Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Pendidikan > Belajar Jarak Jauh Ala Thailand

.

Belajar Jarak Jauh Ala Thailand

Summary rating: 4 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Dikdo M & H Suherlan
Summary by : McDeeck
Kunjungan: 287
kata: 600
Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
JIKA melihat proses pendidikan jarak jauh di Thailand, maka Indonesia seharusnya bisa melakukannya untuk menjangkau seluruh pelosok negeri. Apalagi di wilayah orbit geostasioner Indonesia berterbaran banyak satelit.
Thailand melalui Yayasan Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning Foundation/DLF) yang diketuai Khwankeo Vajarodaya mengadakan sarana pendidikan menggunakan satelit sejak tahun 1995.
Tak kurang dari 15 saluran televisi berisikan materi pendidikan dan saluran internet satelitmenghubungkan sejumlah daerah di Thailand, termasuk mengadakan konferensi video dengan Kota Los Angeles, New York, Oregon, Swedia, Paris, dan Swiss.
Pendirian DLF dengan dana awal 50 juta baht (sekira Rp 12,5 miliar) dari Raja Bhumibol. Siaran pertama dilakukan bertepatan dengan ulang tahun raja pada 5 Desember 1995. Materi pelajaran yang disiarkan dari stasiun penyiaran di Sekolah Kejuruan Wang Klaikangwon, Hua Hin (200 km di selatan Bangkok) ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 12 (setara SD sampai SMA) mulai pukul 08.00 hingga 16.00.
Sekolah Kejuruan Wang Klaikangwon menyajikan sejumlah pendidikan dalam hal ekonomi, mekanik, elektronik, komputer, dan lain-lain. Semenjak Februari 1999, siaran lewat satelit menjadi 24 jam sehari. Sementara di akhir pekan berisikan latihan ujian masuk perguruan tinggi.
Di bulan September 2000, Universitas Terbuka (UT) Sukhothai Thammathirat mendapatkan izin menyiarkan materi dokumenter, semacam ilmu pengetahuan, teknologi, lingkungan, seni dan budaya, termasuk musik. UT Sukhothai Thammathirat menjadi perguruan tinggi pertama di Asia yang mengadakan sekolah jarak jauh.
Materi yang disampaikan secara interaktif dari UT Sukhothai Thammathirat dapat disimak pada kanal 12 pada pukul 18.00 - 20.00 (Senin - Jumat), dan pukul 08.30 - 20.00 (Sabtu - Minggu). Bagi yang tidak memiliki peranti penangkap siaran satelit, dapat pula mengikuti dari situs di internet.
**
Sekolah-sekolah yang menerima siaran pembelajaran jarak jauh memiliki setidaknya tiga pesawat televisi yang dipasang di depan kelas. Dua TV mengapit papan tulis dan satu TV di atas papan tulis.
Sementara di pusat penyiaran, seorang guru yang sedang menerangkan materi pelajaran kepada murid, juga disorot kamera televisi untuk dipancarkan ke seluruh negeri.
Dengan kondisi semacam itu, Indonesia dulu pernah menayangkan materi pelajaran sekolah melalui kerja sama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan saat itu dengan stasiun Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Tapi kini program tersebut terhenti, dan TPI menjadi layaknya stasiun TV swasta lain.
Akankah Indonesia memanfaatkan kebijakan langit terbuka untuk mengolah sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan jarak jauh? Entahlah.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.