Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengaruh Tes Formatif Dan Motivasi Belajar Siswa Smp

Pengaruh Tes Formatif Dan Motivasi Belajar Siswa Smp

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
Dalam dunia pendidikan guru dan murid memiliki hubungan timbal balik. “Murid merupakan orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau kelompok yang menjalankan pendidikan.”¹ sedangkan “guru adalah orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik baik individu maupun klasikal di sekolah maupun di luar sekolah.” ²
Dari dua unsur tersebut dapat dikatakan bahwa anak didik dan guru mempunyai hubungan saling membutuhkan. Anak didik tidak bisa belajar tanpa bimbingan guru begitu juga dengan guru. Ia tidak dapat menstranferkan ilmu pengetahuannya tanpa keberadaan siswa. Dalam hal ini anak didik dijadikan atau merupakan unsur manusiawi yang penting dalam kegiatan interaksi edukatif. Malahan ia dijadikan unsur Berkaitan dengan hal di atas, Suryo Subroto menyatakan :
Pendidikan adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan dan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, serta mampu melaksanakan tugasnya sebagai makluk Allah SWT, khalifah di permukaan bumi, dan sebagai indovidu yang mampu berdiri sendiri. ³
Kegiatan kependidikan tidak terlepas dari masalah kegiatan belajar mengajar (KBM) antara pendidikan dan peserta didik, dan didukung oleh sarana dan prasarana serta media pengajaran yang menunjang berlangsungnya KBM. Kemudian diadakan evaluasi atau tes yang ikut berperan dalam dunia pendidikan. Tujuannya adalah mengetahui hasil belajar siswa, apakah sesuai dengan perencanaan yang telah dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TKP) yang tertera dalam kurikulum atau belum. Evaluasi yang diadakan setelah terjadinya proses kegiatan belajar mengajar inilah yang disebut tes formatif.
Tes formatif merupakan salah satu cara atau sarana untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa tentang materi yang telah dijelaskan guru pada mereka apakah ada umpan balik yang baik atau tidak. Yang dimaksud dengan “umpan balik ialah pemberian informasi yang diperoleh dari tes atau alat ukur lainnya kepada siswa untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil belajar.” 
Jelaslah bahwa setelah adanya tes akan diketahui adanya umpan balik baik siswa maupun guru yang mengajar. Setelah itu diharapkan adanya perbaikan masing-masing baik siswa maupun guru. Yang termasuk alat ukur disini ialah peekrjaan rumah (PR) atau tugas-tugas beripa pertanyaan yang diajukan di dalam kelas dan yang sering dikenal dengan kesehariannya ialah ulangan harian. Dari batasan inilah dapat disimpulkan bahwa umpan balik berkaitan erat dengan kegiatan belajar terdahulu dievaluasikan dengan suatu alat evaluasi yaitu salah satunya adalah tes formatif.

Jika hasil evaluasinya memuaskan, siswa dan termotivasi untuk mengulangi pelajarannya untuk memperbaiki hasil tesnya agar mendapat kepuasan yang serupa di waktu yang akan datang. Dengan demikian siswa merasa termotivasi untuk mempertahankan tingkat belajarnya atau malahan lebih giat. Ada kemungkinan siswa merasa puas dengan hasil yang diperolehnya hingga tidak ada motivasi untuk belajar lebih giat. Jika hasilnya tidak memuaskan, ia dapat memotivasi lagi untuk belajar lebih giat dan mencari upaya untuk menutup kekurangannya itu, tapi dapat juga berakibat negatif sebagian siswa, mereka merasa putus asa dan motivasi dalam belajar menurun bahkan hilang sama sekali.

Berdasarkan penomena di atas maka yang berperan penting adalah seorang guru yang profesional, yang mampu merangsang siswanya agar selalu belajar dan guru merupakan motivator dan fasilitatir bagi siswanya. Guru harus memberikan motivasi bagi siswanya untuk belajar agar proses belajar mengajarnya berhasil sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Pendidikan/belajar dikatakan berhasil apabila sesuai dengan tujuan instruksional khusus dalam artian siswa mampu menguasai materi dalam satu pokok bahasan tertentu. Suatu proses belajar instruksional khusus (TIK) dapat tercapai.
Jadi, pencapaian pembelajaran itu harus diukur dengan tes tentang penguasaan materi dalam satu pokok bahasan yang telah disampaikan guru pada siswanya sesuai dengan tujuan instruksional khusus.
SMP PGRI Tanjung Enim adalah salah satu sekolah umum. Berdasarkan pengamatan sementara bahwa tes formatif di sini telah dilaskanakan pada setiap mata pelajaran. Bahkan SMP ini telah ada tes bulanan setiap mata pelajaran yang diadakan setiap pertengahan bulan dan nilainya dimuat dalam raport bulanan siswa.
Tapi pada dasarnya pelaksanaan tes formatif di sini hanya dilaksanakan, dinilai dan raportnya diserahkan kembali kepada siswa. Tanpa ada tindak lanjut mengenai soal dan jawaban yang dijawab oleh siswa mengenai materi tersebut.
Sebagian siswa juga hanya menerima soal, menjawab dan menerima raport, walau berapapun nilainya tanpa bertanya kembali tentang soal yang tidak bisa dijawab. Guru kemudian melanjutkan materi pada pokok bahasan selanjutnya, sedangkan sebagian siswa belum menguasai sebagaian materi yang lalu dengan baik. Dengan demikian akan terjadi penumpukan permasalahan terhadap materi sebelumnya hingga tujuan pembelajaran belum bisa dicapai secara maksimal.
Kenyataannya tes formatif di SMP PGRI Tanjung Enim telah dilaksanakan dan tujuan pembelajaran secara teori sudah tercapai, meskipun pada dasarnya siswa tidak menguasai materi yang sudah diajarkan secara maksimal. Dengan demikian tes formatif telah dilaksanakan tapi belum sesuai dengan tujuan tes formatif itu sendiri. “Tujuan tes formatif adalah untuk memantu atau memonitor kemajuan belajar siswa demi memberikan umpan balik, baik pada siswa maupun
guru.”⁶ Siswa hanya merasa bahwa setelah dilaksanakan tes formatif mereka selesai melaksanakan tugas tanpa menanyakan tetnag hal-hal yang belum mereka pahami dari materi yang diteskan. Kemudian guru melanjutkan materi ke pokok bahasan selanjutnya.

Diterbitkan di: 21 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa penelitian yang relevan dalam pengaruh hasil evaluasi belajar formatif terhadap motivasi belajar siswa? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.