Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Proposal : Pengaruh Tata Cara Sholat Dan Bacaan Yang Baik

Proposal : Pengaruh Tata Cara Sholat Dan Bacaan Yang Baik

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sholat merupakan rukun islam yang ke 2 yaitu “ mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari semalam “, tanpa mengetahui gerak-gerik bagaimana sholat yang baik dan benar itu tidak mungkin kita bisa melaksanakannya dan tanpa bacaannya pun kita tidak bisa juga melaksanakannya . Sholat juga ada 2 macam sholat fardhu dan sholat sunat. Sholat fardhu adalah sholat yang diwajibkan atas kaum muslimin yang sudah mukallaf. Jumlah sholat fardhu ada 5 waktu yaitu Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh. Sedangkan sholat sunat menurut Ahmad Riyadi bahwa sholat sunat terbagi dalam dau bagian yaitu yang pertama sholat sunat yang tidak disunatkan berjamaah seperti sholat Rawatib, sholat sunat dhuha dan lain sebagainya, yang kedua sholat sunat yang disunatkan berjamaah seperti sholat Id al-fitri, sholat sunat Id Al-adha dan sholat sunat tarawih.
Pada dasarnya salah satu media untuk menegakkan syiar islam dalam kehidupan sehari-hari bagi setiap muslim mukallaf adalah melaksanakan sholat wajib lima kali sehari semalam. Pelaksanaan sholat, disamping sebagai ukuran tegak berdirinya syiar islam, sholat juga merupakan penyangga atau tiang agama. Menegakkan sholat berarti menegakkan agama. Dan ini merupakan tanggung jawab atau bahkan ijtihad bagi setiap umat nilai-nilai keimanan seseorang.
Untuk melaksanakan perintah tersebut kita wajib mengetahui gerak-gerik dan bacaan-bacaan sholat. Menerapkan tata cara sholat yang baik dan benar beserta bacaannya sangatlah penting baik dilingkungan sekolah maupun dilingkungan keluarga. Melaksanakan sholat perlu mengetahui bacaannya beserta gerk-geriknya, kalau bacaannya sudah fasih serta gerakannya benar maka insya Allah sholat kita sah, dan kalaupun sholat kita asal-asalan maka sholat kita tidak sah. Jadi untuk mengetahui bacaannya serta gerakannya sangatlah penting bahkan didalam islam dianjurkan dan diwajibkan dalam mengetahui bacaan serta gerakan sholat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana menerapkan tata cara sholat beserta bacaannya yang baik dan benar kepada siswa dengan menggunakan metode Demonstrasi/ praktek di kelas VII SMP N.5 Tanjung Jati?

C. Batasan Masalah
Disini penulis membatasi bahwa yang penulis bahas yaitu disekitar sekolah SMP N.5 Tanjung Jati dan dikelas VII A sampai VII C.

