Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Pengertian hawalah, Qordh dan rahn (gadai)

Pengertian hawalah, Qordh dan rahn (gadai)

oleh: sumberinspirasiii     Pengarang : Zulfikar
ª
 
Hawalah adalah akad pemindahan hutang piutang satu pihak kepada pihak lain
Kebanyakan ulama tidak memperbolehkan pengambilan manfaat (imbalan) atas pengalihan hutang-piutang tersebut antara lain dengan mengurangi jumlah piutang atau menambah jumlah hutang tersebut.
Bank hanya boleh membebankan fee atas jasa penagihan

Qardh adalah akad penalangan dana dari bank kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana
Dalam aplikasinya di dunia perbankan yakni :

  • Sebagai pinjaman talangan haji, dimana nasabah calon haji diberikan dana talangan untuk memenuhi syarat penyetoran biaya perjalanan haji
  • Sebagai pinjaman tunai (cash advanced) dari produk kartu kredit syariah, dimana nasabah diberi keleluasaan untuk menggunaka kartu kredit tersebut (kartu kredit syariah masih diperdebatkan secara syariah)
  • Sebagai pinjaman kepada pengusaha kecil, dan boleh dipulangkan pokoknya saja tergantung kesepakatan dan disebut dengan Qardul Hasan
  • Sebagai pinjaman kepada pengurus bank, atau pegawai bank untuk cash bon, dimana pengembaliannya dilakukan cicilan melalui pemotongan gaji
Rahn adalah akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak lain, dengan uang sebagai gantinya
Yang terkena saat ini di perbankan Syariah Gadai Emas
Dalam aplikasinya akad ini dapat digunakan sebagai :
  • tambahan pada pembiayaan beresiko dan memerlukan jaminan tambahan
  • Produk tersendiri untuk melayani kebutuhan yang bersifat konsumtif/sosial seperti pendidikan, kesehatan, dsb

Rukun Rahn
Rahin (yang menggadaikan)
Murtahin (barang yang digadaikan)
Marhun bih (hutang)
Sighat (ijab qabul)
Menurut Mazhab hanafi, ijab dan qabul tiak mengikat dan tidak sempurna kecuali dengan penyerahan atau pemindahan barang

Syarat-Syarat Rahn
Para pihak :
Akal baligh
Gadai tidak terikat syarat tertentu
Marhun bih :
Merupakan hak yang wajib diserahkan kepada (hutang) pemiliknya
Dapat dimanfaatkan
Harus dikuantifikasikan (jumlahnya jelas/pasti)
Marhun (barang) :
Bisa diperjual belikan
Berupa harta
Bisa dimanfaatkan secara syariah
Diketahui
Dimiliki oleh Rahin atau dengan ijin Rahin
Diterbitkan di: 23 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.