Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Model Pembelajaran Reciprocal Teaching

Model Pembelajaran Reciprocal Teaching

oleh: marthayunanda     Pengarang : Heni
ª
 
Sebelum saya mencoba memaparkan tentang pembelajaran resiprokal dalam matematika, saya berusaha untuk mengingatkan Mba Heni, bila ingin melakukan penelitian menggunakan strategi ini, maka perlu dipertimbangkan bahwa “goals” penelitiannya tidak boleh jauh-jauh dari karakteristik utama pembelajaran ini. Mudahnya begini, pembelajaran ini lahir dari bidang kajian bahasa, untuk meningkatkan kualitas kemampuan membaca siswa. Nah, jika Mba Heni ingin menerapkannya dalam pembelajaran matematika, semestinya jangan terlalu jauh dari karakteristik dasar strategi ini. Namun demikian, tidak menafikkan bahwa strategi inipun dapat diperluas untuk mengembangkan berbagai kompetensi lain. Berkaitan dengan pertanyaan Mba Heni, Perlu diingat bahwa penyelesaian masalah atau problem solving itu, dapat dilihat dari dua sudut pandang, yang pertama sebagai sebuah cara/proses sedangkan yang kedua sebagai kemampuan. Nah, yang dimaksudkan oleh Mba Heni yang mana?
Bila Strategi ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah siswa, Mba Heni harus dapat menyakinkan orang bahwa memang terdapat kaitan antara strategi ini dengan kemampuan penyelesaian masalah, misalnya dengan merujuk pada hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Dalam jawaban ini, saya berasumsi bahwa problem solving yang dipakai dalam mengimplementasikan pembelajaran resiprokal ini adalah problem solving sebagai sebuah cara.
Berikut saya mencoba memberi contoh sederhana penerapannya dalam pembelajaran matematika;
a. Klarifikasi
Setelah bahan teks bacaan diberikan, ini dapat berupa teks mengenai konsep yang ingin diajarkan sekaligus berisi soal yang harus diselesaikan. Pada contoh ini, misalnya teks mengenai lingkaran. Sesuai dengan teorinya pada tahap ini, Siswa diminta untuk mencerna makna dari kata-kata atau kalimat-kalimat yang tidak familier. Maka dibuat pertanyaan apakah mereka mengerti arti kata atau konsep baru dalam teks tersebut, misalnya,
“Jadi apa yang dimaksud dengan lingkaran dalam teks ini?”
“Apa yang dimaksud dengan diameter, jari-jari?”
Karena dalam matematika suatu konsep yang diwakili oleh satu kata dapat memiliki pengertian yang cukup luas, ini berkaitan dengan definisi, sehingga pada tahap klarifikasi ini harus dicek apakah semua konsep baru dalam topik lingkaran sudah dipahami pengertiannya oleh siswa melalui dialog.
Bila dipadukan dengan pendekatan problem solving maka pada tahap ini dapat diberikan sekaligus permasalahannya misal:
“Dari titik P di luar lingkaran ditarik garis PA dan PB menyinggung lingkaran masing-masing di A dan B. dari titik Q di busur besar (atau busur kecil) AB, ditarik garis yang tegak lurus AB, PA, dan PB. Buktikan bahwa panjang garis yang tegak lurus ke AB adalah rata-rata geometri panjang dua garis tegak lurus lainnya”.
Pada langkah pertama ini perlu dicek apakah siswa sudah memahami kata-kata, kalimat-kalimat atau konsep-konsep dalam soal tersebut.
b. Prediksi
Pada tahap ini pembaca diajak untuk melibatkan pengetahuan yang sudah diperolehnya dahulu untuk digabungkan dengan informasi yang diperoleh dari teks yang dibaca untuk kemudian digunakan dalam mengimajinasikan kemungkinan yang akan terjadi berdasar atas gabungan informasi yang sudah dimilikinya. Dari uraian tersebut, jelas diketahui bahwa pada tahap ini diharapkan terjadi koneksi antara konsep yang baru dipelajarinya dengan yang sudah dimilikinya.
Misalnya, konsep lingkaran dengan konsep garis atau sudut. Contoh pertanyaannya,
“Menurutmu apakah lingkaran memiliki sudut?”
“Dapatkah kau melukis garis yang tegak lurus dengan diameter?”
“Bagaimana menghitung luas lingkaran?”
“Bila kita menggambar lingkaran B dengan diameter ½ dari lingkaran A, apakah dapat disimpulkan luas lingkaran B adalah ½ dari luas lingkaran A?”
Berkaitan dengan soal yang diberikan pada tahap prediksi dapat diajukan pertanyaan berikut:
“Konsep apa saja yang kau butuhkan untuk menyelesaikan soal tersebut?”
“Kira-kira langkah apa yang pertama kali harus dilakukan?”
c. Bertanya
Strategi bertanya ini digunakan untuk memonitor dan mengevalusi sejauhmana pemahaman pembaca terhadap bahan bacaan. Pembaca dalam hal ini siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada dirinya sendiri, teknik ini seperti sebuah proses metakognitif. Dari uraian tersebut jelas bahwa pada tahap ini siswa bertanya pada dirinya sendiri untuk melakukan crosscheck tentang apa yang sudah diperolehnya dari proses belajar dan apa yang belum dikuasainya dari keseluruhan konsep yang diajarkan oleh gurunya.
Jadi guru mengajarkan siswa untuk bertanya pada dirinya sendiri. Contoh pertanyaannya sebagai beikut:
“Apakah saya sudah memahami definisi lingkaran?”
“Dari semua definisi yang diberikan, adakah definisi yang belum saya fahami?”
“Apakah saya sudah bisa melukis sebuah lingkaran?”
“Langkah apa saja yang harus saya lakukan untuk melukis garis singgung lingkaran?”
“Konsep apa yang paling mudah dan paling sulit dipahami dari topic lingkaran ini?”
Sedangkan berkaitan dengan penyelesaian soal di atas, dapat diajukan pertanyaan sebagai berikut:
“Apakah saya sudah faham langkah-langkah menyelesaikan soal tersebut?”
“Apakah jawaban saya ini sudah benar?”
“Apakah langkah-langkah yang saya lakukan ini sudah tepat?”
“Adakah cara lain untuk menyelesaikan soal tersebut?”
d. Membuat Rangkuman
Untuk tahap ini, tentu sudah jelas sekali yang paling sederhana adalah meminta siswa untuk membuat ikhtisar dari proses pembelajaran yang berlangsung beserta hasilnya menggunakan bahasa sendiri.
“Konsep baru apa saja yang kita pelajari dalam topik lingkaran ini?”
“Dapatkah saya menjelaskan konsep-konsep tersebut dengan bahasa saya sendiri?”
“Dapatkah saya menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan konsep ini?”
Berkaitan dengan soal yang diberikan, dapat diminta siswa untuk menuliskan jawaban yang lengkap beserta langkah-langkah yang dilakukan kemudian mereka minta untuk menjelaskannya.
Perlu diingat bahwa pembelajaran ini berbasis dialog dan keempat proses tersebut berlangsung dalam kelompok-kelompok kecil.
Saya sendiri lebih cenderung menganjurkan penggunaan pembelajaran resiprokal ini untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami konsep-konsep yang diajarkan pada Aljabar Abstrak atau Analisis Real dalam pembelajaran matematika. Karena berdasar karakteristik kedua kajian tersebut, pendekatan ini sangat sesuai untuk memahami definisi-definisi yang banyak terdapat dalam kedua bidang tersebut. Berdasar pengalaman saya selama ini, banyak kawan-kawan yang kesulitan membaca teks Alajabar Abstrak dan Analisis Real bahkan dalam Bahasa Indonesia sekalipun.
Ok,.. itulah sekilas contoh tentang pembelajaran resiprokal dalam pembelajaran matematika. semoga bermanfaat. Thanks atas pertanyaan Mba Heni.
Diterbitkan di: 11 Mei, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mba, tlng sy dikash tau tntang definisi pmbelajrn resiprokal dr pra ahli n penerapannya dlm pembelajaranan olah raga khususnya sepak bola. Trim bngt Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mba, tlng sy dikash tau tntang definisi pmbelajrn resiprokal dr pra ahli n penerapannya dlm pembelajaranan olah raga khususnya sepak bola. Trim bngt. jawaban juga bisa dikirim ke kamisun10@gmail.com. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ada gk contoh rpp matematika smp nya yang menggunakan metode resiprokal ini? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ni ma punya orang copy paste Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya mu bertanya..apakah krriteria judul skripsi yang bugus seperti apa...khususnya untuk pendidikan matematika Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    aslm... mba saya mau nanya, biasanya kendala apa saja yang timbul disaat proses pembelajaran reciprocal teaching ini mba....??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    askum mba........saya kurang mengerti tentang metode ini. yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana bentuk RPP dengan menggunakan metode ini,seperti apa hakikatnya,kemudian bagaimana karakteristik nya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dalam pokok bahasan berbicara pelajaran bahasa indonesia Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mbk untuk reperensi reciprocal teaching,,,,bukunxa apa ya.... ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    buku nya ada di internet versi e-book nama pengarang nya pallinscar 14 Juni 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 5. sidik

