Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Politik Anggaran

oleh: MulaiLagi     Pengarang : Diyon
ª
 

Sebenarnya penerimaan pemerintah bukan hanya pajak (T) tapi dalam kebijakan fiskal pajak merupakan fungsi utama dalam kebijakan anggaran. Sehingga dalam anggaran pemerintah pengeluaran diwakili notasi (T) dan pengeluaran pemerintah diwakili dengan notasi (G). Kebijakan anggaran tersebut disebut politik anggaran. Politik anggaran ini dapat dilihat hasilnya jika ada reaksi dan interaksi antara dampak pajak yang ditarik pemerintah dengan pengeluaran pemerintah yang nanti bisa mendorong pertambahan pertumbuhan ekonomi pada suatu negara.

a. Anggaran defisit

Secara umum anggaran defisit ini memang sudah direncanakan pada Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) dengan pengeluaran (G) lebih besar daripada pendapatan negara (T). Kekurangan anggaran bisa ditutup dengan hutang dari negara lain atau lembaga keuangan dunia. Pemerintah menempuh politik anggaran ini bila ingin memberi stimulus ekonomi karena ekonomi yang sedang resesi. Politik anggaran ini dianggap kebijakan fiskal ekspansif dan sering dilakukan negara-negara berkembang.

b. Anggaran surplus

Surplus budget merupakan balikan dari anggaran defisit, politik anggaran ini memberikan porsi lebih besar pada posisi penerimaan (T) dari pada pengeluaran pemerintah (G). Pada politik anggaran ini pemerintah ingin mengerem jumlah pengeluaran dan meningkatkan jumlah pajak yang diterima. Dengan naiknya pajak sehingga daya beli konsumen juga berkurang dan kesimbangan ekonomi yang terlalu panas (overheating) bisa kembali normal kembali pada posisi kesimbangan output yang diinginkan.

c. Anggaran berimbang

Balanced budget adalah kebijakan anggaran yang menyeimbangkan jumlah penerimaan (T) dan pengeluaran pemerintah pada posisi yang sama jumlahnya. Pada kebijakan ini pemerintah hanya ingin memastikan kestabilan ekonomi dan kepastian dalam penggunaan anggaran.

Diterbitkan di: 10 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.