Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Contoh Latar Belakang Masalah Pada Skripsi Ekonomi

Contoh Latar Belakang Masalah Pada Skripsi Ekonomi

oleh: Alfatikhul     Pengarang : Wardoyo
ª
 
A. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan
teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup
pesat. Komunikasi merupakan suatu hal yang penting yang dianggap mampu
membantu hidup manusia. Sejak ditemukannya alat komunikasi, gerak hidup
manusia menjadi berubah lebih mudah dan terasa dekat.
Semakin lama pola pikir konsumen berubah seiring perkembangan
jaman. Konsumen yang dulunya hanya menggunakan alat komunikasi, disebut
telepon, kini mulai beralih menggunakan telepon seluler, sehingga perusahaan
penyedia jasa layanan telekomunikasi dapat mengambil peluang baru dari
keinginan-keinginan dan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi
Pilihan-pilihan teknologi telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan
oleh masyarakat masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah
satunya telepon seluler yang berbasis teknologi CDMA (Code Division
Multiple Access) yang beroperasi menggunakan lisensi telepon saluran tetap
(fixed wireless) memiliki tarif jauh lebih rendah (sama dengan tarif telepon
tetap/ fixed line) dibanding dengan tarif telepon seluler yang berbasis GSM Teknologi CDMA juga menyediakan kapasitas suara dan komunikasi
data, memungkinkan lebih banyak pelanggan untuk terhubungkan pada waktu
bersamaan serta memungkinkan untuk tugas-tugas multimedia. Teknologi
CDMA mengkonsumsi tenaga listrik yang kecil sehingga memungkinkan
untuk memperpanjang daya tahan baterai dan waktu bicara dapat lebih lama.
Selain itu, rancangan teknologi CDMA menjadikan CDMA aman dari upaya
penyadapan.
Melihat kondisi konsumen seperti itu, perusahaan-perusahaan yang
bergerak di bidang telekomunikasi mulai berlomba-lomba mengeluarkan kartu
Sim Card (isi dari telepon seluler) dengan jenis CDMA demi memuaskan
konsumen.
PT. Telekomunikasi Tbk, atau yang biasa dikenal dengan sebutan
TELKOM merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) serta
penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and
network provider) yang terbesar di Indonesia. Produk dan layanan TELKOM
menjadi dua yaitu produk dan layanan untuk korporat dan produk dan layanan
untuk personal.
Produk dari TELKOM yang berkaitan dengan CDMA adalah
TELKOMFlexi (sering disebut Flexi). Flexi mulai diperkenalkan pada bulan
Desember 2002 dan secara komersial mulai diluncurkan Mei 2003. Flexi
beroperasi pada dua frekuensi yaitu 1,9 GHz untuk wilayah Jakarta dan
sekitarnya serta 800 MHz di daerah-daerah. Tantangan Flexi semakin besar ketika perusahaan pesaing mulai memunculkan teknologi-teknologi terbaru
(misalnya 3G) dengan harga di bawah standart.
Salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan TELKOM untuk
menawarkan produk FLEXY agar menarik minat konsumen terhadap produk
tersebut adalah melalui iklan. Seiring pertumbuhan ekonomi, iklan menjadi
sangat penting karena konsumen potensial akan memperhatikan iklan dari
produk yang ia akan beli. Fungsi iklan selain sebagai promosi juga berfungsi
(Kotler : 2000); menginformasikan suatu produk atau jasa ataupun profit
perusahaan dan sebagai media untuk mengingatkan konsumen terhadap suatu
produk atau jasa.
Iklan mempengaruhi minat beli konsumen dalam tindakannya dan
keyakinannya akan merek produk yang ditawarkan perusahaan. Peran iklan
dalam mempengaruhi penjualan seperti yang terlihat dari berbagai teknik
periklanan televisi dengan tingkat eksposur iklan memberikan image
tersendiri bagi konsumen (Lutz : 1995). Perusahaan berharap konsumen
potensial akan berperilaku seperti yang diharapkan melalui iklan
komersialnya.
Iklan yang di tayangkan media televisi membentuk pernyataan sikap
konsumen yang mempengaruhi minat beli konsumen. Pembentukan sikap
terhadap iklan dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap iklan. Sikap
terhadap iklan ini diawali cara konsumen berfikir mengenai sebuah Iklan.
Sikap terhadap iklan (afektif) merupakan cara konsumen merasakan hal
tersebut. Assael (2001: 368) mendefinisikan sikap terhadap iklan adalah kecenderungan konsumen untuk menjawab dengan baik atau tidak baik
terhadap iklan tertentu.
Dalam penelitian ini selain dipengaruhi secara langsung oleh sikap
terhadap iklan, minat beli konsumen dipengaruhi langsung oleh sikap
terhadap merek. Pembentukan sikap terhadap merek menurut Burke dan Edell
(1989); Mackenzie, Lutz dan Belch (1986) dipengaruhi secara langsung oleh
persepsi konsumen terhadap produk atau pesan. Sikap terhadap merek diawali
oleh proses kognitif yang bekerja terhadap rangsangan. kemudian akan
mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Menurut Assael (2001: 82) sikap terhadap merek yaitu merupakan pernyataan
mental Yang menilai positif atau negatif, bagus tidak bagus, suka tidak suka
suatu produk.
Dari latar belakang yang dikemukakan maka penelitian ini mencoba
untuk meneliti hal tersebut yaitu dengan mengambil topik yang berkaitan
dengan ”ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
MINAT BELI KONSUMEN PADA IKLAN FLEXY”. (Studi pada
Masyarakat kecamatan Wonosari, kabupaten Klaten).

Kunjungi: http://adf.ly/6KUmF
Diterbitkan di: 17 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.