Perguruan Tinggi Negeri Kok Mahal (Dipilih... Dipilih..., Tapi Tetap Mahal )
Summary rating: 1 stars
3 Tinjauan
Kunjungan:
337
kata:
600
Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
Dipilih... Dipilih..., Tapi Tetap Mahal
Konon, entah benar atau tidaknya kabar ini. Dosen di suatu fakultas di suatu PTN kerap pergi berombongan ke luar negeri. Memang negara yang dikunjungi masih negeri tetangga, yaitu Singapura. Jalurnya pun bukan penerbangan langsung Jakarta - Singapura p.p., melainkan penerbangan Jakarta - Batam, lalu dari Batam dilanjutkan menuju Singapura menggunakan perahu cepat. Apakah hal itu terkait dengan besaran dana yang masuk dari masyarakat ke PTN, terutama PT-BHMN? Entahlah.
Sekadar membanding-bandingkan biaya kuliah jalur nonreguler (non-SPMB) di sejumlah PTN yang sudah berstatus BHMN, semisal Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengenakan biaya pendidikan terhadap mahasiswa baru, yang terdiri atas SPP Rp 500.000,00/semester, Biaya Operasional Pendidikan (noneksakta: Rp 60.000,00/SKS/semester, eksakta: Rp 75.000,00/ SKS/semester), dan SPMA (Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik-satu kali).
Dalam hal SPMA, calon dibebaskan untuk memilih satu dari empat alternatif yang disediakan. Alternatif satu (SPMA 1) sebesar Rp 0,00 sementara besaran SPMA 2 hingga 4 bervariasi menurut kebutuhan Fakultas/ Program Studi, kisarannya adalah Rp 5 juta hingga 100 juta.
Belum lagi biaya lain-lain senilai Rp 1,5 juta selama delapan semester, meliputi: Registrasi Mahasiswa Baru, Asuransi Kesehatan Mahasiswa dibayarkan per semester, Kuliah Kerja Lapangan untuk program studi tertentu dibayarkan sebelum kegiatan dilaksanakan, Kuliah Kerja Nyata dibayarkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
**
Lain lagi dengan Universitas Indonesia (UI) yang memiliki empat cara masuk sebagai mahasiswa, sebagai contoh adalah Fakultas Ilmu Komputer UI. Pertama adalah melalui jalur Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), yaitu sebuah ujian berskala nasional untuk menentukan peringkat agar dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kemudian dapat melalui jalur Program Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), yang dikhususkan bagi para siswa yang memiliki prestasi akademik yang sangat baik di berbagai daerah di Indonesia.
Ada pula jalur Program Pengembangan SDM Daerah bidang Teknologi Informasi (Pedati) yang merupakan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan daerah dalam bidang teknologi informasi (TI). Jalur keempat adalah mengikuti kelas internasional yang memiliki ujian dan persyaratan tersendiri.
Untuk jalur sarjana S-1 reguler, UI mengenakan Biaya studi terdiri atas Biaya Operasional Pendidikan (BOP), Dana Kesejahteraan Fasilitas Mahasiswa (DKFM), Dana Pengembangan (DP) dan Dana Pelengkap Pendidikan (DPP).
BOP reguler senilai Rp 1,48 juta dan jurusan teknik sebesar Rp 7,5 juta, berikut DKFM sebesar Rp 75.000,00 untuk semua jurusan dibayarkan pada awal setiap semester, sedangkan DPP sebesar Rp 500.000,00 dibayarkan sekali saja pada awal setiap semester pertama tahun pertama studi.
Sedangkan Unpad yang menamai jalur nonreguler Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP), tahun ini mematok biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) sebesar Rp 600.000,00 ditambah biaya praktikum yang disesuaikan prodi masing-masing. Sedangkan untuk besaran dana pengembangan pendidikan (DPP) mengalami kenaikan rata-rata Rp 5 juta - Rp 25 juta.
Untuk fakultas-fakultas favorit seperti Kedokteran, biaya pengembangan pendidikan mencapai Rp 175 juta. Fakultas lain berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 40 juta.
Sedangkan ujian saringan masuk (USM) ITB yang terselenggara di berbagai daerah, semacam USM-ITB dilaksanakan di Sumatera (Medan, Pekanbaru, dan Palembang), Kalimantan (Balikpapan dan Bontang), Sulawesi (Manado, Soroako, dan Gorontalo), Jateng-Jatim-Bali-NTB-NTT (Magelang, Surabaya, dan Denpasar), DKI Jakarta dan Banten (Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Serpong), Jawa Barat.
USM-ITB tahun lalu menetapkan Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA) sebesar Rp 45 juta/mahasiswa, belum termasuk biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP/SPP) dan uang praktikum. Sedangkan tahun ini, ITB menurunkan SDPA paling rendah sebesar Rp 15 juta dan Rp 30 juta. Biaya tersebut belum termasuk BPP.