Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Manajemen Sekolah

oleh: sangsuksess     Pengarang : suyono
ª
 

Fungsi manajemen sebagai suatu karakteristik dari pendidikan muncul
dari kebutuhan untuk memberikan arah kepada perkembangan, baik secara
kualitatif maupun kuantitatif dalam operasional sekolah. Seorang kepala
sekolah yang manajemen sekolah tanpa pengetahuan manajemen pendidikan
tidak akan bekerja secara efektif dan efisien, jauh dari mutu dan
keberhasilannya tidak akan meyakinkan.
Dewasa ini kekuatan yang mempengaruhi sekolah-sekolah sedang
mempercepat tingkat perluasan tanggung jawab, dan membantu operasinya
lebih rumit. Unit-unit operasi yang lebih besar serta hubungan yang lebih
dekat dan langsung dengan lembaga- lembaga sosial lain, ataupun dengan unitunit
lain dari sistem sekolah membuat pengetahuan dan keterampilan
manajemen menjadi suatu keharusan.
Dalam melaksanakan kegiatannya, sekolah memiliki berbagai garapan.
Oleh karena itu, diperlukan keteraturan dalam melaksanakan kegiatankegiatan
tersebut, sehingga kegiatan itu termasuk ke dalam bidang garapan
yang sesuai. Manajemen sekolah memiliki garapan yang meliputi:
a. Manajemen kurikulum dan Program Pengajaran
Kurikulum di sekolah merupakan penentuan utama kegiatan
sekolah. Berbagai kegiatan di sekolah, mulai dari dibukanya pintu sekolah
sampai bel pulang, demikian juga dengan siswa yang mulai masuk
sekolah, mereka melakukan kegaitan belajar berdasarkan kurikulum yang
berlaku dan selalu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi. Kurikulum yang dirumuskan harus sesuai dengan filsafat
dan cita-cita bangsa, perkembangan siswa, tuntutan dan kemajuan
masyarakat.
Sucipto dan Raflis mengemukakan, kurikulum dapat diartikan
secara sempit dan luas. Dalam pengertian sempit, kurikulum diartikan
sebagai sejumlah mata pelajaran yang diberikan di sekolah, sedangkand
alam arti laus kurikulum adalah semua pengalaman belajar yang diberikan
sekolah kepada siswa selama mereka mengikuti pendidikan di sekolah.
Dalam arti luas ini berarti segala usaha sekolah untuk memberikan
pengalaman belajar kepada siswa dalam upaya menghasilkan lulusan yang baik secara kuantitatif maupun kualitatif tercakup dalam pengertian
kurikulum.
Perkembangan kurikulum di Indonesia melahirkan undang-undang
No. 20 tentang sistem pendidikan nasional, peraturan pemerintah Nomor
19 Tahun 2005 tentang badan standar pendidikan nasional disusul
penmendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi, permendiknas
No. 23 tentang standar kompetensi kelulusan dan undang-undang nomor
24 tentang pelaksanaan permendiknas nomor 22 dan 23.
Wawasan kepala sekolah dan guru harus mendalam,
berpengetahuan luas, paham akan fungsi pendidikan, sebab tujuan
pendidikan itu sendiri bersumber dari fungsi dasar pendidikan yang
meliputi:
- Pengembangan individu yang meliputi aspek-aspek hidup pribadi, etis,
estates, emosional dan fisis.
- Pengembangan cara berpikir dan teknik penyelidikan yang berkenan
dengan kecerdasan yang terlatih.
- Pemindahan warisan budaya, menyangkut nilai-nilai fisik dan moral
bangsa.
- Pemenuhan kebutuhan sosial yang vital yang menyambung kepada
kesejahteraan ekonomi, sosia l, politik dan lapangan kerja
Sedang untuk menjamin efektivitas pengembangan kurikulum dan
program pengajaran, kepala sekolah sebagai pengelola program
pengajaran bersama-guru-guru harus menjabarkan isi kurikulum secara
rinci dan operasional ke dalam program tahunan, program semester, pecan
efektif, silabus dan RPP yang wajib dikembangkan guru sebelum
melakukan KBM, dengan mengacu pada prinsip:
- Tujuan yang dikehendaki harus jelas, makin operasional tujuannya,
makin mudah terlihat dan tepat program-program yang dikembangkan.
- Program itu harus sederhana dan fleksibel.
- Program-program yang disusund an dikembangkan harus sesuai
dengan tujuan yang telah ditetapkan.
- Program yang dikembangkan harus menyeluruh dan harus jelas
pencapaiannya.
- Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program di sekolah. 
Berkaitan dengan prinsip-prinsip di atas maka harus dilakukan
pembagian tugas guru, penyusunan calendar pendidikan dan jadwal
pelajaran, pembagian waktu, penetapan pelaksanaan evaluasi belajar,
penilaian, kenaikan kelas/ lulusan, pencatatan kemajuan belajar dan
pengisian waktu kosong.
Diterbitkan di: 21 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.