Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Proses Pembelajaran

Pengertian Proses Pembelajaran

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata proses bermakna 1. runtutan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu:-kemajuan sosial berjalan terus; penyakit; kimia, reaksi kimia; 2 rangkaian tindakan,pembuatan, atau pengolahan yang menghasilkan produk; 3 perkara di pengadilan; sedang di pengadilan; verbal berita acara (laporan mengenai suatu perkara, yaitu waktu terjadinya, keterangan, dan petunjuk lain); verbal beberapa demonstran yang kini ditahan sedang dibuat; - adiabatik proses yang terjadi pada suatu sistem apabila selama berlangsungnya proses tidak ada panas (kalori) yang masuk atau keluar;-belajar tingkat dan fase-fase yang dilalui anak atau sasaran didik dalam mempelajari sesuatu; sosial proses pengaruh timbal balik antara pelbagai bidang kehidupan; - sosialisasi proses yang membawa anak pada perkenalan dan pergaulan dengan anak lain; berproses mengalami (mempunyai) proses; pengawasan dengan mekanisme komputer bisa cepat mengetahui segala angka atau data ( Anton M. Moeliono, dkk.1997 hlm.703).

Dalam proses pengajaran di perguruan tinggi, unsur proses belajar memegang peranan yang penting. Mengajar adalah proses bimbingan kegiatan belajar, kegiatan belajar hanya bermakna apabila terjadi kegiatan belajar mahasiswa. Oleh karena itu, penting sekali bagi setiap dosen memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar mahasiswa, agar dia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi mahasiswanya.

Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya dosen merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas.

Menurut Moeslichatoen (dalam Hadis, 2006 halm. 60) bahwa pembelajaran dapat diartikan sebagai proses yang membuat terjadinya proses belajar yang menghasilkan suatu perubahan. Menurut Hadis (2006 hlm. 60) bahwa pembelajaran suatu kegiatan atau proses di kelas untuk menghasilkan perubahan prilaku peserta didik menjadi tahu, menjadi terampil, menjadi berbudi, dan menjadi manusia yang menggunakan akal pikirannya sebelum bertindak. 

Menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya.1997 hlm.33, proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang terorganisasi. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai tujuan pendidikan. Pengawasan turut menentukan lingkungan itu membantu kegiatan belajar. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang menantang dan merangsang para siswa untuk belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu faktor yang mendukung kondisi belajar di dalam satu kelas adalah job descreption proses belajar mengajar yang berisi serangkaian pengertian peristiwa belajar yang dilakukan oleh kelompok-kelompok siswa. 

Pengertian pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari pengertian belajar. Menurut Slamet (dalam Hadis, 2006 hlm.60) mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan prilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dan interaksinya dengan lingkungan. Pengertian yang hampir sama dikemukakan oleh Soemanto (2006: hlm. 104) bahwa, ”Belajar adalah suatu proses, dan bukan suatu hasil. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perbuatan untuk mencapai suatu tujuan.”

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan proses atau kegiatan yang memungkinkan terjadinya peristiwa belajar yang dapat menghasilkan perubahan pada pelaku belajar.

Pembelajaran Berbasis Kompetensi merupakan wujud pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai currículum in action. Salah satu rangkaian pembelajaran berbasis kompetensi pelaksanaan adalah evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi. (Indrayanto, Dkk. 2009 hlm.202).

Mengacu pada asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa unsur, yaitu masukan, proses dan keluaran/hasil; maka terdapat tiga jenis evaluasi sesuai dengan sasaran evaluasi pembelajaran, yaitu evaluasi masukan, proses dan keluaran/hasil pembelajaran. Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran, karakteristik dan kesiapan guru, kurikulum dan materi pembelajaran, strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran, serta keadaan lingkungan dimana pembelajaran berlangsung. (Indrayanto, Dkk. 2009 hlm.203).

Diterbitkan di: 27 Agustus, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan perbedaan Proses, prosedur, program, dan kegiatan dalam konteks pembelajaran ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan fase dengan siklus pembelajaran Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kundusif itu apa Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.