Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Contoh Borang Akreditasi : Sekolah Tinggi 3

Contoh Borang Akreditasi : Sekolah Tinggi 3

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
STANDAR 2

TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, 
DAN PENJAMINAN MUTU

2.1 Sistem Tata Pamong
Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam Jurusan. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan tegaknya aturan, etika dosen, etika mahasiswa, etika karyawan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas.
Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di Jurusan untuk memilih pemimpin dan membangun sistem tata pamong yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.
Sistem tata pamong di Program Studi Pendidikan Agama Islam telah diatur dalam berbagai peraturan Ketua Yayasan dan peraturan yang dikeluarkan oleh Ketua Sekolah meliputi statuta Sekolah Tinggi, peraturan kepegawaian, peraturan disiplin pegawai, peraturan Ketua Sekolah tentang etika pergaulan mahasiswa, peraturan tata tertib dosen dan mahasiswa dan lain sebagainya. Berbagai aturan tersebut merupakan berisi struktur organisasi dan tugas dan fungsinya yang harus menjadi pedoman kerja maupun perilaku bagi civitas akademika sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing sehingga menciptakan system tata pamong yang kredibel, transparan, bertanggungjawab dan adil. Berbagai aturan tersebut disosialisasikan harus dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika dan didalam pelaksanaannya dilakukan pemantauan atau supervisi di masing-masing unit serta dievaluasi secara konsisten melalui rapat-rapat yang diselenggarakan oleh Jurusan dan rapat-rapat di tingkat Sekolah Tinggi.
Proses pemilihan pimpinan ditingkat Program Studi dilakukan oleh Panitia yang khusus diangkat oleh Ketua Sekolah guna menyelenggarakan pemilihan pimpinan ditingkat Program Studi Panitia yang ditunjuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pemilihan diantaranya melakukan membuat tata tertib pemilihan pimpinan Program Studi, menentukan kriterian pimpinan Sekretaris Prodi, penjaringan calon pimpinan Program Studi, menerima pendaftaran calon pimpinan Program Studi, menyelenggarakan penyampaian visi dan misi calon pimpinan dan menyelengarakan pemungutan suara untuk memilih pimpinan Program Studi.
Pemilihan pemimpin ditingkat Program Studi Pendidikan Agama Islam dipilih oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Kepala Tata Usaha yang mewakili unsur Tenaga kependidikan, sedangkan mahasiswa dalam pemilihan pimpinan Sekolah Tinggi belum diberikan hak untuk memilih karena Statuta Sekolah Tinggi belum memberikan hak pada mahasiswa untuk ikut memilih pimpinan ditingkatan Program Studi. Hasil pemilihan Sekretaris Program Studi dilaporkan oleh Panitia pemilihan kepada Ketua Sekolah, kemudian Ketua Sekolah menyerahkan Hasil Pemilihan Pimpinan Sekolah Tinggi pada rapat senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, dalam Rapat Senat Sekolah Tinggi Calon yang terpilih pada Pemilihan Pimpinan Program Studi Pendidikan Agama Islam ditetapkan untuk menjadi pimpinan ditingkat Program Studi Pendidikan Agama Islam, kemudian Hasil Rapat Senat Sekolah Tinggi tersebut oleh Ketua Sekolah diusulkan pada Ketua Yayasan untuk mendapatkan Surat keputusan.

2.2 Kepemimpinan
Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam Jurusan, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistis, kredibel, serta mengkomunikasikan visi kedepan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.
Jelaskan pola kepemimpinan dalam Jurusan.

Kepemimpinan di tingkat Jurusan tingkat operasional didasarkan pada statuta, peraturan kepegawaian, peraturan Ketua Sekolah ( pedoman akademik, pedoman penulisan skripsi, pedoman dosen )
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Yayasan Perguruan Agama Islam hanya mempunyai satu Jurusan yakni Jurusan Strata 1 Pendidikan Agama Islam yang dijabat oleh sekretaris Jurusan. Kepemimpinan di Jurusan Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah bersifat partisipatif, pengambilan keputusan dilaksanakan secara demokratis dengan pola kepemimpinan tersebut diharapkan semua aspirasi yang ada bisa mendapatkan apresiasi untuk pelaksanaannya disesuaikan dengan skala prioritas tahunan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah.
Dalam menjalankan tugas Sekretaris Jurusan membuka jalur komunikasi formal dan informal, melalui rapat rutin pada tingkat Sekolah Tinggi sedang komunikasi informal dilakukan secara kekeluargaan terhadap sesama rekan kerja yang umumnya berkaitan dengan perbaikan proses belajar mengajar, peningkatan efektivitas pembimbingan skripsi, sharing dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul di kelas maupun di luar kelas, serta penelitian atau pengabdian masyarakat yang dilakukan bersama-sama.
Sekretaris Jurusan dalam menentukan suatu kebijakan, melibatkan semua dosen hal tersebut dikandung maksud agar kebijakan yang telah dibuat menjadi milik bersama dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab karena sama-sama terlibat dalam pembuatannya hal tersebut dilakukan guna meminimalisir dampak dari adanya kebijakan.
Sekretaris Jurusan selalu melakukan evaluasi baik secara tertutup maupun secara terbuka, secara tertutup dilakukan dengan melakukan pengawasan terhadap aktivitas dosen dalam melakukan kegiatan perkuliahan maupun pembimbingan terhadap mahasiswa bagi para Dosen Pembimbing Akademik (DPA) maupun mencari masukan dari para mahasiswa dan teman sejawat dosen terhadap aktivitas perkuliahan, sedangkan pengawasan secara terbuka dilakukan dengan melakukan cheking terhadap presensi perkuliahan Dosen, materi Perkuliahan maupun pelaksanaan pembimbingan. Pengawasan secara Tertutup maupun secara terbuka dilakukan sebagai sarana evaluasi pelaksanaan perkuliahan sehingga apabila ada permasalahan di cari jalan keluarnya sehingga tidak menganggu proses perkuliahan.
Sekretaris Jurusan mempunyai kewenangan untuk menegur atau mengingatkan Dosen apabila dalam melakukan pembelajaran tidak memenuhi standart kehadiran maupun materi yang disampaikan tidak sesuai dengan satuan acara perkuliahan yang ada, apabila setelah ditegur maupun dingatkan Dosen tidak mau merubah perilakunya dalam proses pembelajaran maka sekretaris Jurusan dapat mengusulkan pada Ketua Sekolah untuk memberikan Sanksi sesuai dengan aturan yang ada, selain itu apabila Dosen melakukan hal-hal yang tercela maupun melakukan tindak kejahatan maka Ketua Jurusan mengusulkan pada Ketua Sekolah untuk memberikan Sanksi bagi Dosen yang bersangkutan.

Diterbitkan di: 31 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.