Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Konsep Diri, Sikap Siswa dan Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Mtk

Konsep Diri, Sikap Siswa dan Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Mtk

oleh: Arrow     Pengarang : Leonard
ª
 
Tulisan ini merupakan ringkasan dari penelitian yang penulis lakukan berdasarkan dana penelitian Kopertis Wilayah III tahun 2008. Penelitian ini diangkat melihat fenomena rendahnya hasil belajar matematika, khususnya di tingkat pendidikan menengah, terutama pada saat proses belajar normal di kelas. Akan tetapi, ketika Ujian Nasional digulirkan, banyak pihak yang cemas dan khawatir, hasilnya dapat kita lihat dari laporan pemerintah bahwa banyak siswa yang lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Fakta inilah yang menarik minat penulis untuk menelaah lebih jauh tentang hasil belajar matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh langsung dan tidak langsung antara konsep diri, sikap siswa pada matematika dan kecemasan siswa terhadap hasil belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil secara random dari 5 wilayah di DKI Jakarta. Setelah melakukan ujicoba instrumen penelitian, selanjutnya diadakan penyebaran angket dalam rangka pengumpulan data. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis uji normalitas (menggunakan uji chi kuadrat) dan uji linieritasnya (dengan tabel ringkasan ANOVA), hasilnya data berdistribusi normal dan regresi antara variabel bebas dengan variabel terikat memenuhi uji linieritas.
Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung, data dianalisis menggunakan teknik analisis jalur, dengan kriteria bahwa jalur dikatakan signifikan berpengaruh jika nilai koefisien jalur (p) > 0,05.
Hasil pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Ada pengaruh langsung konsep diri terhadap hasil belajar matematika
2. Tidak ada pengaruh langsung kecemasan terhadap hasil belajar matematika
3. Tidak pengaruh tidak langsung konsep diri terhadap hasil belajar matematika melalui kecemasan
4. Tidak ada pengaruh tidak langsung sikap siswa pada matematika terhadap hasil belajar matematika melalui kecemasan
5. Ada pengaruh tidak langsung konsep diri terhadap hasil belajar matematika melalui sikap siswa pada matematika
Dari hasil penelitian ini diperoleh fakta bahwa kecemasan memberikan kontribusi yang negatif (baik langsung maupun tidak langsung) terhadap hasil belajar matematika, sedangkan konsep diri dan sikap siswa memberikan kontribusi yang positif terhadap hasil belajar matematika. Hal ini memberikan kita pengetahuan terhadap pentingnya memperhatikan tingkat kecemasan siswa, karena faktanya seseorang yang cemas, tegang, ketakutan dalam menghadapi sesuatu, cenderung tidak akan bisa menghasilkan performa terbaik yang dimilikinya.
Untuk itu, penting kiranya sekolah, khususnya bapak dan ibu guru memperhatikan kondisi psikologis siswanya, terutama pada saat menghadapi momen-momen yang menegangkan dan membutuhkan konsentrasi tinggi, misalnya Ujian Nasional. Di sini peran guru sebagai seorang pendidik mutlak diperlukan, terutama untuk membangkitkan semangat dan motivasi siswa. Guru seharusnya dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan cara-cara yang kreatif dan tidak mengancam siswa dengan kalimat-kalimat yang semakin membuat siswa terpuruk dalam ketakutannya.
Konsep diri yang baik dan sikap siswa pada matematika yang tinggi memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika, tetapi ternyata apabila seseorang dilanda dengan kecemasan, maka konsep diri dan sikap siswa pada matematika tersebut akan dikalahkan oleh kecemasan. Fakta ini memberikan tugas baru bagi guru, yaitu tidak hanya membangun konsep diri, citra diri dan sikap siswa, tetapi juga mengajarkan siswa untuk tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang dapat membangkitkan kecemasannya.

Kiranya tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Artikel lengkapnya ada dalam Jurnal Faktor Exacta - Universitas Indraprasta PGRI atau dapat juga minta langsung ke saya via e-mail: leonard@unindra.net.

Diterbitkan di: 26 Maret, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bentuk instrumen kecemasan sosial Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    aq butuh kajian teori tentang sikap belajar dan kebiasaan belajar nich,,,ad ngk? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. edo

    m-afpredo

    lope pppppppppepepepepe peler asuk pepe mantap keren asuk1234 asfs f sfsf s dfs f sf sdf s sd fs fs df sd fsd fs df sdf s fs df sdf sd fsd fsd f sdf sd fsd fs df sf sf s fs f sdf sf s fs

    0 Nilai 29 Maret 2012
  2. 1. mahrus

    ali

    mmmm, aku skarang lagi mau buat skripsi. apa ya sikap2 siswa itu.

    0 Nilai 12 Nopember 2010
X

.