Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Student Centre Learning (SCL)

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Student Centre Learning (SCL)

oleh: Aamprogresif     Pengarang : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
ª
 

KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta
cara penyampaian (proses pembelajaran) berikut dengan
penilaiannya yang dipergunakan agar tahapan pencapaian
kompetensi lulusan terwujud.
Laboratorium yang difasilitasi Jurusan diharapkan dapat
melakukan pengembangan materi dan proses
pembelajaran, dan dosen anggota dimasing -masing
laboratoirum berperan sebagai motivator, komunikator,
dinamisator, dan fasilitator pelaku pelaksanaan KBK
dengan SLC-nya di masing-masing matakuliah yang
diampunya.
Pembelajaran yang menitik beratkan pada ”proses belajar”
dipahami bertumpu pada aktifitas belajar mahasiswa
(Student Centered Learning – SCL), yaitu suatu bentuk
pembelajaran yang pada intinya menggerakkan mahasiswa
untuk bertumbuh pemikiran, ketrampilan, dan sikapnya
menurut kapasitasnya, dan dosen berperan sebagai
Fasilitator dan Motivator. Dosen membimbing mahasiswa
dengan menyeleksi-menerangkan bahan ajar dan alatmedia
ajar sehingga mahasiswa itu sendiri dapat
mempelajari bahan ajar dengan menggunakan alat -media
tersebut, untuk mencapai tujuan pembelajaran secara
mandiri. Di samping itu, dosen bertanggung -jawab
menciptakan suasana akademik yang kondusif untuk
kegiatan pembelajaran.
Mahasiswa belajar melalui pendekatan penyelesaian
problem secara kreatif. Mahasiswa dihadapkan pada
masalah nyata di bidang pertanian dan ilmu yang terkait
dan dan diberi tugas untuk menyelesaikannya sebagai
suatu cara pembelajaran . Dosen diharapkan dapat
menerima kesalahan dalam proses pembelajaran sebagai
hal yang wajar dan memotivasi untuk memperbaiki
secara terus menerus. Jadi proses pembelajaran yang
diterapkan benar -benar menyatu dengan materi
pembelajaran yang diformat sesuai dengan dimensi
pengetahuan dan dimensi proses kognitif secara benar
menurut empat pilar pembelajaran.
Diterbitkan di: 17 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    di vakultas ini ada jalur beasiswa apa ga ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    insyaallah 11 Februari 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.