Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Model pembelajaran Quantum Learning

Model pembelajaran Quantum Learning

oleh: sangbahagia    
ª
 
Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta
didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar,
media dan evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah perubahan prilaku dan tingkah
laku yang positif dari peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar,
seperti: perubahan yang secara psikologis akan tampil dalam tingkah laku (over
behaviour) yang dapat diamati melalui alat indera oleh orang lain baik tutur
katanya, motorik dan gaya hidupnya. Model pembelajaran Quantum Learning tipe Kinesthetic adalah salah satu
model pembelajaran yang cocok untuk diterapkan dalam Mata Diklat Algoritma
dan Pemrograman karena lebih mengutamakan skill bukan hanya materi sebagai
hafalan. Disini peneliti akan memfokuskan pada model pembelajaran kinestetik
karena ini sesuai dengan mata diklat yang digunakan sebagai bahan kajian peneliti
yang menggunakan komputer sebagai salah satu fasilitas yang penting dalam
proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut
seberapa penting gaya belajar kinestetik diterapkan pada Mata Diklat Algoritma
dan Pemrograman.
Dengan menggunakan Quantum Learning memungkinkan pengajar untuk
menciptakan lingkungan belajar yang positif, rileks, aman (mendukung),
penjelajahan (Exploratory), dan menggembirakan. Penggunaan fisik dalam
aktivitas Quantum Learning juga sangat bermanfaat seperti adanya
gerakan-gerakan yang dilakukan siswa dalam belajar sehingga siswa tidak merasa
bosan, terobosan dalam belajar, perubahan keadaan belajar, menggunakan
permainan-permainan untuk menghidupkan suasana belajar, adanya estafet dalam
belajar (hands-on), serta partisipasi dari para siswa dalam kegiatan belajar
mengajar. Penggunaan Quantum Learning mengharuskan suasana belajar yang
nyaman, cukup penerangan, baik secara visual sehingga dapat meningkatkan
antusiasme siswa dalam belajar, serta diiringi dengan alunan musik yang
membuat siswa semakin rileks dan nyaman saat belajar. DePorter dan Henarcki
(2009: 15).
Sekolah sebagai suatu institusi atau lembaga pendidikan idealnya harus
mampu melakukan proses edukasi, sosialisasi, dan transformasi. Dengan kata
lain, sekolah yang bermutu adalah sekolah yang mampu berperan sebagai proses
edukasi (proses pendidikan yang menekankan pada kegiatan mendidik dan
mengajar), proses sosialisasi (proses bermasyarakat terutama bagi anak didik),
dan wadah proses transformasi (proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih
baik atau lebih maju).

Diterbitkan di: 12 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisakah pembelajaran quantum learning diterapkan untuk anak SD kelas 2 yah... Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.