Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia

Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia

oleh: 3handoyo     Pengarang : Sri Mulyanti
ª
 
Kebijakan fiskal adalah kata yang sering kita dengar di media cetak dan media kaca. Secara sederhana kebijakan fiskal adalah kebijakan yang diambil pemerintah terkait penerimaan dan pengeluaran negara untuk mencapai tujuan tertentu.

Contoh Kebijakan Fiskal Di Indonesia

Tentu Anda sering mendengar pemberitaan di media massa mengenai
kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Harga BBM dari waktu ke
waktu senantiasa naik. Apa pengaruh kenaikan harga BBM ini terhadap
keuangan negara? Apakah diuntungkan atau dirugikan? Sebagai negara
penghasil minyak bumi tentu akan diuntungkan dengan adanya kenaikan
harga minyak bumi di dunia. Namun, kenyataannya negara tetap
dirugikan dengan adanya kenaikan harga tersebut. Mengapa? Karena
jumlah konsumsi minyak dalam negeri lebih besar daripada jumlah yang
diproduksi sehingga negara harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan
konsumsi dalam negeri. Di satu sisi, harga BBM di dalam negeri
lebih rendah dibanding harga di pasar internasional. Ini karena adanya
subsidi BBM. Subsidi merupakan pengeluaran pemerintah. Sehingga
kenaikan harga minyak bumi justru akan meningkatkan pengeluaran
pemerintah untuk subsidi BBM. Tingginya subsidi yang harus dibayarkan
akan membebani APBN. Kemudian, apa yang dilakukan pemerintah
untuk menekan pengeluaran subsidi tersebut, agar keuangan negara
(APBN) tetap aman? Pemerintah kadang perlu mengubah pengeluaran
dan penerimaan dalam APBN untuk menyesuaikan dengan kondisi pada
waktu itu. Kebijakan yang dilakukan dengan cara mengubah pengeluaran
dan penerimaan negara yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas
ekonomi, kesempatan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta keadilan dalam
distribusi pendapatan kita kenal dengan kebijakan fiskal atau politik
fiskal.

Tujuan Kebijakan Fiskal
Secara umum, tujuan yang ingin dicapai melalui kebijakan fiskal adalah
kestabilan ekonomi yang lebih mantap, artinya tetap mempertahankan
laju pertumbuhan ekonomi yang layak tanpa adanya pengangguran yang
berarti, dan terjaganya (kestabilan) harga-harga umum.

Pencegahan timbulnya pengangguran merupakan tujuan yang
paling utama dari kebijakan fiskal. Mengapa? Karena suatu perekonomian
dapat mencapai laju pertumbuhan yang dikehendaki melalui
tingkat penggunaan tenaga kerja penuh (full employment). Full employment
dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjukkan
seluruh angkatan kerja mendapat pekerjaan. Kondisi ini dapat terwujud
bila pemerintah mampu menambah lapangan kerja sehingga
dapat menampung seluruh tenaga kerja. Kebijakan yang dilakukan
pemerintah, dalam hal ini, antara lain, dengan mengundang investor
asing untuk berinvestasi di Indonesia. Dari dalam negeri, pemerintah
penambah pengeluaran untuk membuka lapangan kerja padat karya
melalui proyek-proyek pembangunan fisik; di bidang moneter pemerintah
mempermudah kredit usaha.

Penurunan yang tajam dari dalam harga-harga umum (deflasi)
jelas akan mendorong timbulnya pengangguran karena sektor usaha
swasta akan kehilangan harapan untuk mendapat keuntungan.
Demikian pula sebaliknya, harga-harga umum yang meningkat terus
(inflasi) juga mempunyai akibat yang tidak baik bagi perekonomian.
Karena penghasilan yang diterima oleh masyarakat tidak cukup
untuk memenuhi kebutuhan hidup yang harganya terus naik.
Inflasi yang berkepanjangan akan melemahkan perekonomian
karena para memilik modal akan beralih dari investasi produktif ke
investasi dalam bentuk barang-barang tahan lama seperti rumah,
tanah, dan gedung karena hal ini lebih menguntungkan daripada
investasi produktif.

Untuk mengatasi kondisi deflasi maupun inflasi, kebijakan fiskal
dilaksanakan melalui kebijakan berikut ini.
a) Mengubah Pengeluaran Pemerintah
Dalam kondisi inflasi, uang yang beredar melebihi dari yang
diperlukan dalam perekonomian. Untuk itu pemerintah mengurangi
pengeluaran sehingga mengakibatkan tabungan (pendapatan
lebih besar daripada pengeluaran).
b) Mengubah Tingkat Pajak
Menaikkan tarif pajak pendapatan masyarakat sehingga mengakibatkan
turunnya tingkat konsumsi masyarakat.
c) Pinjaman Paksa
Pemerintah memotong gaji pegawai negeri sebagai pinjaman
pemerintah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar.

Sumber: Ekonomi 2 : Ekonomi dan Kehidupan SMA/MA Untuk Kelas XI
/ Oleh Sri Mulyanti ; Editor Inna Ratna Sari Dewi S.W ; Iswanti ;
Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Demikian contoh kebijakan fiskal di Indonesia
Diterbitkan di: 09 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.