Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Materi Pembelajaran Menulis Teks Drama dengan Pendekatan Kontekstual K

Materi Pembelajaran Menulis Teks Drama dengan Pendekatan Kontekstual K

oleh: Aamprogresif     Pengarang : Zulfah Muyassaroh
ª
 

Sesuai dengan jenjang pendidikan, sekolah menengah pertama (SMP)
materi yang diajarkan pun semakin mendalam. Salah satu kompetensi
pembelajaran sastra yang harus dicapai oleh siswa adalah menulis teks drama.
Adapun indicator yang harus dicapai oleh siswa adalah siswa mampu menulis teks
drama dengan menggunkan bahasa yang sesuai untuk mengembangkan
penokohan, menghidupkan konflik, dan manghadirkan latar yang mendukung.
Bahan pembelajaran yang digunakan adalah materi tentang menulis teks
drama. Materi tersebut, terdiri atas bagian-bagian teks drama dan langkah-langkah
menulis teks drama. Teks drama memiliki bagian-bagian judul, deskripsi
penokohan, babak (yang terdiri atas prolog, monolog/dialog, dan epilog), dan
penunjuk pementasan. Istilah prolog, monolog, dan epilog dikemukakan oleh
Suharianto (2005-65) yang menyatakan bahwa prolog adalah penjelasan yang
disamapaikan sebelum suatu pertunjukkan dimulai. Monolog adalah percakapan
33
yang dilakukan oleh seorang pelaku. Dan epilog adalah penjelasan yang diberikan
pada akhir suatu pertunjukkan atau pementasan.
Langkah-langkah menulis teks drama dimulai dari merumuskan tema atau
gagasan, mendeskripsikan penokohan atau memberi nama-nama tokoh, membuat
garis besar isi cerita, mengembangkan garis besar isi cerita ke dalam dialogdialog,
membuat petunjuk pementasan yang baiasanya ditulis dalam tanda kurung
maupun dapat ditulis dengan huruf miring atau huruf capital semua, dan memberi
judul pada teks drama yang sudah ditulis
Adapun pemilihan bahan naskah drama yang diajarkan harus memenuhi
kriteria tertentu. Waluyo (2001:199) mengemukakan pemilihan bahan naskah
drama untuk diajarkan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Sesuai dan menarik bagi tingkat kematangan jiwa murid.
2) Tingkat kesulitan bahasanya sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa murid
yang akan menggunakannya. Jika bahasanya terlalu sulit, maka apresiasi tidak
mungkin akan dapat dibina.
3) Bahasanya sedapat mungkin menggunakan bahasa yang standar, kecuali jika
cerita memang memasalahkan penggunaan dialek. Penggunaan dialek sedikit
mungkin tidakklah begitu jelek, tetapi jika dapat dihindarkan sebaiknya
dihindari.
4) Isinya tidak bertentangan dengan haluan Negara kita
5) Naskah hendaknya mempunyai cirri-ciri yaitu adanya masalah yang jelas,
adanya tema yang jelas, adanya perwatakan peranan, adanya penggunakan
34
kejutan yang tepat, bertolak dari gagasan murni penulis, dan menggunakan
bahasa yang baik.
Diterbitkan di: 21 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    percakapan yang dilakukan diakhir pertunjukan drama disebut Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    orang yang berhasil dalam bidang penulisan sastra disebut.... paragraf yang baik adalah paragraf yang mengandung .... Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    percakapan yang dilakukan diakhir pertunjukan drama disebut Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah sinonim aktor? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan antara deks drama dan teks teater? apakah keduanya disamakan atau dibedakan? jelaskan! Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    prolog Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    percakapan yang dilakukan di akhir pertunjukan drama disebut Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tolong kasih contoh dari epilog, monolog, dan prolog Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.