Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Menyusun RANCANGAN PEMBELAJARAN

Menyusun RANCANGAN PEMBELAJARAN

oleh: Sejathi     Pengarang: Drs. MAhmudi Bajuri; M.Ag
ª
 
Merancang Pembelajaran, Dari Mana Dimulai ?
Bagi sebagian guru, kegiatan pembelajaran “rasanya” sudah menjadi kegiatan rutin. Pada umumnya (sebagian besar guru) langsung menyusun rancangan pembelajaran dengan membuka rancangan pembelajaran tahun-tahun sebelumnya, atau bahkan tanpa rancangan sama sekali. Setelah itu dimulailah kegiatan mengajar –yang umumnya dilakukan dengan cara ceramah—secara rutin setiap minggu, memberikan tes, dan ujian, memasukkan nilai ujian dan kemudian menunggu surat tugas mengajar tahun berikutnya.
Sementara itu kita mengetahui adanya lima variable pembelajaran yang utama, yakni:
a. Tujuan Pembelajaran
b. Isi Ajaran
c. Rancangan Pembelajaran
d. Cara Mengajar
e. Evaluasi Hasil Belajar
Tujuan pembelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran. Semua kegiatan pembelajaran yang lain, misalnya isi ajaran, cara mengajar, organisasi pembelajaran dan bentuk evaluasi harus mengacu pada tercapainya tujuan pembelajaran.
Dengan demikian kegiatan pertama dalam merancang pembelajaran adalah menetapkan dan memerinci tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran dimulai dan berfokus pada penetapan tujuan pembelajaran. Langkah berikutnya adalah menentukan pokok-pokok bahasan dan tugas ajaran yang harus diberikan pada siswa agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai.
2. Siapa dan Bagaimana Menetapkan Tujuan Intruksional Mata Pelajaran ?
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) merupakan bagian tidak terpisahkan dari tujuan yang lebih tinggi (tujuan Kurikuler, Institusional, Nasional). Sedangkan fungsi TPU adalah a) menunjukkan kedudukan pokok bahasan dalam kesatuan isi pengajaran, b) menyatakan ringkasan tujuan pokok bahasan, c) sebagai pedoman dalam menyusun sasaran belajar, d) sebagai pedoman menentukan kegiatan mengajar.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK), sasaran belajar merupakan pernyataan tujuan pembelajaran yang sangat rinci. Melalui TPK dapat diketahui macam isi ajaran dan tingkat perubahan prilaku yang diharapkan. Untuk itu TPK harus menyatakan sesuatu yang teramati, terukur, dan operasional. Penulisan TPK sedikitnya menyatakan tentang (a) isi materi ajaran (b) tingkat unjuk kerja yang diharapkan (c) prasyarat pengungkapan hasil kerja.
Perubahan yang hendak dicapai, tentunya secara ideal, diharapkan siswa mendaptkan perubahan secara menyeluruh, basik dalam pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), maupun ketrampilan (motorik).
Menurut Bloom, tingkat unjuk kerja (performance) kognitif dapat dipilahkan dalam enam jenjang, yaitu:
Tingkat Rendah
- Mengetahui (mengingat fakta, istilah, difinisi)
- Mengerti (mengerti bahan yang dipelajari, tanpa perlu menghubungkan dengan bahan lain)
- Menggunakan (menggunakan generalisasi yang sesuai dalam situasi yang konkrit)
Tingkat Menengah
- Menganalisis (penjabaran bahan kedalam bagian-bagian yang merupakan unsur pokok)
- Mensintesis (menggabungkan unsur-unsur kedalam struktur yang baru)
Tingkat Tinggi
- Mengevaluasi (mempertimbangkan nilai bahan untuk suatu maksud/tujuan tertentu)
Sedangkan menurut Gagne, tingkat prilaku kognitif adalah: penguasaan informasi verbal, kemahiran intlektual menuju ke penguasaan strategi kognitif. Dan menurut Merrill ada tiga, yaitu: Mengingat (mengetahui dan mengerti), Menggunakan dan Mengembangkan.
Diterbitkan di: 21 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.