Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

oleh: Ratadiajo     Pengarang : Yunan
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

Teori Pertumbuhan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia

A. Teori pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Teori pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor yang menentukan kenaikan output perkapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai interaksi faktor-faktor tersebut satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan (Boediono, 1999). Teori pertumbuhan ekonomi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu; teori klasik yang mencakup teori pertumbuhan Adam Smith, David Richard, dan Arthur Lewis. Perbedaan teori Lewis dengan teori klasik Smith dan Ricardo terletak pada penekanan oleh Lewis pada aspek dualism perekonomian, yaitu adanya sector modern dan sector tradisional, yang masing-masing memiliki cirri-ciri ekonomi khusus.

Teori modern mencakup empat sub golongan yakni teori pertumbuhan yang tumbuh dari teori makro Keynes, teori pertumbuhan neo klasik, yang diawali terutama oleh teori Robert Solow dan Trevor Swan, teori pertumbuhan optimum, yang bertujuan untuk mencari jalur pertumbuhan yang paling baik bagi suatu perekonomian, dan teori pertumbuhan uang, yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan neo klasik, namun memiliki tambahan yakni adanya uang di dalam perekonomian sebagai alat penyimpanan kekayaan. Teori pokoknya berawal dari karya James Tobin.

Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Pembangunan bertujuan menentukan usaha pembangunan yang berkelanjutan dengan tidak menghabiskan sumber daya alam. Teori dan model pertumbuhan yang dihasilkan dan dijadikan sebuah panduan tentang konsep pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan prosesnya yang berkelanjutan merupakan kondisi utama bagi kelangsungan pembangunan ekonomi, karena penduduk bertambah terus dan berarti kebutuhan ekonomi juga bertambah terus, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Hal ini hanya bisa diperoleh melalui peningkatan output agregat (barang dan jasa) atau produk domestic bruti (PDB) setiap tahun. Jadi dalam pengertian ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi adalah penambhan PDB yang berarti juga penambahan pendapatan nasional.

Pertumbuhan ekonomi bisa dilihat dalam nilai absolute dan nilai relative (persentase). Pertumbuhan dalam nilai absolute dinyatakan dalam rupiah, sementara pertumbuhan dalam persentase dihitung dengan cara sederhana. Namun yang lebih penting ialah bahwa pertumbuhan ekonomi sebuah Negara pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kemakmuran masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan yang merata. Lalu bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia?


B. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Hamper 60 tahun bangsa Indonesia melakukan pembangunan ekonomi, dan selama itu pula pertumbuhan ekonomi mengalami pasang surut. Fluktuasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat terkait dengan fluktuasi stabilitas social, politik dan keamanan. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari nilai absolute maupun nilai relative. Secara absolute berarti dilihat dari perubahan PBD tahun lalu dengan sekarang.

Untuk mempermudah penggambaran masa pertumbuhan ekonomi Indonesia, dapat dipilah menjadi tiga bagian yaitu masa orde lama, orde baru dan masa reformasi.

Masa orde lama

Setelah kemerdekaan hingga tahun 1965, pereonomian Indonesia memasuki era yang sangat sulit, karena bangsa Indonesia menghadapi gejolak social, politik dan kemanan yang sangat dahsyat, sehingga pertumbuhan ekonomi kurang diperhatikan. Kegiatan ekonomi masyarakat menjadi sangat minim, perusahan-perusahaan besar saat itu merupakan perusahaan peninggalan penjajah yang mayoritas milik orang asing, dimana produk berorientasi pada ekspor.

Pada periode tahun 1950-an, Indonesia menerapkan model guidance development dalam pengelolaan ekonomi, dengan pola dasar Growth with Distribution of Wealth di mana peran pemerintah pusat sangat dominan dalam mengatur pertumbuhan ekonomi (pembangunan semesta berencana). Model ini tidak berhasil, karena begitu kompleksnya permasalhan ekonomi social, politik dan kemanan yang dihadapi pemerintah dan ingin diselesaikan secara bersama-sama dan simultan. Puncak kegagalan pembangunan ekonomi orde lama adalah terjadi hiper inflasi yang mencapai lebih 500% pada akhir tahun 1965 (Tambunan: 2001).

Masa Orde Baru

Belajar dari kegagalan Orde Lama, Orde Baru sejak awal tahun 1970 merupakan planned economy dengan pola Growth First then Distributing of Wealth. Planned economy yang dianut Indonesia merujuk pada pertumbuhan perekonomian dengan pola kemajuan perekonomian suatu masyarakat melalui beberapa tahapan, sehingga pada masa itu pemerintah mengenalkan adanya Pembangunan Jangka Panjang Tahap I (PJPT I) dan PJPT II. Pembangunan jangka panjang juga dimasyarakatkan dengan nama Repelita. Program ini menunjukkan keberhasilan, terutama dilihat dari indicator makro ekonomi yaitu tingkat pertumbuhan eonomu tang tinggi, pertumbuhan pendapatan yang tinggi,, tingkat inflasi yang rendah, kestabilan nilai tukar rupiah, rendahnya tingkat pengangguran dan perbaikan sarana perekonomian.

Masa Reformasi

Pada masa reformasi, perekonomian Indonesia memasuki masa sulit, bahkan sampai saat ini kegiatan pereonomian belum tumbuh normal seperti masa sebelum krisis. Krisis ekonomu yang diawali pada tahun 1997, telah berdampak luas pada semua aspek kehidupan masyarakat, sehingga memicu instabilitas pada bidang social, politik dab kemanan. Kondisi ini memicu timbulnya kekacauan dalam kegiatan perekonomian dan laju inflasi yang semakin tinggi. Begitu beratnya kondisi perekonomian Indoensia, sehingga terpuruk di mata internasional.

Selain itu, keadaan ini semakin parah karena diakibatkan juga dengan rendahnya kepercayaan masyarakat dalam negri maupun internasional. Dengan demikian, aktivitas do pasar modal, didominasi oleh aktivitas jual, bahkan pembelian. Setelah tahun 2000, perekonomian mulai recovery sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai positif. sektor-sektor perekonomian yang sebelumnya tumbuh negative, akhirnya mampu berkembang menjadi positif.

Diterbitkan di: 04 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    grouwth distribution masa orde baru Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor apa saja yang mempengaruhi wisatawan asing berkunjung ke indonesia dilihat dari segi ekonomi,sosial,budaya,politik dan teknologi? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor yng mempengaruhi penjualan di era global Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    knp ya pertumbuhan indonesia maki hr makin lambat bertumbuh ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Sangat tepat sekali bahwa pertumbuhan ekonomi negara kita ini bisa dikatakan lambat, khususnya 10 tahun terakhir ini yang disebabkan oleh banyak faktor. dlm hal ini cukup 2 saja: Pertama dan utama adalah kurangnya kepedulian dan kebijaksanaan pemerintah khususnya masing-masing pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kedua: kurangnya kemampuan masyarakat mengolah sumber ekonomi yang ada. dan disinilah sbnrnya peran pemerintah daerah. Terimakasih. 17 September 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.