Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Fungsi- fungsi supervisi pendidikan

Fungsi- fungsi supervisi pendidikan

oleh: irzu    
ª
 
Berikut ini, adalah fungsi- fungsi supervisi pendidikan tersebut,
yang diuraikan secara rinci:
1. Mengkoordinasi Usaha Sekolah
Oleh kerena perubahan terus menerus terjadi, maka kegiatan
sekolah juga makin bertambah. Usaha- usaha sekolah makin
menyebar, jadi perlu adanya koordinasi yang baik terhadap semua
usaha sekolah, yang dimaksud usaha sekolah, misalnya :
a. Usaha Tiap Guru
Ada sejumlah guru yang mengajar dibidang dan setiap guru
ingin mengemukakan idenya dan meguraikan materi pelajaran
menurut pendangan ke arah peningkatan. Usaha- usaha yang
bersifat individu perlu dikoordinas. Itulah funsi supervisi.
b. Usaha-Usaha Sekolah.
Dalam menentukan kebijakan, merumuskan tujuan-tujuan
atas setiap kegiatan sekolah termasuk progam-progam sepanjang
tahun ajaran, perlu adanya koordinasi yang baik
c. Usaha Bagi Pertumbuhan Jabatan.
Tiap guru ingin bertumbuh dalam jabatannya. Melalui
membaca buku-buku dan gagasan-gagasan baru guru-guru ingin
belajar terus menerus.
2. Melengkapi Kepemimpinan Sekolah.
Dalam masyarakat demokratis kepemimpinan itu perlu
dikembangkan. Kepemimpinan itu suatu keterampilan yang harus
dipelajari dan itu harus melalui latihan terus menerus dengan melatih
dan melengkapi guru-guru agar mereka memliki keterampilan dalam
kepemimpinan di sekolah.
3. Memperluas Pengalaman Guru-guru.
Akar dari pengalaman terletak pada sifat dasar manusia,
manusia selalu mencapai kemajuan yang semaksimal mungkin.
seorang yang akan jadi pemimpin bila ia mau belajar dari pengalaman nyata dilapangan, melalui pengalaman baru ia dapat belajar untuk
memperkaya dirinya dengan pngalamn baru.
4. Menstimulasi Usaha yang Kreatif.
Usaha kretif bersumber pada pandangan tentang menusia, semua
orang percaya pada manusia diciptakan dengan potensi untuk
berkembang dan berkarya. Supervisi bertugas untuk menciptakan
suasana yang memungkinkan. Guru-guru dapat berusaha
meningkatkan potensi kreatifitas dalam dirinya. Kemampuan untuk
menstimulasi guru-guru dapat berusaha agar mereka tidak hanya
berdasarkan instruksi atasan, tapi mereka adalah pelaku aktif dalam
kegiatan belajat mengajar.
5. Memberikan Fasilitas dan Penilaian terus menerus.
Untuk meningkatkan sumber daya diperlukan penilaian terus
menerus, melalui penelitian dapt diketahui kelemahan dan kelebihan
dari hasil dan proses belajar mengajar. Penilaian itu harus bersifat
menyeluruh continue.
6. Menganalisis situasi Belajar.
Supervisi diberikan dengan tujuan tertentu, tujuanya adalah
untuk memperbaiki situasi belajar mengajar, agar usaha memperbaiki
situasi belajar dapat tercapai, maka perlu analisis hasil dan proses
pembelajaran
7. Memberi Pengetahuan dan Keterampilan baru kepada setiap Anggota
Staf.
Setiap guru mempumyai potensi dan dorongan untuk
berkembang. Kebanyakan potensi-potensi tidak berkembang karena
berbagai factor, baik faktor obyektif maupun faktor subyektif.
Supervisi memberikan dorongan stimulasi dan membantu guru-guru
mengembangkan pengetahuan dalam keterampilan hal mengajar.
8. Memadukan dan Meyelaraskan tujuan-tujuan Pendidikan dan
Membentuk Kemampuan.
Untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi harus berdaskan pada
tujuan sebelumnya. Setiap guru pada suatu saat sudah harus mampu
mengukur kemampuannya. Mengembangkan kemampuan guru-guru
adalah salah satu fungsi supervisi pendidikan.
M. Ngalim Purwanto, juga mengemukakan fungsi-fungsi supervisi
pendidikan dengan rincian sebagai berikut:
1. Dalam Bidang Kepemimpinan:
a. Menyusun rencana dan policy bersama.
b. Mengikut sertakan anggota kelompok (guru, murid dan karyawan)
dalam berbagai kegiatan.
c. Memberi bantuan kepada anggota kelompok dalam menghadapi dan
memecahkan persoalan. d. Dan lain-lain.
2. Dalam Hubungan Kemanusiaan:
a. Memanfaatkan kesalahan yang pernah dialaminya untuk dijadikan
pelajaran demi perbaikan selanjutnya.
b. Mengarahkan anggota kelompok pada sikap dan demokratis.
c. Membantu mengatasi kekurangan ataupun kesulitasn yang dihadapi
anggota kelompok.
d. Dan lain-lain.
3. Dalam Pembinaan Proses Kelompok :
a. Mengenal masing- masing pribadi anggota kelompok baik
kelemahan maupun kemampuannya .
b. Menimbulkan dan memelihara sikap percaya antara sesame
anggota maupun antara anggota dengan pemimpinya.
c. Memupuk sikap dan kesedihan tolong menolong.
d. Memperbesar rasa tanggung jawab para anggota.
4. Dalam Bidang Administrasi Personal:
a. Menempatkan personal pada tempat dan tugas yang sesuai dengan
kecakapan dan kemampuan masing-masing.
b. Mengusahakan susunan kerja yang menyenangkan dan
meningkatkan daya kerja serta hasil maximal
5. Dala m Bidang Evaluasi:
a. Menguasai teknik-pengumpulan data untuk memperoleh data yang
lengkap, benar dan dapat dioleh menurut norma - norma yang ada.
b. Menafsirkan dan menyimpulkan hasil-hasil penilaian yang
mendapat gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan
mengadakan perbaikan-perbaikan.

Diterbitkan di: 15 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.