Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

oleh: BintuNahel    
ª
 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki fungsi utama yaitu
mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi
perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), social dan
emosional.
Selain itu, PAUD memilii peranan yang strategis bagi
kelangsungan proses pendidikan selanjutnya karena PAUD hakekatnya
merupakan basic atau pra pondasi bagi proses pendidikan selanjutnya.
Pendidikan anak pada usia dini menjadi sangat penting, terutama
untuk perkembangan jasmani dan rohani anak, dimana perkembangan yang terjadi dalam manusia sangat pesat pada tahun-tahun awal
kehidupannya sebagai anak. Pada usia 0-4 tahun, seorang anak sudah
membentuk 50% intelegensi yang akan dimiliki setelah dewasa usia 18
tahun. Oleh karena itu dapat dipahami bila usia 4 tahun pertama dalam
perkembangan anak disebut sebagai usia keemasan (golden age) artinya
pada usia-usia tersebut selain gizi yang cukup dan layanankesehatan yang
baik rangsangan intelektual-spiritual amat diperlukan bagi anak
selanjutnya.
Masa usia dini sebagai masa kritis perkembangan intelektual,
kepribadian dan perilaku social sehingga rangsangan pada saat-saat itu
mempunyai dampak yang lama pada diiri seseorang. Berikut adalah
tahapan berkembangan berdasar aspek perkembangan anak prasekolah
(usia dini).
1) Perkembangan Jasmani
Dengan bertambahnya usia, perbandingan antar bagian tubuh
akan berubah. Dengan bertambahnya usia, letak grativitas makin
berada dibawah tubuh. Dengan demikian bagi anak yang makin
berkembang usianya, keseimbangan tersebut ada ditungkai bagian
bawah.Gerakan anak pra sekolah lebih terkendali dan terorganisasi
dalam pola-pola, seperti menegakkan tubuh dalam posisi berdiri,
tangan dapat terjuntai secara santai, dan mampu melangkahkan kaki
dengan menggunakan tungkai dan kaki. Terbentuknya pola-pola
tingkah laku ini memungkinkan anak untuk berespon dalam berbagai
situasi.
Kecepatan perkembangan jasmani dipengaruhi oleh gizi,
kesehatan dan lingkungan fisik lain, misalnya tersedianya alat
permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk
melatih berbagai gerakan.
Keterampilan motorik kasar dan halus sangat pesat
kemajuannya pada tahapan anak pra sekolah. Keterampilan motorik
kasar adalah koordinasi sebagian besar otot tubuh, misalnya
melompat, jungkat-jungkut dan berlari. Keterampilan motorik halus
adalah koordinasi bagian kecil tubuh terutama tangan. Keterampilan
motorik halus misalnya kegiatan membalik halaman buku,
menggunakan gunting dan menggabungkan kepingan apabila bermain
puzzle.2) Perkembangan Kognitif
Kognitif merupakan pengertian yang luas mengenai aktivitas
berfikir dan mengamati. Namun dalam pengertian yang sederhana,
kognitif senantiasa diartikan sebagai kecerdasan berfikir. Jadi kognitif
merupakan bentuk tingkah laku yang menyebabkan orang memperoleh
pengetahuan atau yang dibutuhkan untuk menggunakan
pengetahuan.
Perkembangan kognitif merupakan pertumbuhan kemampuan
merancang, mengingat, dan mencari penyelesaian masalah yang
dihadapi, kemampuan anak untuk mengkoordinasikan berbagai macam
cara berfikir yang dimiliki untuk menyelesaikan berbagai masalah.
Yang tentunya kemampuan anak-anak usia dini dalam memecahkan
tidak sama dengan usia dewasa.
3) Perkembangan Bahasa
Seiring tumbuh dan bekembangnya diri seorang anak,produk
bahasa mereka turut meningkat dalam segi kuantitas, keluasan dan
keruimitannya. Mempelajari perkaembangan bahasa umumnya
ditunjukkan pada rangkaian dan percepatan perkembangan serta
factor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa sejak usia bayi
dan kehidupan selanjutnya.Anak prasekolah pada umumnya sudah mampu
meengembangkan keterampilan bicara melalui percakapan yang dapat
menarik perhatian orang lain. Secara bertahap anak-anak berubah dari
melakukan ekspresi suara saja, lalu berekspresi dengan komunikasi,
dan hanya dari berkomunikasi dengan menggunakan gerakan dan
isyaratuntuk menentukan kemauannya berkembang menjadi
komunikasi melalui ujaran yang tepat dan jelas.
4) Perkembangan Emosi dan Social
Setiap orang memiliki emosi, baik berupa rasa senang, marah
dan lain-lain dalam menghadapi lingkungan sekitarnya. Dalam periode
prasekolah, anak dituntut untuk menyesuaikan diri dengan berbagai
orang dari berbagai tatanan yaitu keluarga, teman sebaya dan sekolah.
Perkembangan emosi berhubungan dengan seluruh aspek
perkembangan anak.
Pada tahap ini emasi yang dimiliki anak prasekolah lebih rinci
yang dipengaruhi oleh berbagai macam factor, pertama adalah
kesadaran kognitifnya telah meningkat yang memungkinkan
pemahaman terhadap lingkungan berbeda dari tahapan semula, serta
daya imajinasi atau daya khayalnya lebih berkembang. Selain itu ada
hal-hal lain yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu,
perkembangan wawasan social dimana teman-teman sebaya mulai
memiliki pengaruh dalam kehidupan sehari-hari anak.Orang tua atau keluarga dalam perkembangan anak merupakan
lingkungan social pertama yang dikenal oleh anak, atau dapat
dikatakan bahwa seorang anak mengenal kehidupan social pertamatama
di dalam lingkungan keluaraga. Adanya interaksi anatara anggota
keluarga yang satu dengan yang lain itu menyebabkan bahwa seorang
menyadari bahwa ia berfungsi sebagai individu dan juga mahluk
social.
Diterbitkan di: 16 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa anak PAUD dikatakan usia ke emasan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.