Langkah Kecil dari Vhie
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
8
kata:
600
Diterbitkan di: Maret 13, 2008
Akh! Dor… dor…“ Tolong… tolong…”“ Huu… huu…”, isak tangis anak- anak kecil bertebaran mengangkasa di
langit kelam. Bau darah menyesak ke paru- parunya membuat perih hidung dan
pusing kepala. Dia berlari menjauh ke dalam hutan. Terperosok ia saat kemudian
terdengar teriakan lain.“ Aaaa…”, daerah itu masih terselimut kabut hitam. Tanah yang harusnya
coklat itu kini bersimbah darah. Amisnya…“ Ingatlah, Nak. Kemerdekaan ini akan kita raih. Yang perlu kita lakukan
pertama kali adalah menyebar pesan ini ke pelosok- pelosok. Kita bangkit
bersama- sama…”, belum lagi orang tua itu selesai berbicara, sebuah peluru
melesat menembus jantungnya. Desingnya terdengar menyayat ditelingaDor!!! Dzingg…“AAA… Jangan!!!”, Vhie terpekik bangun dari tidurnya. Keringat membasahi
tubuhnya yang terselimuti rapat. Hah… hah, untung hanya mimpi. Huff, diliriknya
jam weker di samping tempat tidur.“ AAAA…!!!”, teriaknya menggemparkan rumah sekali lagi. Semua orang yang
berkumpul di ruang makan menggelengkan kepala. Heran, anak itu selalu akan
berteriak kalau bangun pagi. Ya, gimana nggak? Sekarang sudah pukul 06.45, 30
menit sebelum sekolah di mulai.“ Vhie, cepat, nanti kamu telat”, panggil Ayahnya dari luar. Yang
dipanggil segera keluar dari kamar. Gedebrak… ia menghantam meja di samping
pintu kamarnya.“ Kamu ini katanya pengen ngalahin orang- orang Cina sana. Mana bisa kalau bangunnya aja sering
telat gitu?”, sindir abangnya di meja makan. Bersungut- sungut diambilnya
sepiring nasi yang disodorkan oleh Ibu. Hhh… orang lagi kesal juga, malah
ditambah lagi, rutuknya dalam hati.“ Tuh, ya. Apalagi kalau mendongkol dalam hati. Dijamin deh, nggak
bakalan dapat pelajarannya”, tegur kakaknya dari belakang.“ Idih, semuanya kok pada nyebelin gitu sih? Iya, iya, besok nggak lagi
deh”, balasnya kesal pagi- pagi sudah diceramahi oleh dua orang yang selalu
mengingatkannya akan misinya mengalahkan kehebatan orang Cina sana. Ya elah, Vhie, kalau mau jadi orang
hebat itu sekalian aja kalahin orang Amerika sono. Ngapain juga sampai orang
Cina doank?“ Ya, karena orang Cina itu hebat dibidang teknologi. Lagian kebanyakan
mereka pinter- pinter lho. Di sekolah aja yang sering ikut lomba atau yang jadi
juara kelas pasti anak- anak Cina. Lagian, kalau orang Indonesia ini tetap begini- begini
aja, jangan salahin pemerintah deh”, terangnya suatu kali saat ditanyai latar
belakang ambisi itu oleh keluarganya. Lho, apa sangkutnya sama pemerintah coba?“ Ya, bisa aja kan,
kita dijajah lagi. Jangan sampe. Vhie nggak mau kalau kejadiannya kayak gitu”,
dia berapi- api. Kirain apa, tapi… itu bukannya nggak baik juga? Berarti dia
dendam donk! Memang, kota
tempat tinggalnya juga banyak orang Cina. Otomatis nih, yang di sekolahnya itu
kebanyakan anak- anak Cina. Vhie yang selama ini biasa- biasa saja jadi begitu
bersemangat akan cita- citanya itu. Mulai dari segala sesuatunya telah ia
persiapkan dari sekarang. Bahkan ia telah menyampaikan hal itu sama
keluarganya. Lho, apa sangkutnya sama pemerintah coba? “ Ya, bisa aja kan,
kita dijajah lagi. Jangan sampe. Vhie nggak mau kalau kejadiannya kayak gitu”,
dia berapi- api. Kirain apa, tapi… itu bukannya nggak baik juga? Berarti dia
dendam donk!