku saku supaya mudah menyimpannya, untuk mencatat semua peristiwa yang dianggap penting.
2. Alat memotret : untuk mendokumentasikan kegiatan dengan gambar, atau foto, karena tidak setiap kejadian dapat diitulis dengan daftar isian maupun pada saat wawancara
3. Peta daerah survei : peta adalah penting dan sangat membantu peneliti untuk mengenal daerah yang bersangkutan, dan bagi pembaca laporan penelitian maka dengan peta akan cepat diketahui karakteristik daerah penelitian secara cepat.
4. Jadwal waktu : dengan jadwal waktu diharapkan rencana pekerjaan dapat diatur lebih cermat sehingga tahap demi tahap observasi dapat segera dikontrol pelaksanaannya
5. Perlatan lain yang dianggap perlu : misalnya obat-obatan, peta daerah, kompas, alat tulis, alat penelitian, izin penelitian, dan sebagainya.

Keuntungan dan kelemahan observasi
Keuntungan observasi : bahwa sasran yang diobservasi tidak menunjukkan tingkah laku yang dibuat-buat, sehingga kewajaran dan kebenaran keadaan diperoleh akan tinggi. Dengan demikian peneliti yang baik akan memperoleh hasil observasi dengan baik pula
Kelemahan observasi :
1. Melalui observasi orang belum mengetahui latar belakang yang terdapat pada sasaran
2. Karena sebelumnya tidak mengetahui adanya ciri-ciri atau sifat-sifat khas yang terdapat pada sasaran, maka observasi akan meminta waktu dan tenaga yang banyak. Konsekuensinya, dipelukan biaya yang relatif mahal
3. Peristiwa-peristiwa yang ada dalam proses kadang-kadang susah diobservasi, misalnya mengamati gejala inflasi, gejala pengusahaan usaha pertanian atau gejala lain yang masih dalam proses (belum berhenti) akan mengalami kesulitan karena gejala tersebut mungkin setiap saat akan berubah.
Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas (terutama untuk mengetahui latar belakang persoalan), maka observasi perlu dibantu dengan mengadakan wawancara.

Diterbitkan di: 28 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hasil dari observasi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa observasi sangat penting dilakukan? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.