• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Mengerti dan Bekerja dengan Tiga ANTI-SUGGESTIVE BARRIERS

.

Mengerti dan Bekerja dengan Tiga ANTI-SUGGESTIVE BARRIERS

oleh : farihik    

Pengarang: El-Fahmi; Muhadjir,Ph.D.
Melalui penelitian yang mendalam selama lebih dari dua puluh lima tahun di Sofia, Bulgaria, Georgi Lozanov
menemukan bahwa manusia punya tiga jenis filter. Apabila kita mengerti cara kerja masing-masing filter ini maka kita dapat mengakses atau memasukkan berbagai sugesti atau program pikiran langsung ke pikiran bawah sadar tanpa mendapat perlawanan atau penolakan. Hasilnya?
Perubahan cepat dan permanen dapat segera terjadi.
Dengan teknik Suggestopedia yang ia (Lozanov...farihik) kembangkan, ia mampu mengajarkan kosa kata bahasa asing, misalnya Inggris atau Perancis, kepada mahasiswanya sebanyak 1.200 kata per hari. Benar Anda tidak salah baca. Seribu dua ratus kata per hari dengan tingkat retensi yang sangat tinggi, sekitar 98 persen. Namun bukan ini yang akan saya bahas dalam artikel ini.
Kembali kepada ketiga filter pikiran di atas. Filter ini disebut anti-suggestive barrier. Sesuai dengan namanya, filter ini justru berfungsi sebagai penghambat sugesti. Tanpa filter ini maka kita akan terlalu mudah terpengaruh dan terlalu mudah berubah. Hal ini justru akan sangat membahayakan diri kita. Filter ini berfungsi untuk melindungi kondisi status quo yang kita rasa atau pandang sebagai kondisi yang aman dan berharga. Filter ini berfungsi sebagai pelindung diri kita dari berbagai input yang mungkin akan mengakibatkan diterimanya kepercayaan (baca: program) baru. Dengan kata lain, anti-suggestive barrier berfungsi untuk menolak input yang masuk ke dalam pikiran sadar yang tidak sejalan dengan data atau program yang telah berada di pikiran bawah sadar.
Ketiga anti-suggestive barrier ini adalah logical barrier, intuitive (affective) barrier, dan ethical barrier.
Logical barrier berfungsi melindungi individu dengan cara menolak setiap sugesti yang bertentangan dengan aturan logika seorang si individu. Contohnya? Misalnya income Anda Rp2 juta per bulan. Anda ingin meningkatkan income Anda. Untuk itu Anda melakukan afirmasi atau berkata, ”Income saya Rp10 juta.” Sugesti ini akan ditolak oleh pikiran sadar. Mengapa? Karena logical barrier akan melakukan cross check data income Anda yang sesungguhnya, dengan mengakses data yang ada di pikiran bawah sadar, dan membandingkan dengan input yang Anda masukkan.
Hal yang sama terjadi saat kita berusaha memotivasi anak kita, yang misalnya nilai ujian matematikanya hanya 4, dengan berkata, “Kamu anak pintar.” Saat pikiran sadar si anak menerima sugesti ini, sebelum diteruskan ke pikiran bawah sadar, maka logical barrier akan bekerja dan melakukan pengujian atau validasi apakah data ini sejalan dengan yang tersimpan di data base. Setelah diperiksa kebenaran datanya maka di pikiran si anak akan muncul pertanyaan, “Lha, kalau saya pintar lalu mengapa nilai ujian saya selalu di bawah 5?” Dengan demikian sugesti ini pasti ditolak.
Intuitive/affective barrier berfungsi melindungi individu dengan cara menolak setiap sugesti, suasana, situasi, atau tindakan yang dirasa atau dipandang, oleh si individu, akan mengancam atau merugikan keselamatan fisik, mental dan emosi, dan atau yang akan melukai harga dirinya. Contohnya? Misalnya saat Anda kecil orangtua Anda sering ribut karena masalah uang. Maka setelah Anda dewasa hanya dengan memikirkan kemungkinan untuk sukses secara finansial bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan aman. Mengapa? Karena pikiran Anda telah me-link antara uang dan keretakan dalam hubungan keluarga.
Contoh lain dalam dunia pendidikan. Bila seorang anak telah berkali-kali gagal dalam bidang studi tertentu, katakanlah bahasa Inggris, maka saat harus belajar bahasa Inggris ia akan merasa tidak nyaman. Mengapa? Karena ia ”tahu” bahwa ia tidak mampu dan tidak bisa. Kalau ujian nilainya pasti jelek. Kalau nilainya jelek berarti ia anak yang bodoh. Perasaan bodoh dan tidak mampu ini merupakan beban mental dan emosi yang berat. Dan kita tahu tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau dikatakan sebagai orang bodoh. Jadi, saat kita berkata,”Bahasa Inggris itu gampang kok.” Si anak pasti menolak sugesti ini.
Ethical barrier berfungsi melindungi individu dengan cara menolak semua sugesti yang bertentangan dengan nilai-nilai akan hal yang benar dan salah, menurut individu itu. Contohnya?
Seorang kawan, saat saya jelaskan mengenai prinsip Becoming a Money Magnet, berkata,”Wah, cara kerja seperti ini nggak benar.”
”Apanya yang nggak benar?” kejar saya.
”Cari duit nggak bisa seperti itu. Kalau terlalu mudah, apalagi uang yang nyari kita, maka ini nggak benar. Kalau mau sukses harus melalui kerja keras. Semakin keras kerjanya maka suksesnya akan semakin bermakna,” jawab kawan saya ini dengan yakin.
Salah satunya adalah dengan menerapkan SALT (Suggestive Accelerated Learning and Teaching). SALT. adalah bentuk advance dari Genius Learning Strategy dan murni menggunakan teknik Suggestopedia Lozanov.
Dengan teknik SALT murid di sekolah kami belajar dengan hati riang gembira, stress free, dengan tingkat penyerapan materi yang sangat cepat dan tentu saja dengan level pemahaman yang sangat baik.
Untuk bisa melakukan perubahan, kita harus tahu cara kerja masing-masing barrier dan harus bisa bekerja sama, sesuai dengan prinsip kerja barrier ini, agar sugesti yang kita berikan tidak ditolak dan akhirnya bisa masuk ke pikiran bawah sadar dan menjadi program baru yang membantu kita untuk sukses.
Jika kita sulit berubah maka ini adalah sesuatu yang positif dan wajar. Tapi jika kita tidak bisa berubah, inilah masalah!!!!
Diterbitkan di: Februari 26, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.