Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Sisa-SISA GOLONGAN MURJIAH

Sisa-SISA GOLONGAN MURJIAH

oleh: Yakussa    
ª
 
GOLONGAN MURJI'AH

Golongan ini sudah lama hilang, tetapi pengaruhnya pada Islam ortodoks masih kuat dan kekal. Sepeti kebanyakan golongan-golongan, kaum murji’ah memiliki sejarah politik. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau menjalani hidup dengan serius. Mereka tidak mau ikut campur dalam perselisihan melawan dinasti umayah, dengan dalih bahwa sesungguhnya mereka itulah para penguasa negeri muslim, dan mereka adalah umat Islam yang percaya pada ketauhidan Tuhan dan kerosulan Muhammad. Oleh karena itu, mereka mengatakan bahwa seorang muslim yang baik harus menghindar dari perang-perang yang ditimbulkan oleh Syiah dan Khawarij. Nama Murji’ah berarti orang yang menunda (hukum, hingga hari akhir ketika rahasia-rahasia hati semuanya akan diungkap). Di zaman Abasiyah ketika persoalan kepemimpinan tidak begitu dipermasalahkan mereka memperlihatkan toleransi antar sesama di bidang agama.
Mereka tidak begitu peduli dengan dosa-dosa orang lain. Hanya ada satu dosa yang tak diampuni, yakni politeisme. Yang paling menjadi persoalan menurut mereka adalah keimanan. Menurut mereka iman merupakan sesuatu yang pada hekekatnya terdapat pada iman itu sendiri. Dosa besar tidak bisa merusak iman, sebaliknya perbuatan baikpun tidak bisa menambah keimanan seseorang. Secara tegas mereka menyatakan bahwa zina dan mencuri tidak akan menghalangi seorang mukmin dalam menyatu dengan Tuhannya di surga.
Doktrin Islam yang disepakati, yaitu bahwa seseorang yang melakukan dosa-dosa besar tidak dianggap kafir, dia tetap muslim dengan apa yang telah diperbuatnya, jika dia bertaubat, akan diterima oleh Tuhan, jika dia tidak meninggakan dosa-dosanya maka dia akan dijauhkan dari kasih sayang Tuhan, banyak pertentangan antara doktrin Murji’ah dan Khawarij. Yang menyatakan bahwa dosa besar akan menyebabkan masuk neraka. Hal ini merupakan sebagian dari toleransi Islam yang luar biasa dalam batasan-batasan tertentu. Asalkan seseorang itu menerima dua tuntutan mendasar dalam Islam yaitu keesaan Tuhan dan kerosulan Muhammad, maka penyimpangan dari jalan yang benar akan diampuni, meskipun ditegaskan pula, ini tidak berarti disetujui. Dalam berbagai hal pelaku dosa besar dijamin dengan syafaat Nabi di hari pembalasan.

Diterbitkan di: 24 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.