Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Persamaan dan perbedaan antara hadist dan sunah rasululah saw

Persamaan dan perbedaan antara hadist dan sunah rasululah saw

oleh: RadenSaid    
ª
 
Persamaan sunnah dan hadist
Apakah hadits Nabi sama dengan sunnah Nabi. Secara umum hadits Nabi dapat dipahami identik dengansunnah Nabi. Para ahli hadits dan banyak di antara kita menyamakan keduanya. Tetapi penyamaan ini sebenarnya terjadi akibat perkembangan yang dilalui oleh sunnah dan hadits Nabi. Untuk kepentingan fiqih dan penetapan hukum, kedua-duanya sama-sama datang dari Rosululah SAW yang digunakan sebagai hujjah oleh orang-orang islam sebagai sumber kedua setelah al qur’an.
Tokoh yang disebut-sebut sebagai peletak dasar perumusan, yang menyamakan al-sunnah dengan al-hadis adalah Muhammad bin Idris al-Syafi’i. Baginya sunnah Nabi yang dapat dijadikan sumber hukum ialah yang datang dalam bentuk hadits, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pebedaan sunnah dan hadist
para Ulama Ushul Fiqih membedakannya. Mereka mengartikan sunnah Nabi sebagai segala sesuatu yang datang dari Nabi Saw, selain al-Qur’an, baik berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir Nabi yang layak untuk dijadikan dalil hukum syar’I ( memiliki nilai hukum ), Jadi menurut ulama ushul , tidak semua hadits dapat dinyatakan sebagai sunnah Nabi
Dr. Taufiq Shidqi sebagaimana dikutip Prof. Hasbi al-Shiddiqi misalnya, mendefinisikan sunnahsebagai garis kerja (khiththah) dan jalan yang diikuti. Maka yang dinamakan sunnah Nabi ialah jalan yang beliau praktekkan terus menerus dan diikuti oleh para sahabatnya. Sementara hadits menunjuk kepada perkataan yang diriwayatkan oleh seorang atau dua orang, serta tidak menjadi pegangan atau amalan umum.
Memang, tidak bisa diingkari bahwa jumhur ulama sering menggunakan kedua istilah(sunnah dan hadits) tersebut secara bergantian. Demikian pula antara keduanya terdapat kontinuitas. Namun mempersamakan keduanya secara mutlak adalah kurang tepat. Hadis adalah laporan verbal tentang prilaku dan pemikiran (ucapan) Nabi. Sedangkan sunnah Nabi adalah way of life Nabi secara utuh. Ia merupakan keseluruhan prilaku, akhlak dan kepribadian Nabi yang menjadi uswah hasanah, yang merupakan hasil pemahaman terhadap pesan (wahyu) Allah, dan teladan beliau dalam melaksanakan pesan tersebut. Hadis diketahui melalui penuturan verbal yang ditransmisikan melalui sanad. Sedangkan sunnah diketahui selain dari dokumen hadis dan biografi Nabi, juga tidak kalah pentingnya melalui kajian sosio historis, dalam konteks mana tindakan dan ucapan Nabi itu hadir.
Dengan demikian sunnah Nabi bukan sekedar laporan verbal tentang Nabi, tetapi ia lebih sebagai hukum-hukum tingkah laku yang dideduksi dari laporan tersebut secara utuh. Maka atas dasar pengertian ini sunnah Nabi lebih merupakan penunjuk arah dari pada sebagai peraturan yang memiliki kandungan khusus secara mutlak. Ia lebih tepat dikatakan sebagai konsep pengayoman, dan oleh karenanya dapat diinterpretasikan secara dinamis. Hal ini disimpulkan dari kenyataan bahwa sunnah Nabi itu memiliki konteks sosio historis, dan dalam prekteknya tidak ada dua buah kasus yang benar-benar sama persis latar belakang situasionalnya
Diterbitkan di: 28 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa persamaan hadis dengan sunnah ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa terjadi perbedaan tentang tokoh yang menjadi peletak dasar ilmu hadits diroyah? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.