    tolong..

    mb...sya mau membuat skripsi dengan metode ini, untuk reading,,,tp mc terbatas referencinya,,,,tlg bagi2 referensinya, bku,jurnal,web,,,,,massidik@rocketmail.com, trimakasih,,,

    0 Nilai 04 Desember 2012
  2. 4. husna

    mencari referensi

    saya akan menysun skripsi eksperiment dengan model pembelajaran reciprocal teaching tapi saya sulit mencari referensi, bisa gak disini di infokan buku,jurnal, indek atau apa sajalah yang membahas tentang RT. kalau ada tolong di kirimin ke alamat emailq husna_uchan@yahoo.com

    1 Nilai 08 April 2011
  3. 3. fitry

    mencari informasi

    sy mau membuat skripsi yg berkaitan dgn model pembelajaran reciprocal teaching. tp sy kesulitan dlm mcr literaturnya. adakah buku khusus yang membahas secara detail tentang model pembelajaran ini ??? mohon infonya. terimakasih,,

    0 Nilai 17 Februari 2011
  4. 2. niwa

    buat mba heni

    saya juga mau penelitian dengan menggunakan reciprocal teaching tapi d skripsi yg saya baca kl RT itu dimulai dari merangkum, kemudian membuat pertanyaan, menyelesaikannya dan bisa menjelaskan kembali lalu memprediksi sebenernya kygimana sech RT itu, makasih mba.....

    0 Nilai 13 Februari 2011
  5. 1. Yenni

    Reciprocal Teaching

    Mohon berkenan memberikan contoh skripsi tentang model pembelajaran reciprocal teaching bidang bahasa indonesia

    1 Nilai 09 Desember 2010
X

.