• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Humanisasi Pendidikan dalam Perspektif Islam

.

Humanisasi Pendidikan dalam Perspektif Islam

oleh : Anonymous     

Pengarang : Khilmi Arif
Humanisasi Pendidikan dalam Perspektif Islam (Telaah atas Pemikiran Abdul Munir Mulkhan)
Undergraduate Theses from
JIPTUMM / 2002-05-25 08:09:00
Oleh : Khilmi Arif (96110014), Dept. of Tarbiyah
Dibuat : 2002-07-23, dengan 1 file
Keyword : humanisasi, pendidikan humanistik, paradigma pendidikan, demokratisasi, pendidikan, pendidikan ,Islam
Pendidikan tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) kepada peserta didik, tetapi lebih dari itu, yakni mentransfer nilai (transfer of value). Selain itu, pendidikan juga merupakan kerja budaya yang menuntut peserta didik untuk selalu mengembangkan potensi dan daya kreativitas yang dimilikinya agar tetap survive dalam hidupnya. Karena itu, daya kritis dan partisipatif harus selalu muncul dalam jiwa peserta didik. Anehnya, pendidikan yang telah lama berjalan tidak menunjukkan hal yang diinginkan. Justru pendidikan hanya dijadikan alat indoktrinasi berbagai kepentingan. Hal inilah yang sebenarnya merupakan akar dehumanisasi.
Agar pendidikan mampu merealisasikan cita-citanya, maka diperlukan sebuah konsep atau kerangka pendidikan yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki manusia. Konsep tersebut adalah humanisasi pendidikan.
Abdul Munir Mulkhan sebagai sosok yang humanis, yang senantiasa melontarkan gagasannya dengan berdasarkan pada kemanusiaan, akan menjadi kajian sentral dalam penelitian ini. Dalam beberapa tulisan yang telah dipublikasikan, ia menyoroti fenomena pendidikan dewasa ini, menurutnya pendidikan yang didasarkan pada pola keseragaman adalah pada dasarnya tidak menghargai keunikan anak manusia. Keunikan seseorang atau sekelompok manusia dipandang sebagai suatu keanehan dan bahkan keburukan yang harus dihindari.
Di lain sisi, dalam pandangan Mulkhan, sentralisasi pendidikan yang terjadi selama ini, menciptakan kesadaran atas nilai modernitas tentang keseragaman dan tidak berharganya keunikan manusia dan anak didik. Hal ini menyebabkan manusia kehilangan jati dirinya dan kepekaan sosialnya menjadi tumpul. Profesionalisme dan mutu keunggulan kemanusiaan lebih terkonsentrasi pada pusat kekuasaan, yang menempatkan dan menjadikannya sebagai alat politik dan kebudayaan, bukan praktek politik dan kebudayaan itu sendiri.
Diterbitkan di: Agustus 19, 2007

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.