Kesuksesan
di dunia
kerja tidaklah datang
seketika. Butuh waktu untuk mencapainya. Lazimnya, melewati tiga tahapan
berikut.Setiap orang pasti
akan menghadapi berbagai
fase dalam kehidupan
dengan berbagai tantangan tersendiri. Tak terkecuali dalam menjalani kehidupan
karier profesional. Andrew Mayo, pakar karier dari Inggris, membagi perjalanan karier
ini ke dalam tiga tahapan yaitu discovery phase, consolidation
phase,
dan maturity phase. Jika Anda mampu melalui ketiga fase
ini dengan baik, maka keberhasilan akan Anda raih. Jika tidak, kegagalanlah
yang akan Anda rasakan. Pssst, pada fase manapun Anda kini berada,
jangan pernah berhenti untuk menuju fase selanjutnya. Karena sebenarnya tidak
pernah ada kata selesai untuk menggapai kesuksesan.
Discovery Phase
Fase ini dialami Anda yang berusia 20 tahunan. Berlangsung sekitar sepuluh
tahun pertama dalam dunia kerja. Di tahap ini, Anda adalah angkatan kerja baru
karena kemungkinan besar Anda baru lulus dari bangku perguruan tinggi.
Yang terjadi: Anda sedang giat mencari dan mengejar
pekerjaan impian. Sebagai orang yang baru terjun ke dunia kerja, Anda akan
belajar beradaptasi dengan dunia baru tersebut. Anda akan belajar tentang dunia
kerja dari berbagai pihak. Di tahap ini, Anda berupaya mengenali kemampuan
diri. Dan, ketika fase "pencarian jati diri" ini sudah Anda lalui,
Anda akan mulai menentukan arah dan masa depan karier.
Dampaknya: Sebagai "orang baru" Anda memiliki
semangat menggebu-gebu, harapan besar, dan cita-cita tinggi. Namun, Anda akan menjumpai
berbagai kendala, terutama berkaitan dengan adaptasi lingkungan kerja. Bagi
Anda yang baru lulus akan sering mengalami konflik, karena apa yang diperoleh
di bangku sekolah berbeda dengan kenyataan di Iapangan. Situasi ini akan
memengaruhi pilihan karier Anda dalam memilih bidang yang sesuai dengan minat,
keinginan, dan bahkan idealisme.
Consolidation Phase
Fase ini biasanya berlangsung pada usia 30-40 tahunan. Ada
yang memulai fase ini lebih awal dan ada pula yang terlambat. Demikian pula
dengan akhir fase ini, ada yang mengakhirinya lebih awal, dan ada pula yang
terlambat.
Yang terjadi: Di tahap ini Anda akan mulai bersikap
realistis. Orientasi karier mulai terarah. Kesadaran bahwa jenjang karier harus
diclaki untuk meraih sebuah tujuan, mendorong Anda untuk membayangkan sebuah
jalur karier yang harus dilalui untuk mencapai tujuan itu.
Dampaknya: Anda akan menghadapi pilihan-pilihan karier, mau
jalan terus atau "belok" ke arah lain. Untuk itu, Anda harus
melakukan evaluasi ulang mengenai pilihan karier di tahap awal, apa harus terus
berada pada track yang telah dijalani, atau pindah jalur untuk
memenuhi cita-cita Anda.
Jika Anda berhasil melalui fase ini, maka karier Anda akan terus melaju.
Sebaliknya jika gagal maka Anda harus bersiap untuk mengalami kemandegan bahkan
penurunan karier.
Maturity Phase
Inilah fase terakhir dari sebuah perjalanan karier. Fase ini banyak diisi
oleh mereka yang memasuki usia 50an ke atas.
Yang terjadi: Bagi sebagian orang fase ini adalah persiapan
memasuki masa pensiun tanpa harus kehilangan produktivitas. Sementara bagi
sebagian kecil di antaranya adalah persiapan menduduki posisi yang lebih tinggi
seperti komisaris, konsultan, atau pemimpin organisasi nirlaba.
Dampaknya: Mereka yang berhasil melewati fase pertama dan
kedua dengan baik akan memiliki akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang
sangat substansial di fase ini. lni akan sangat bermanfaat untuk tempat kerja
mereka. Dan, bagi mereka yang dapat menduduki kepemimpinan senior, ini akan
membuat mereka merasa masih berguna dan tidak terpinggirkan dalam lingkungan
masyarakat. Semoga karier Anda terus menjulang!
Ringkasan lain tentang 3 Fase Karier