Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Metode Discovery (Penemuan Terbimbing)

Metode Discovery (Penemuan Terbimbing)

oleh: sangbahagia     Pengarang : Suko Prayogi
ª
 

Metode penemuan terbimbing sering disebut metode discovery,
dalam metode penemuan terbimbing, para siswa diberi bimbingan singkat
untuk menemukan jawabannya. Harus diusahakan agar jawaban atau hasil
akhir itu tetap ditemukan sendiri oleh siswa (Suyitno, 2004:5).
Jika siswa belajar menemukan sesuatu dikatakan ia belajar melalui
penemuan. Bila guru mengajar siswa tidak dengan memberitahu tetapi
memberikan kesempatan atau berdialog dengan siswa agar ia menemukan
sendiri, cara guru mengajar demikian disebut metode penemuan (Ruseffendi,
1980)
Metode penemuan merupakan komponen dari suatu bagian praktik
pendidikan yang seringkali diterjemahkan sebagai mengajar heuristik, yakni
suatu jenis mengajar yang meliputi metode-metode yang dirancang untuk
meningkatkan rentangan keaktifan siswa yang lebih besar, berorientasi
kepada proses, mengarahkan pada diri sendiri, mencari sendiri, dan refleksi
yang sering muncul sebagai kegiatan belajar. Metode penemuan adalah poses
mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip.
Proses mental yang dimaksud adalah mengamati, mencerna, menggolong22
golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur dan membuat
kesimpulan.
Metode penemuan sebagai metode belajar mengajar digunakan
dalam kegiatan belajar mengajar dengan tujuan sebagai berikut.
a. Meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam memperoleh dan
memproses perolehan belajar.
b. Mengarahkan para siswa sebagai pelajar seumur hidup.
c. Mengurangi ketergantungan kepada guru sebagai satu-satunya sumber
informasi yang diperlukan oleh para siswa.
d. Melatih para siswa mengeksplorasi atau memanfaatkan lingkungan
sebagai sumber informasi yang tidak pernah tuntas digali.
Kata penemuan sebagai metode mengajar merupakan penemuan
yang dilakukan oleh siswa. Siswa menemukan sendiri sesuatu yang baru, ini
tidak berarti yang ditemukannya benar-benar baru, sebab sudah diketahui oleh
orang lain (Suyitno, 2004:5).
Metode Discovery memungkinkan para siswa menemukan sendiri
informasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan instruksional. Ini
berarti berpengaruh terhadap peranan guru sebagai penyampai informasi
kearah peran guru sebagai pengelola interaksi belajar mengajar kelas.
Ditandai pula bahwa metode penemuan tidak terlepas dari adanya keterlibatan
siswa dalam interaksi belajar mengajar.
Diterbitkan di: 14 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana kalau gaya penemuanterbimbing di gunakan untuk materi renang gaya dada? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.