Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Pedagogik

oleh: Aamprogresif     Pengarang: Drs . Uyoh Sadulloh; M.Pd
ª
 

Seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik di sekolah, perlu memiliki
seperangkat ilmu tentang bagaimana ia harus mendidik anak. Guru bukan hanya sekedar
terampil dalam menyampaikan bahan ajar, namun disamping itu ia juga harus mampu
mengembangkan pribadi anak, mengembangkan watak anak, dan mengembangkan serta
mempertajam hati nurani anak. Pedagogik merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana membimbing anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan dengan anak didik, apa tugas pendidik dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan mendidik anak. Dalam bagian ini akan dibagai pengertian pedagogik, pendidikan dalam arti khusus dan arti luas. Pendidikan mengandung tiga aspek, yaitu mendidik, mengajar dan melatih, dan di bawah ini akan diuraikan perbedaan antara ketiga aspek tersebut, yaitu perbedaan antara mendidik, mengajar dan melatih.

Pendidikan dalam arti khusus
Pedagogik merupakan kajian pendidikan. Secara etimologi berasal dari kata Yunani “paedos”, yang berarti anak laki-laki dan “agogos” artinya mengantar, membimbing. Jadi pedagogik secara harfiah berarti pembantu anak laki-laki pada jaman Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian secara kiasan, pedagogik ialah seorang ahli, yang membimbing anak ke arah tujuan hidup tertentu. Menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda) pedagogik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu, yaitu supaya kelak ia “mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya”. Jadi pedagogik adalah Ilmu Pendidikan Anak Langveld (1980) membedakan istilah “pedagogik” dengan istilah “pedagogi”. Pedagogik diartikan dengan ilmu pendidikan, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak , mendidik anak. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan kepada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak. Pedagogik merupakan suatu teori yang secara teliti, kritis dan objektif mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan

Dalam bahasa Inggris istilah pendidikan digunakan kata “education”, biasanya istilah tersebut dihubungkan dengan pendidikan di sekolah, dengan alasan, bahwa di sekolah tempatnya anak dididik oleh para ahli yang khusus mengalami pendidikan dan latihan sebagai profesi. Kata education berhubungan dengan kata Latin “educere” yang berarti “mengeluarkan suatu kemampuan” (e = Keluar, ducere = yang memimpin), jadi berarti membimbing untuk mengeluarkan suatu kemampuan yang tersimpan dalam diri anak. Kata “educere” kita temukan dalam kata konduktor, yaitu seseorang yang “memimpin kereta api dalam perjalanan (kondektur)”. Dalam ilmu listrik, konduktor ialah bahan (biasanya logam) yang dapat “membawa aliran listrik. Dalam bahasa Belanda kita temukan untuk pendidikan akta “opvoeden” (op = ke atas, voeden = memberi makan) disini memberi makan diambil kiasannya, yaitu memberi makanan rohani untuk meningkatkan kecakapan dan derajat seorang anak. Dalam bahasa Jerman untuk mendidik dipakai kata “orziehen” (or = keatas, ziehen = menarik) jadi “orziehen” yang berarti “menarik keatas” menggambarkan secara kiasan, bahwa mendidik itu meningkatkan (menarik keatas) kecakapan dan derajat seseorang. Dalam arti khusus, Langeveld mengemukakan bahwa pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Ahmadi dan Uhbiyati (1991) mengemukakan beberapa definisi pendidikan sebagai berikut :
a. Menurut Prof. Hoogeveld, mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri.
b. Menurut Prof. S. Brojonegoro, mendidik berarti memberi tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan, sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani.
Pedagogik

c. Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Jadi pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa dalam membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Setelah anak menjadi dewasa dengan segala cirinya, maka pendidikan dianggap selesai. Pendidikan dalam arti khusus ini menggambarkan upaya pendidikan yang terpusat dalam lingkungan keluarga, dalam arti tanggung jawab keluarga. Hal tersebut lebih jelas dikemukakan oleh Drijarkara (Ahmadi, Uhbiyati, 1991) bahwa
a. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah – ibu – anak, dimana terjadi pemanusiaan anak. Dia berproses untuk memanusiakan sendiri sebagai manusia purnawan.
b. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah – ibu – anak, dimana terjadi pembudayaan anak. Dia berproses untuk akhirnya membudaya sendiri sebagai manusia purnawan
c. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah – ibu – anak, dimana terjadi pelaksanaan nilai-nilai, dengan mana dia berproses untuk akhirnya bisa melaksanakan sendiri sebagai manusia purnawan.
Menurut Drijarkara, pendidikan secara prinsip adalah berlangsung dalam lingkungan keluarga. Pendidikan merupakan tanggung jawab orang tua, yaitu ayah dan ibu yang merupakan figur sentral dalam pendidikan. Ayah dan Ibu bertanggung jawab untuk membantu memanusiakan, membudayakan, dan menanamkan nilai-nilai terhadap anak-anaknya. Bimbingan dan bantuan ayah dan ibu tersebut akan berakhir apabila sang anak menjadi dewasa, menjadi manusia sempurna atau manusia purnawan (dewasa)
Pedagogik(1), Drs . Uyoh Sadulloh, M.Pd 5
Rumah Ilmu Indonesia |www.rezaervani.com – http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
Dari uraian diatas, pedagogik pembahasannya terbatas pada anak, jadi yang menjadi objek kajian pedagogik adalah pergaulan pendidikan antara orang dewasa dengan anak yang belum dewasa, menurut Langeveld disebut “situasi pendidikan”. Jadi proses pendidikan menurut pedagogik berlangsung sejak anak lahir sampai anak mencapai dewasa (pengertian dewasa akan dijelaskan pada bagian pembahasan tujuan pendidikan). Pendidik dalam hal ini bisa orang tua dan/atau guru yang fungsinya sebagai pengganti orang tua, membimbing anak yang belum dewasa mengantarkannya untuk dapat hidup mandiri, agar anak dapat menjadi dirinya sendiri

Diterbitkan di: 11 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara menyamp[aikan materi,agar mudah di faham oleh anak didik / ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    sampaikan dengan penuh cinta 03 Mei 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    nilai pedagogis itu unsur apa saj yg akan dbhas disana mksdny jika mengenai gaya bahasa berarti yng dibahas majas litotes,hiperbola dan sebagainya,jika niliai pedagogis ini apa yng akan dibahas? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pembuatan skripsi dgn metode kualitatif...? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa arti dewasa secara rohani dan jasmani ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    secara rohani atinya mampu membedakan yg baik dan yg buruk dng baik shgg bisa bertindak baik dan benar,sdg jasmani atinya pertumbuhan yg sudah matang dan struktur tubuh yg sbgaimna manusia dewasa. 20 Oktober 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kemampuan proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika tapi masih terkait dengan obyek-obyek bersifat kongkrit merupakan ciri-ciri kemampuan anak berusia ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    paedagogi 30 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ringkasan tentang pedagogi ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    mendidk anak 30 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh pedagogik apa ya ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    contohnya siswa yang malas belajar matematika.dalam hal ini guru bertugas mencari tau penyebabnya,kemudian setelah guru mengetahui penyebabnya guru membimbing siswa agar rajin belajar matematika. 22 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    knp dalam ilmu olahraga pedagogi,dalam pendidikan pedagogik? nah penulisan yang benar itu pedagogik atau pedagogi??? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    yang benar adalah pedagogik 22 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa bedanya ilmu pedagogik dengan ilmu pendidikan ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    pedagogik pedidikan..atau membimbing anak ketujuan yang di ingikan org tua sianak ..tetapi tidak menyeluruh... dlm artian klo pendidian . merubah pola prilaku anak... dri yang tidak baik menjdi baik 08 Desember 2012
  1. Jawaban  :    Beda pedagogik dengan ilmu pendidikan ialah kalau pedagogik ilmu yang mempelajari tent.kepribadian,tingkah laku dan sifat anak didik sedangkan ilmu pendidikan ilmu yang mempelajari aspek pengetahuan,pemahaman anak didik. 22 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa saja yang yang harus dimiliki dalam pedagogik ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    mendidik,mengajar dan melatih 30 Juli 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. uci

    izin copy

    izin copy ya..

    0 Nilai 29 Oktober 2011
X

.