Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Proposal Skripsi PAI : Kompetensi Guru PAI dalam....( Bagian 2)

Proposal Skripsi PAI : Kompetensi Guru PAI dalam....( Bagian 2)

oleh: Dean_Winchester     Pengarang : Indrayanto
ª
 
Bagian 2

Guru adalah yang digugu dan ditiru. Maksudnya adalah bahwa segala tutur katanya, segala anjurannya segala nasihat – nasihatnya harus benar – benar dapat dipercaya dan menjadi pedoman serta contoh bagi seluruh anak didiknya dan orang lain yang terlibat langsung didunia pendidik.

Menurut M. Athiyah Al – Abrasyi, guru adalah : ’’ Spiritual faher atau bapak rohani bagi seorang murid, ialah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidik akhlak dan membenarkannya, maka menghormati guru berarti penghormatan kepada anak-anak kita, menghhargakan guru berarti penghargaan terhadap anak – anak kita, dengan guru itulah mereka hidup danberkembang, sekiranya setiap guru itulah mereka hidup dan berkembang sekiranya setiap guru itu menunaikan tugasnya dengan sebaik – baiknya’’.
Seseorang merasa terpanggil akan profesinya sebagai guru, ia akan memandang dan berasumsi bahwa jabatan guru merupakan suatu karir dan harus dikembangkan secara terus menerus. Ia akan mempunyai komitmen dan kepedulian terhadap jabatan guru tersebut. Keikhlasan dan kejujuran seseorang guru didalam pekerjaannya merupakan jalan terbaik kearah suksesnya tugas pengajaran.
Didalam mengajar, hendaknya guru dapat membangkitkan perhatian anak terhadap pelajaran yang diberikan. Guru harusberjiwalembut dan berlapang dada, penuh keutamaandan mempunyaisifat terpuji. Sebaiknya guru dalam mengajarkan ilmu pengetahuan tidak mengacaukan pandangan murid dengan ilmu-ilmu yang tidak diajarkan.

Seperti yang diucapkan oleh Al Jumbulati di bawah ini :

“ Bahwa sebenarnya seorang guru tidak pantas mengacuhkan jiwa muridnya dengan ilmu-ilmu jiwa yang relevan, seperti guru bahasa mengucapkan ilmu fiqih, atau guru fiqih mencampur adukkan dengan ilmu hadits dan tafsir. Jadi pengajarannnya harus sistematis dan berdasarkan kurikulum dan situasi’’.
Beranjak dari latar belakang di atas, maka penulisan ingin mengemukakan

Gejala-gejala yang tempak dalam penelitian ini , yaitu :
1. Guru bersikap acuh pada saat proses belajar berlangsung karena terbukti selama proses belajar mengajar siswa tidak memperhatikan sepenuhnya apa yang dijelaskan oleh guru, akibatnya kelas menjadi gaduh.
2. Guru jarang menggunakan satuan pelajaran, pada di dalam ilmu keguruan suatu pelajaran merupakan pedoman setiap guru dalam mengajar, supanya gaduh.
3. Di awal pertemuan, guru tidak menggunakan apersepsi atau pendahuluan, tetapi langsung masuk kepada inti pelajaran siswa terhadap pelajaran yang telah lalu.
4. Guru kurang memberikan motivasi kepada anak didik ditengah – tengah pelajaran sedang berlangsung
B. Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diambil beberapa rumusan masalahnya, yaitu sebagai berikut :
a. Apakah Guru Pendidikan Agama islam di SDN 1 Padang Bindu memahami kompetensi guru ?
b. Bagaimana mutuh pendidikan pada bidang Studi pendidikan Agama Islam di SDN 1 Padang Bindu ?
c. Apakah ada pengaruh kompetensi guru pendodikan Agama Islam dengan mutu pendidik Agama Iaslam di SDN 1 Padang Bindu ?

Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis memfokuskan penelitian pada kompetensi guru pendidik Agama Isalm Dalam Meningkatkan Mutu pendidikan Agama Islam di SDN 1 Padang Bindu.

C. Tujuan dan kegiataan penelitian

1. Tujuan ini bermaksud
a. Untuk mengetahui apakah guru – guru Agama Islam di SDN 1 Padang Bindu telah menguasai Kompetensi Guru tau belum.
b. Untuk mengetahui sejauh mana penguasaan terhadap Kompetensi yang telah dimiliki oleh Guru Agama di SDN 1 Padang Bindu.
c. Untuk mengetahui Kompetensi agama islam dalam meningkatkan mutupendidikan agama anak.

2. Kegunaan Penelitian
a. Sebagai masukan bagi guru – guru agama islam supaya dapat lebih mengembangkan kompetensi yang ada.
b. Unuk mengetahui cara – cara mengajar yang baik dan benar.
c. Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan minat mendidik bagi guru.

D. Hipotesa penelitian

Hipotesa dalam penelitian adalah kompetensi guru islam dalam meningkatkan mutu pendidikan agama anak. Maka Hipotesa vpenulis adalah:’’ semakin baik kompetensi guru agama, maka semakin tinggi mutu pendidikan agama anak’’.

Lebih lanjut tentang hipotesa, secara jalan depat dikemukakan kerangka hipotensa penelitian:

Bersambung kebagian 3 ... Bagian 3 search di google dengan memasukkan judul “ Proposal Skripsi PAI : Kompetensi Guru PAI dalam....( Bagian 3) “

Diterbitkan di: 15 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. Skripsi Bagus

    Terima Kasih

    Terima Kasih atas Informasinya.

    1 Nilai 17 Agustus 2011
X

.