D. Landasan Teori / Kerangka Berfikir
Menurut bahasa, sholat berarti do’a, sedang menurut syara’ berarti menghadapkan jiwa dan raga kepada Allah karena ketaqwaan hamba kepada-Nya, mengagungkan kebesaran-Nya dengan ikhlas dan khusyu’ dalam bentuk perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, menurut cara-cara dan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Adapun kewajiban sholat yaitu setiap mukallaf wajib menjalankan sholat fardhu (sholat lima waktu) sehari semlam sebagai bukti keimanan dan keislaman seseorang. Untuk mengukur keimanan seseorang dapat dilihat dari kerajinan dan keikhlasan dalam melaksanana sholat. Islam memandang sholat sebagai tiang agama dan intisari Islam terletak pada sholat, sebab dalam sholat tersimpul seluruh rukun agama. Dalam sholat terdapat ucapan syahadatain, kesucian hati terhadap Allah, agama dan manusia. Iman dan Islam tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Iman adalah membenarkan dan patuh, taat mengerjakkan segala yang dikehendaki oleh keyakinan hati, mengerjakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Maka pada prinsipnya apabila seseorang mengaku beriman, tetapi ia tidak melaksanakan sholat, pengakuannya itu tidak dibenarkan oleh syara’.
Selain itu ada juga syarat-syarat wajib sholat, Syarat-syarat sahnya sholat, Rukun Sholat, Hal-hal yang membatalkan sholat. Untuk menerapkan tata cara sholat yang baik dan benar beserta bacaannya, ada baiknya kita mengetahui dulu bagaimana gerak-gerik sholat dan bacaan-bacaan apa saja yang dibaca pada waktu sholat. Di dalam sholat untuk laki-laki dan perempuan itu berbeda dalam posisinya namun gerakannya tetap sama, seperti gerakan sholat yaitu berdiri dengan tegak menghadap kiblat dan pandangan lurus ke sajadah lalu mengucapkan “lafaz niat” sholat misalnya sholat shubuh, lalu takbiratul ihram mengangkat kedua tangan dan diletakkan ditengah pusar atau di atas pusar sedikit, kemudian membaca “ta’awudz” lalu “do’a iftitah” lalu membaca “surat Alfatihah” kemudian “ayat pendek” mengenai ayat pendek terserah yang mana dipakai sesudah itu takbir karena ruku’ kemudian baca tasbih ketika ruku’ seperti “subhaana rabbiyal’azhiimi wa bihamdih” sebanyak 3x, kemudian i’tidal (berdiri tegak setelah bangkit dari ruku’) dan membaca “sami’Allaahu liman hamidah” dilanjutkan dengan membaca tasmi’ ketika bangkit dari ruku’ “rabbanaa lakal hamdu” lalu membaca “Allahu akbar” sujud pertama dengan membaca “subhaana rabbiyal a’laa wa Bi Hamdih” sebanyak 3x, lalu membaca “Allahu akbar”, kemudian duduk antara dua sujud dengan membaca “rabbigh firlii warhamnii wajburni warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafini wa’ fuannii” sujud ke dua membaca “Allahu akbar”, lalu membaca “subhaana rabbiyal a’laa wa Bi Hamdih” sebanyak 3x, berdiri kerakaat kedua tanpa mengangkat tangan, membaca “Alfatihah”, kemudian membaca “ayat-ayat pendek” ruku’ lagi dengan mengucapkan takbir “Allahu akbar”, lalu membaca “subhaana rabbiyal’azhiimi wa bihamdih” sebanyak 3x lalu i’tidal dan membaca “sami’Allaahu liman hamidah”, dilanjutkan dengan membaca “rabbanaa lakal hamdu”, lalu sujud pertama dengan membaca. “subhaana rabbiyal a’laa wa Bi Hamdih” sebanyak 3x, lalu duduk antara dua sujud membaca “rabbigh firlii warhamnii wajburni warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafini wa’ fuannii”, lalu sujud kedua membaca lagi “subhaana rabbiyal a’laa wa Bi Hamdih” sebanyak 3x, lalu membaca “Allahu akbar”, kemudian duduk tahiyat akhir.
Lalu salam setelah membaca tahiyat akhir (tasyahud akhir) maka tengoklah kepala (muka) ke arah kanan dengan mengucapkan “Assalamu’alaikum Warahmatullaah” begitu juga dengan yang ke arah kiri.

E. Metodelogi yang digunakan
Berdasarkan dengan judul yang penulis bahas bahwa metode yang akan penulis gunakan yaitu metode Demonstrasi / praktek.

F. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat : di SMP
Waktu penelitian :

DAFTAR PUSTAKA

• Munir, Mahmud, 2006. Sendi Agama Pondasi Iman. Surabaya: Karya Ilmu.
• Nawawi, H.R.Kiat Belajar Sholat Untuk Laki-laki. Citra Amanda.
• Riyadi, Ahmad, 2008. Panduan sholat disertai Do’a dzikir. Jakarta Timur: PT Ciptawidya Swara.
• Zubir, Bidawi, Dr. H.A. 1999. Materi Dasar Bagi Pembina/ Ulama Tingkat Desa. Palembang:

Diterbitkan di: 21 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.