Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Cara meningkatkan motivasi siswa

Cara meningkatkan motivasi siswa

oleh: Sejathi    
ª
 
menurut Slameto cara meningkatkan motivasi siswa adalah:
1. Pergunakan pujian verbal
penerimaan sosial yang mengikuti suatu tingkah laku yang diinginkan dapat
menjadi alat yang cukup dapat dipercaya untuk mengubah prestasi dan tingkah
laku akademis ke arah yang diinginkan. Kata-kata seperti ‘bagus’, ‘baik’,
‘pekerjaan yang baik’, yang diucapkan segera setelah siswa melakukan tingkah
laku yang diinginkan atau mendekati tingkah laku yang diinginkan merupakan
pembangkit motivasi yang besar. Penerimaan sosial merupakan suatu penguat
atau insentif yang relatif konsisten. 2. Pergunakan nilai tes dalam nilai secara bijaksana
kenyataan bahwa tes dan nilai dipakai sebagai dasar berbagai hadiah sosial
(seperti penerimaan lingkungan, promosi, pekerjaan yang baik, uang yang lebih
banyak dan sebagainya) menyebabkan tes dan nilai dapat menjadi suatu
kekuatan untuk memotivasi siswa. Siswa belajar bahwa ada keuntungan yang
diasosiasikan dengan nilai yang tinggi. Dengan demikian, memberikan tes dan
nilai mempunyai efek dalam memotivasi siswa untuk belajar. Akan tetapi tes
dan nilai harus dipakai secara bijaksana yaitu untuk memberikan informasi pada
siswa dan untuk menilai penguasaan dan kemajuan siswa bukan untuk
menghukum atau membanding-bandingkannya dengan siswa lain.
Penyalahgunaan tes dan nilai akan mengakibatkan menurunnya keinginan siswa
untuk berusaha dengan baik.
3. Bangkitkan rasa ingin tahu siswa dan keinginannya untuk mengadakan
eksplorasi. Dengan mengajukan pertanyaan atau masalah-masalah, pegajar
dapat menimbulkan suatu konflik konseptual yang merangsang siswa untuk
bekerja. Motivasi akan berakhir bila konflik terpecahkan atau bila timbul rasa
bosan untuk memecahkannya.
4. Untuk tetap mendapatkan perhatian, sekali-kali pengajar dapat melakukan hal-
hal yang luar biasa, misalnya meminta siswa menyusun soal-soal tes,
menceritakan problem guru dan belajar dan sebagainya.
5. Merangsang hasrat siswa dengan jalan memberikan pada siswa sedikit contoh
hadiah yang akan diterimanya bila ia berusaha untuk belajar. Berikan pada

siswa penerimaan sosial, sehingga ia tahu apa yang dapat diperolehnya bila ia
berusaha lebih lanjut. Dalam menerapkan hal ini pengajar perlu membuat
urutan pengajaran sehingga siswa dapat memperoleh sukses dalam tugas-tugas
permulaan.
6. Agar siswa lebih mudah memahami bahan pengajaran, pergunakan materi-
materi yang sudah dikenal sebagai contoh.
7. Terapkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam konteks yang unik dan
luar biasa agar siswa jadi lebih terlibat.
8. Minta pada siswa untuk mempergunakan hal-hal yang sudah dipelajari
sebelumnya. Hal ini menguatkan belajar yang lalu dan sekaligus menanamkan
suatu pengharapan pada diri siswa bahwa apa yang sedang dipelajarinya
sekarang juga berhubungan dengan pengajaran yang akan datang.
9. Pergunakan simulasi dan permainan. Kedua hal ini akan memotivasi siswa
meningkatkan interaksi, menyajikan gambaran yang jelas mengenai situasi
kehidupan sebenarnya dan melibatkan siswa secara langsung dalam proses
belajar.
10. Perkecil daya tarik sistem motivasi yang bertentangan. Kadang-kadang agar
diterima oleh teman-temannya, siswa melakukan hal-hal yang tidak
diinginkan oleh pengajar. Dalam hal ini pengajar sebaiknya melibatkan
pimpinan siswa dalam aktivitas yang berguna sehingga teman-temannya akan
meniru melakukan hal-hal yang positif.

11. Perkecil konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan dari keterlibatan
siswa yaitu antara lain :
a. kehilangan harga diri karena gagal memahami suatu gagasan atau
memecahkan suatu permasalahan dengan tepat.
b. Ketidaknyamanan fisik seperti duduk terlalu lama, mendengar dalam
ruangan yang akustiknya buruk, dan melihat ke papan tulis terlalu jauh.
c. Frustasi karena tidak mungkin mendapatkan penguatan (reinforcement).
d. Teguran guru bahwa siswa tidak mungkin mengerti sesuatu.
e. Harus berhenti di tengah-tengah aktivitas yang menarik.
f. Harus melakukan ujian yang materi dan gagasan-gagasannya belum pernah
di ajarkan
g. Harus mempelajari materi yang terlalu sulit bagi tingkat kemampuannya.
h. Guru tidak melayani siswa akan pertolongan.
i. Harus melakukan tes yang pertanyaan-pertanyaannya tidak dapat dimengerti
atau yang soal-soalnya terlalu remeh.
j. Tidak mendapatkan umpan balik dari pengajar.
k. Harus belajar dengan kecepatan yang sama dengan siswa-siswa yang lebih
pandai.
l. Harus bersaing dalam situasi dimana hanya beberapa orang siswa saja yang
dapat sukses.
m.Dikelompokkan bersama siswa-siswa yang kurang pandai dibandingkan
dirinya.43
n. Harus duduk mendengarkan presentasi guru yang membosankan.
o. Harus menghadapi pengajar yang tidak menaruh minat pada mata pelajaran
yang diajarkannya.
p. Harus bertingkah laku dengan cara yang lain daripada tingkah laku model
(pengajar atau pimpinan siswa).
12. Pengajar perlu memahami dan mengawasi suasana sosial di lingkungan
sekolah karena hal ini besar pengaruhnya atas diri siswa.
13. Pengajar perlu memahami hubungan kekuasaan antara guru dan siswa,
seseorang akan dapat mempengaruhi motivasi orang lain bila ia memiliki
suatu bentuk kekuasaan sosial

Diterbitkan di: 10 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.