Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Disiplin

oleh: Aamprogresif     Pengarang : Achmad Abu Bakar
ª
 

Pengertian disiplin menurut Poerbakawatja adalah proses pengalaman atau
pengabdian kehendak-kehendak langsung, dorongan-dorongan keagamaan keinginan
atau kepentingan pada suatu cita-cita atau tujuan tertentu untuk mencapi efek yang
lebih besar.1
Sedangkan di dalam kamus mini bahasa Indonesia adalah latihan batin dan
waktu supaya mentaati tata tertib kepatuhan pada aturan.2
Adapun menurut Indrakusuma disiplin berarti adanya kesediaan untuk
memenuhi peraturan-peraturan dan larangan-larangan. Kepatuhan disini bukan hanya
patuh karena adanya tekanan-tekanan dari luar, melainkan kepatuhan yang didasari
oleh adanya kesadaran tentang nilai dan pentingnya peraturan dan hukum yang
berlaku.3
1 Soegarda Poerwakayatja dan H.A.H.Harahap, Ensiklopedi Pendidikan, (Jakarta : Gunung
Agung, 1976), h. 81
2 Muhammad Ali, Kamus Bahasa Indonesia Modern, (Jakarta : Pustaka Insani ), h. 323
3 Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan (Surabaya : Usaha Nasional, 1978),
h. 142
8
Pendapat dari ketiga tokoh di atas bahwasanya disiplin itu adalah suatu
kehendak atau keinginan dari dalam diri seseorang dan kesediaannya untuk
memenuhi peraturan-peraturan dan larangan-larangan, bukan hanya patuh karena
adanya tekanan-tekenan dari luar melainkan keinginan dari diri sendiri.
Untuk menjaga dan memelihara peraturan-peraturan tersebut diperlukan sikap
disiplin, dalam arti harus ditanamkan dan ditegakkan dengan baik dalam lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal maupun wadah yang potensial
untuk mengembangkan sikap disiplin. Soegarda berpendapat bahwa : “ Disiplin di
sekolah dapat diartikan sebagai pengawasan langsung terhadap tingkah laku bawaan
(pelajar-pelajar) dengan menggunakan sistem hukuman atau hadiah”.4
Thomas Gardon berpendapat bahwa disiplin dipahami sebagai perilaku dan
tata tertib yang sesuai dengan peraturan dan ketepatan, atau perilaku yang diperoleh
dari penelitian seperti misalnya “disiplin dalam kelas.”5
Rolani berpendapat dalam arti luas disiplin mencakup setiap macam
pengaruh yang ditunjukkan untuk membantu peserta didik agar dia dapat memahami
dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan juga penting tentang cara
penyelesaian tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta didik terhadap
lingkungannya. Dengan disiplin para peserta didik bersedia untuk tunduk dan
mengikuti peraturan tertentu dan menjahui larangan tertentu, kesediaan semacam ini
4 Soegarda Poerwakawatja, op.cit h.81
5 Thomas Gordon. (Terj), Mengajar anak berdisiplin diri dirumah dan di sekolah, (Jakarta :
Gramedia Puataka utama, 1996), h. 3
9
harus dipelajari dan harus secara sabar diterima dalam rangka memelihara
kepentingan bersama atau memelihara kelancaran tugas-tugas sekolah.6
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah
segala peraturan atau tata tertib yang telah di tetapkan oleh setiap lembaga (keluarga,
sekolah dll) yang harus di jalankan, ditegakkan dan dipatuhi oleh semua personil
yang ada dalam lembaga tersebut, sehingga kedisiplinan dapat berjalan dengan baik,
maka tujuan yang diharapkan serta dicita-citakan dapat tercapai secara optimal.
Penekanan disiplin dalam dunia pendidikan mutlak diperlukan, terutama untuk
mereka yang telah mengikuti pendidikan formal. Disiplin tidak hanya penting untuk
masyarakat secara keseluruhan tetapi juga bermanfaat bagi anggota masyarakat
secara individual.
Diterbitkan di: 07 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kedisiplinan salah satu syarat utama bagi bidan profesional Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.