Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan Islam

Prinsip-Prinsip Supervisi Pendidikan Islam

oleh: BintuNahel    
ª
 

Seorang supervisor dalam melaksanakan tugasnya, harus
berpegang teguh pada prinsip -prinsip yang kokoh, demi kesuksesan
tugasnya dalam pelaksanaannya, yaitu:
1) Prinsip Fundamental (Dasar)
Setiap pemikiran, sikap dan tindakan seorang supervisor, harus
berlandaskan sesuatu yang kokoh. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila
adalah falsafah hidup dan dasar negara. Sehingga bagi supervisor,
Pancasila adalah sebagai prinsip fundamentalnya. Oleh karena itu,
setiap supervisor pendidikan Indonesia, harus bersikap konsisten dan konsekuen dalam pengalaman-pengalaman sila-sila pancasila secara
murni dan konsekuen.
2) Prinsip Praktis:
a) Prinsip-Prinsip Positif
1) Supervisi harus dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif.
Sebagai seorang supervisor, harus menghargai kepribadian
guru. Dalam pembicaraan-pembicaraan bersama ia memberi
kesempatan kepada guru- guru untuk melahirkan pikiran, perasan
dan pendapatnya. Keputusan-keputusan diambil dengan jalan
musyawarah.
2) Supervisi harus kreatif dan konstruktif
Supervisor harus menyadari bahwa setiap guru pasti
mempunyai kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu
hendaklah ia berusaha memberikan dorongan kepada guru-guru
untuk mengembangkan kelebihan-kelebihan itu dan dalam
kelompok bersama mereka mencari jalan keluar untuk
memperbaiki kekurangan-kekurangan.
3) Supervisi harus scientific dan efektif
Dalam menghadapi masalah hendaklah supervisor
bersikap scientific. Supervisor, harus membantu guru-guru
dalam mempersiapkan pelajaran yang diberikan, dalam menggunakan alat-alat pelajaran, serta menyusun tes bagi siswa
secar efektif.
4) Supervisi harus dapat memberi perasaan aman kepada guruguru.
Perasaan yang dimaksud disini adalah tidak hanya pada
perasaan lahir atau fisik, tetapi aman pada spikis, tidak tertekan,
tidak merasa dikejar-kejar tugas, bebas untuk mengeluarkan
pendapat dan sebagainya.
5) Supervisi harus berdasarkan kenyataan
Bahwa titik tolak dari segala usaha adalah keadaan yang
riil dan sebenarnya, bukan keadan yang dikhayalkan, situasi
yang nyata, potensi-potensi material, dan potensi-potensi
manusia yang sebenarnya ada.
6) Supervisi harus memberi kesempatan kepada supervisor dan
guru- guru untuk mengadakan Self Evaluation.
Supervisor yang menginginkan orang lain berkembang,
harus pula dapat mengembangkan dirinya sendiri. Supervisor
harus secara jujur dapat menganalisa dan menilai kemampuan
dan hasil yang telah dicapainya dan harus pula dapat menilai
kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
b) Prinsip-Prinsip Negatif
Prinsip -prinsip negatif ini, merupakan larangan bagi seorang
supervisor, yaitu, sebagai berikut:
1) Supervisor harus tidak boleh bersifat otoriter.
2) Supervisor tidak boleh mencari kesalahan pada guru-guru.
3) Supervisor tidak boleh menganggap dirinya lebih dari guru-guru
dalam cara-cara guru mengajar.
4) Supervisor tidak boleh terlalu banyak memperhatikan hal-hal
kecil dalam cara guru- guru mengajar.
5) Supervisor tidak boleh lekas kecewa, bila ia mengalami
kegagalan.
Oleh karena itu, seperti yang dikatakan oleh Moh. Rifai, MA.
Untuk menjalankan tindakan-tindaka n supervisi pendidikan dengan
sebaik -baiknya, seorang supervisor, hendaknya memperhatikan prinsipprinsip
sebagai berikut:
a. Supervisi hendaknya bersifat konstruktif, yaitu pada yang dibimbing
dan diawasi harus menimbulkan dorongan untuk bekerja.
b. Supervisi harus didasarkan atas keadaan dan kenyataan yang
sebenarnya (realistis, mudah dilaksanakan).
c. Supervisi harus didasarkan pada hubungan professional, bukan atas
dasar hubungan pribadi.
d. Supervisi harus selalu memperhitungkan kesanggupan, sikap dan
mungkin prasangka guru-guru atau pegawai sekolah.
e. Supervisi tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil, dan tidak
boleh lekas merasa kecewa.
f. Supervisi hendaknya bersifat preventif, korektif, dan kooperatif.
Diterbitkan di: 15 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.