Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Permasalahan Ekonomi Di Negara Maju

Permasalahan Ekonomi Di Negara Maju

oleh: Dianjfm     Pengarang: Dra. Hj. Sukwlaty; Drs. H. Sudirman; Drs. Slamet Sukamto
ª
 
Permasalahan Ekonomi Di Negara Maju

1. Masalah Kekurangan Tenaga Kerja

Salah satu hal penting yang membedakan negara-negara maju dengan negara-negara berkembang adalah angka kelahiran dan kematiannya yang rendah. Di satu sisi hal ini memberikan dampak positif berupa semakin baiknya pengendalianpertambahan jumlah penduduk serta membaiknya tingkat kelangsungan hidup. Namun dari sisi lain, hal ini justru memberikan dampak yang kurang menguntungkan. Seperti kita tahu, seiring dengan tingginya tingkat kegiatan produksi di negara-negara maju di seluruh sektor ekonomi (contohnya pertanian, industri, perdagangan, jasa), negara-negara ini tentu saja membutuhkan lebih banyak jumlah tenaga kerja. Justru hal inilah yang tidak dapat disediakan oleh mereka. Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah, negara-negara maju seringkali kesulitan mencari tenaga kerja di dalam negeri.

Namun walaupun dalam keadaan kekurangan tenaga kerja negara maju masih menghawatirkan akan masuknya tenaga kerja dari negara berkembang. Para pekerja dari negara berkembang terkenal dengan ketekunan dan “keuletannya” untuk dibayar lebih rendah daripada rekan-rekannya dari negara maju. Hal ini tentu saja mengkhawatirkan para pekerja dari negara-negara maju tersebut.

2. Masalah Beredarnya Produk Negara Berkembang ke Dalam Negara Maju

Globalisasi ekonomi ini diwujudkan melalui pendirian sebuah organisasi perdagangan internasional yang menetapkan aturan main yang harus dijalankan oleh setiap negara yang menjadi anggotanya. Organisasi ini dikenal dengan nama WTO (World Trade Organization). Di dalam WTO, diharapkan agar setiap negara tidak menutup atau membatasi negaranya untuk menerima berbagai produk-produk dari negara lainnya. Maka globalisasi ekonomi menyebabkan hambatan perdagangan antarnegara semakin berkurang. Produk negara berkembang seperti dari Cina dan Taiwan banyak beredar dipasar negara Eropa sehingga konsumen lebih banyak memiliki pilihan produk. Produk cina dan Taiwan tidak kalah bersaing dari segi inovasi maupun kualitasnya. Produk-produk Cina dan Taiwan biasanya lebih murah sehingga dapat mengancam produk-produk Eropa yang biasanya lebih mahal harganya. Hal ini lah yang membuat kwatir negara maju karena produk negara berkembang dapat menyaingi produknya sendiri di negaranya sendiri.

3.Masalah Investor Berpindah ke Negara Berkembang

Banyak pengusaha dari negara maju yang menanamkan investasi di negara berkembang. Mereka berusaha berusaha untuk menghemat biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya penyewaan pabrik, biaya pajak, juga biaya-biaya lainnya di negaranya sendiri. Disamping itu, negara berkembang merupakan pasar potensial bagi produk-produk dari luar negeri. Jika pengusaha dari negara maju membuka perusahaan di negara berkembang, tentu akan lebih mendekatkan diri dengan konsumen.

Hal ini jelas akan lebih mempermudah sistem pemasarannya. Akibat langsung dari pengusaha negara maju yang berinvestasi di negara berkembang adalah menurunnya tingkat investasi di negara maju tersebut.

4. Krisis Ekonomi di Negara Berkembang

Hal ini yang menjadi dampak globalisasi bagi negara-negara maju adalah dampak krisis ekonomi yang dialami oleh negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui, globalisasi ekonomi membuat kondisi perekonomian suatu negara terkait dengan perekonomian negar lainnya. Dengan adanya krisis ekonomi yang melanda negara berkembang, maka produksi bahan baku di negara-negara tersebut menjadi terhambat. Hal ini tentu saja berpengaruh pula bagi kegiatan produksi yang terjadi di negara-negara maju, yakni terhambatnya pula kegiatan produksi mereka.

5. Kerusakan lingkungan meningkat

Negara maju mengklaim bahwa negara berkembanglah yang banyak membuat kerusakan lingkungan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena memang sebagian besar negera berkembang belum memiliki peraturan yang jelas mengenai pencemaran lingkungan. Akan tetapi, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena banyak juga pengusaha dari negara maju yang mengeruk sumber daya alam sebesar-besarnya untuk keperluan produksi. Bahkan, ada pengusaha dari negara maju yang mengambil sumber daya alam dari negara berkembang tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan.

Diterbitkan di: 27 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.