Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Teori Budaya

Pengertian Teori Budaya

oleh: Adenbagoes     Pengarang : asnawi
ª
 
Teori Budaya adalah cabang antropologi dan semiotika (jangan bingung dengan sosiologi budaya atau kajian budaya) yang berusaha untuk mendefinisikan konsep heuristik budaya dalam operasional dan / atau istilah ilmiah.

Pada abad ke-19, "budaya" digunakan oleh beberapa untuk merujuk kepada berbagai macam kegiatan manusia, dan oleh orang lain sebagai sinonim untuk "peradaban". Pada abad ke-20, antropolog mulai berteori tentang budaya sebagai obyek analisis ilmiah. Beberapa menggunakannya untuk membedakan strategi adaptif manusia dari sebagian besar strategi adaptif naluriah hewan, termasuk strategi adaptif primata lain dan hominid non-manusia, sedangkan yang lain menggunakannya untuk merujuk pada representasi simbol dan ekspresi dari pengalaman manusia, dengan tidak ada nilai adaptif langsung . Kedua kelompok budaya dipahami sebagai definitif sifat manusia.

Menurut banyak teori yang telah mendapatkan penerimaan luas di kalangan ahli antropologi, pameran budaya cara manusia menginterpretasikan biologi mereka dan lingkungan mereka. Menurut sudut pandang ini, budaya menjadi seperti bagian integral dari eksistensi manusia bahwa itu adalah lingkungan manusia, dan perubahan yang paling budaya dapat dikaitkan dengan adaptasi manusia untuk peristiwa sejarah. Selain itu, mengingat bahwa budaya dipandang sebagai mekanisme adaptif utama manusia dan berlangsung jauh lebih cepat dari evolusi biologis manusia, perubahan yang paling budaya dapat dilihat sebagai beradaptasi budaya itu sendiri.

Meskipun antropologi yang paling mencoba untuk mendefinisikan budaya sedemikian rupa sehingga memisahkan manusia dari hewan lain, banyak sifat-sifat manusia mirip dengan hewan lain, terutama ciri-ciri primata lainnya. Misalnya, simpanse memiliki otak besar, tapi otak manusia lebih besar. Demikian pula, bonobo menunjukkan perilaku seksual yang kompleks, tetapi manusia menunjukkan perilaku seksual jauh lebih kompleks. Dengan demikian, antropolog sering berdebat apakah perilaku manusia yang berbeda dari perilaku hewan dalam derajat daripada jenis, mereka juga harus menemukan cara untuk membedakan perilaku budaya dari perilaku perilaku sosiologis dan psikologis.
Diterbitkan di: 23 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    terimakasih ulasannya, saya ingin bertanya apakah adaptasi budaya tersebut bisa berpengaruh ke sektor lain,katakan sektor ekonomi, apakah ada teori budaya yang mengulas hal tersebut? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.