Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Proposal Skripsi PAI : Kompetensi Guru PAI dalam....( Bagian 3)

Proposal Skripsi PAI : Kompetensi Guru PAI dalam....( Bagian 3)

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
Bagian 3

E. Definisi operasional variable

1. Variabel pengaruh
Kompetensi Guru Agama
Kompetensi mempunyai arti, kewenangan atau kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu, maksudnya bahwa seseorang yang
memiliki kompetensi berarti memiliki kewenangan terhadap tugas yang diebannya. Kalau seorang sudah memiliki kewenangan, berarti keputusan yang telah ditetapkannya hendalah dituruti. Begitu juga dengan guru, seorang guru yang memiliki kompetensi keguruan berhak dan bertanggung jawab terhadap tugas keguruan. Guru yang berkometensi akan tetap menjaga eksistensinya dan menjaga wibawanya dihadapan anak didik.
Kompetensi harus dimiliki oleh setiap guru, termasuk guru agama islam. Hendaknya guru agama islam itu bertaqwa kepada ALLAH, berilmu dan berakhlak yang bauk. Karena menurut Prof. DR. Zakiah bahwa segala yang ada pada dirinya merupakan unsure pembinaan anak didik.
Disamping guru mampu dan terampil dalam mengajarkan ilmupengetahuan sekaligus mendidik siswa – siswinya seperti anakny sendiri, diharapkan guru juga cakap dalam menyampaikan pesan – pesan keislaman. Dengan adanya syarat itu, guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, karena ia mempunyai tanggung jawab sebagai pendidik dan Pembina.

2. Variabel terpengaruh
Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar pendidikan Agama
Pelaksanaan proses belajar mengajar berarti proses kegiatan belajar agama yang telah diperoleh anak didik selama disekolah dan dirumah, karena dengan berbekal pendidikan agama anak bisa menyelamatkan dirinya dari tindakan tercela. Adapun pendidikan agama yang dapat meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan agama anak tersebut meliputi aspek – aspek sebagai berikut: anak dalam membaca huruf Al qur’an, sikap anak apabila hendak masuk rumah. Adab bertemuan guru dijalan, pada saat melakukan sholat karena kemauan sendiri atau karena orang tua (riya’).

3. Variabel Control
a. Metodologi
Metode adalah suatu system kerja yang sistematik dan umum, metode berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan dari pendidikan. Metode yang digunakan guru pada saat mengajar, haruslah dikuasai sepenuhnya oleh guru yang bersangkutan.

b. Pendidikan
Guru yang mempunyai latar belakang pendidikan dari lembaga keguruan, akan membantu kesuksesan belajar mengajar. Karena dengan berbakal pendidikan dari keguruan tentunya guru terbiasa dan membahami segala macam yang berkenaan dengan pendidikan, baik itu tujuan pendidikan, materi yang akan diajarkan, strategis mengajar, sarana dan prasarana, metode didaktik mendidik yang baik.
c. Penampilan

Seorang guru tidak cukup hanya mengandalkan / menampilkan kepandaian atau kepemilikan otoritas disiplin ilmu tertentu saja, akan tetapi seorang guru juga harus bisa menampilkan keperibadian yang menarik, sehingga dapat memberikan pengaruh kejiwaan pada anak didiknya. Misalnya:

betapapun lelahnya guru dalam mengajar, hendaknya guru harus menujukkan wajah yang gambira dan siap untuk mengajarkan bahan pengajaran. Dengan penampilan yang baik minimal belajar anak semakin tinggi.

1 Jenis dan Sumber Data
a. Jenis data kuantifafif, yang meliputi jumlah pegawai, jumlah siswa sarana dan prasarana yang dipakai pada proses belajar mengajar berlangsung.
b. Jenis data kualitatif, yang meliputi kompetensi guru dalammeningkatkan mutu pendidikan agama anak, dan saran yang diharapkan dalam peningkatan agama anak tersebut.

4. Teknik Pengumpulan Data

b. Metode Observasi
Metode Observasi adalah teknik pengumpulan data melalui pengamat terhadap objek yang diteliti. Metode observasi ini digunakan untuk memperoleh data secara langsung mengenai kompetensi guru agama islam dalam meningkatkan mutu pendidikan agama anak. Dan jga untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan kondisi keadaan sekolah, sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah.

c. Metode wawancara
Metode ini digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai kompetensibguru agama islam dalam meningkatkan mutu pendidikan agama anak. Pengalaman guru mengajar, sarana belajar mengajar yang digunakan oleh guru agama, hambatan yang dialami oleh guru dalam proses belajar mengajar dan usaha-usaha yang dilakukandalam mengatasi masalah tersebut.

d. Metode Angkatan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang tanggapan guru dan siswa terhadap kompetensi yang terdapat pada guru dan siswa sendiri ingin mengetahui sejauh mana mutu keagamaan dalam diri anak.

F. Sistematik Pembahasan
Bab I Pendahuluan
Dalam bab ini memuat tentang latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Hipotensis, Variabel Penelitian, Defenisi Operasional, Tyjuan dan keguanaan penelitian, Metodelogi penelitian, dan sistematika pembahasan.
Bab II Landasan Teori
Dalam bab ini memuat tentang pengertian, Tujuan dan Fungsi Motivasi Orang Tua, kemudian membuatpengertian prestasi, Tujuan prestasi dan fungsi prestasi itu sendiri serta factor-faktor yang mempengaruhinya.
Bab III Gambaran Umum Lapangan Penelitian
Pada bab ini membuat tentang Historis dan Geogerafis, Struktur Organisasi, keadan Guru, dan karyawan/ti serta keadaan peserta didik, keadaan kurikulum, sarana dan prasarana SDN 1 Padang Bindu.
Bab IV Studi tentang kompetensi Guru pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Anak Pada SDN 1 Padang Bindu.
Dalam bab ini membahas Kompetensi Guru, hasil belajar siswa pada mata pendidikan Agama Islam dan pengaruh Motivasi terhadap prestasi siswa SDN ! Padang Bindu.

DAFTAR PUSTAKA

Al Jumbulati Ali, Perbandingan Pendidikan Islam, penerbit Rineka Cipta, Jakarta 1994
Ali, M. Nasyir, Drs, Dasar-dasar Ilmu Mendidik, Penerbit Mutaria, Jakrta 1997
An Nahlawi, Abdurrahman, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, Gema Insani Press 1995

Selesai.
Diterbitkan di: 15 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.