Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Implikasi SCL( Student Centered Learning)dalam Pengembangan Kurikulum

Implikasi SCL( Student Centered Learning)dalam Pengembangan Kurikulum

oleh: JossJaya     Pengarang : Endang Nugraheni (heni@mail.ut.ac.id)
ª
 

Berkaitan dengan implikasi terhadap pengembangan kurikulum, pembelajaran yang berfokus
pada siswa mencakup pengertian bahwa siswa memiliki pilihan tentang apa yang akan dipelajari dan
bagaimana mempelajarinya. Namun sejauh mana hal itu dapat dilaksanakan di ruang kuliah
univeritas tatap muka perlu dicermati lebih lanjut. Upaya yang dapat dilakukan adalah penstrukturan
mata kuliah menjadi bentuk modul-modul yang dapat memberikan kesempatan memilih kepada
siswa tentang pokok bahasan yang ingin mereka pelajari pada suatu waktu (O’Neill & McMahon,
2005). Selanjutnya, Donnelly dan Fitzmaurice (2005) menekankan pentingnya siswa terlibat seawal
mungkin dalam disain kurikulum. Kelemahan yang perlu dicermati adalah kecenderungan berlebih
atas konsep individualitas yang memiliki kemungkinan menjauhkan siswa dari kemampuan
kerjasama dan keterampilan sosial lainnya.
Salah satu pendekatan disain kurikulum berbasis SCL adalah Problem-Based Learning
(PBL), yang memungkinkan siswa memiliki pilihan dalam area program apa yang hendak dipelajari
(Lonka, 2000). Pendekatan tersebut memperbolehkan siswa menentukan seperangkat tujuan
pembelajaran dan hasil yang ingin dicapai berbasis pada pengetahuan awal yang telah mereka miliki.
Proses PBL yang melatih siswa untuk menyelesaikan permasalahan nyata akan mendorong siswa
untuk mengetahui kesenjangan pengetahuan dan pemahamannya. Pada akhirnya, siswa akan
terlatih dan mampu menentukan tujuan belajarnya sendiri (Boud & Feletti, 1997).
Praktek yang dilakukan secara meluas berkaitan dengan disain pembelajaran adalah dengan
cara menuliskan tujuan belajar yang berfokus pada apa yang akan mampu dilakukan oleh siswa
setelah proses belajar, dan bukan pada materi apa yang akan dicakup dalam perkuliahan. Praktek
tersebut adalah contoh dari pergeseran pengembangan kurikulum yang menuju SCL, yang
cenderung menekankan pada peran siswa dibandingkan guru (Donnelly & Fitzmaurice, 2005).
Berikutnya, O’Neill dan McMahon, (2005) mencontohkan penulisan tujuan pembelajaran yang
menggunakan pendekatan SCL
Diterbitkan di: 02 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.