SETIAP kegiatan rumah tangga, terutama kegiatan di dapur menghasilkan limbah, baik limbah basah maupun limbah kering. Biasanya
limbah atau sampah itu dibuang begitu saja pada tempat sampah di luar, kemudian akan ada petugas kebersihan keliling yang mengambil untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) sebelum akhirnya ditkumpulkan di tempat pembuanngan sampah akhir (TPA).Jika satu rumah tangga menghasilkan 0,5 kg sampah per hari, bisa dibayangkan ebrapa sampah yang terkumpul dari satu RT, satu RW, satu kelurahan, satu kecamatan, satu kota/kabupaten.So sudah saatnya, sampah didaur ulang sebelum dibuang ke TPS. Ada sejumlah cara mudah untuk mengurangi beban produksi sampah:1. Mengurangi penggunaan wadah plastik. Jika berbelanja ke pasar, bawa tas yang akan memuat aneka belanjaan. Jika membeli makanan, bawa wadah sendiri (piring, rantang, toples, dll).2. Memilah-milah sampah berdasarkan jensnya. Sampah yang bisa didaur ulang dikumpulkan, semacam sampah botol/gelas plastik, botol dan gelas, kertas, kardus. Barang tersebut masih memiliki nilai jika dijual ke pengumpul.3. Membuat kompos.Khusus mengenai pembuatan kompos atau pengomposan, ada berbagai cara yang bisa diterapkan. Salah satu cara termudah adalah membuat lubang di pekarangan rumah. Buat dua lubang yang
digunakan secara bergantian. Untuk satu keluarga yang terdiri dari 4-5 anggota keluarga, cukup membuat lubang ukuran 50 cm X 50 cm X 1 m. Lubang itu kelak digunakan untuk memasukkan sampah basah, semacam
limbah kulit buah, sisa potongan sayuran, sisa makanan. setelah beberapa hari, tumpukan sampah ditimbun dengan daun-daun kering, lalu selapis tipis tanah. Urutan selang-seling ini dilakukan hingga lubang terisi penuh. Biarkan lubang selama beberapa bulan agar terjadi penguraian sampah oleh cacing, rayap, dan bakteri pengurai dalam tanah.Selama lubang pertama terisi penuh dan menjalani proses penguraian, lubang kedua bisa digunakan. Kelak ketika lubang kedua penuh, produk dari lubang pertama sudah bisa dipanen, yaitu kompos. Kompos ini bisa langsung digunakan atau diayak/disaring untuk mendapat kompos yang bersih. Selanjutnya, bisa digunakan untuk menyuburkan aneka tanaman atau dikemas untuk dijual.