Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Model Pengembangan Kurikulum Terbaru

Model Pengembangan Kurikulum Terbaru

oleh: Adenbagoes     Pengarang : soni
ª
 
Model-Model Pengembangan Kurikulum
Berikut ini akan diuraikan tentang beberapa model pengembangan kurikulum.
1. Model Administratif (Line-Staff)
Model pengembangan kurikulum ini berdasarkan pada cara kerja atasan-bawahan (top-down) yang dipandang efektif dalam pelaksanaan perubahan, termasuk perubahan kurikulum.
Model pengembangan kurikulum administratif, kita dapat menandai adanya dua kegiatan di dalamnya: (a) menyiapakan seperangkat dokumen kurikulum baru, dan (b) menyiapkan instalasi atau implementasi dokumen.

2. Model Grass-Roots
Model ini dikenal juga dengan nama rakyat biasa (grass-roots) semua inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum dari bawah. Model gross-root adalah model bottom-up (dari bawah ke atas). Model kurikulum gross-root cendrung berlaku dalam sistem pendidikan yang kurikulumnya bersifat desentralisasi atau memberikan peluang terjadinya desentralisasi sebagian. Model pengembangan kurikulum grass-root dapat mengupayakan pengembangan sebagian komponen-komponen kurikulum dapat sebagian dari keseluruhan komponen, dapat pula dari seluruh komponen kurikulum.

3. Model Beuchamp
Peran guru dalam pengembangan kurikulum diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan berikut:
1. Merumuskan tujuan khusus pengajaran berdasarkan tujuan-tujuan kurikulum diatasnya dan karakteristik pebelajar, mata pelajaran/bidang studi, dan karakteristik situasi kondisi sekolah/kelas.
2. Merencanakan kegiatan pembelajaran yang dapat secara efektif membantu pebelajar mencapai tujuan yang ditetapkan.
3. Menerapkan rencana/program pembelajaran yang dirumuskan dalam situasi pembelajaran yang nyata.
4. Mengevalusi hasil dan proses belajar pada pebelajar.
5. Mengevaluasi interaksi antara komponen-komponen kurikulum yang dimplementasikan.
4. Model Arah Terbalik Taba (Taba’s Inverted Model)
Menurut model Taba, pengembangan kurikulum dilaksanakan dalam lima langkah:
1. Membuat unit-unit percobaan (producing pilot units).
2. Menguji unit-unit eksperimen (testing experimental units).
3. Merevisi dan mengkonsolidasi.
4. Mengembangkan jaringan kerja.
5. Memasang dan mendeseminasi unit-unit baru.
5. Model Rogers
Rogers mengemukakan model pengembangan kurikulum yang disebut dengan Model Relasi Interpersonal Roger (Rogers Interpersonal Relation Model).
Model Relasi Interpersonal Roger ini terdiri dari empat langkah pengembangan kurikulum, yakni: (i) pemilihan satu sistem pendidikan sasaran, (ii) pengalaman kelompok yang intensif bagi guru, (iii) pengembangan suatu pengalaman kelompok yang intensif bagi satu kelas atau unit pelajaran, dan (iv) melibatkan orang tua dalam pengalaman kelompok yang intensif.
Roges lebih mementingkan kegiatan pengembangan kurikulum daripada rancangan pengembangan kurikulum tertulis, yakni melalui aktivitas dan interaksi dalam pengalaman kelompok intensif yang terpilih.

Diterbitkan di: 19 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.